Kamis, 28 Oktober 2010

BIOMEDIK III_PATOLOGI DARAH (POWER POINT)


Buat temen temen smuanya yang membutuhkan materi BIOMEDIK III tentang PATOLOGI DARAH, atau mendapatkan tugas tersebut, saya mencoba memudahkannya, temen2 tinggal copy paste aja akun 4shared saya dibawah ini ...

http://www.4shared.com/file/F93w316x/OUR_ASSIGMENT_OF_BIOMEDIC_III.html




Mudah mudahan bisa bermanfaat dan memudahkan teman teman semua

Rabu, 27 Oktober 2010

"SUMPAH PEMUDA", Bukan Untuk Dilupakan


Jika kita sedikit mem flashback puluhan tahun silam, yakni tepat pada tanggal di hari ini dan besok, di waltervreden (hari ini bernama Jakarta) , sedang berlangsungnya kongres sumpah pemuda. Jika kita perkirakan suasana disana, mungkin yang dirasakan adalah suatu semangat yang sangat besar, semangat juang yang tak dimiliki oleh bangsa dan Negara lain. Yang dirasakan disana tentu suatu suhu tinggi tentang perjuangan yang tak pernah habis ditelan haters. Sehingga akhirnya pada tanggal 28 oktober 1928 dibacakan lah teks sumpah pemuda tersebut, dan hingga akhirnya sampai saat ini di tanggal 28 oktober diperingati sebagai HARI SUMPAH PEMUDA…
Itu sedikit flashback, sekarang kita kembali ke waktu sebenarnya saat ini……
“7 pemuda didapati tewas setelah pesta miras, diduga mereka tewas overdosis”
“Polisi menangkap 3 orang pemuda yang sedang pesta ganja di sebuah rumah kost di daerah xxx”
“Dua pemuda diringkus polisi akibat memperkosa abg”
“3 orang anggota geng motor xxx di tangkap akibat perampokan dengan kekerasan di daerah xxx garut, pelaku masih berumur 17 19 tahun”
“Aksi geng motor di bandung semakin meresahkan warga, aparat telah..bla bla blab la”

Apa yang terjadi ????
Mungkin itu sebagian kecil masalah yang ada di kalangan pemuda Indonesia saat ini..
Sebagian besar pemuda saat ini sudah melupakan makna sumpah pemuda, sumpah pemuda yang mereka tau hanya dalam buku pelajaran sejarah ketika sd, smp ataupun sma, jadi hanya sebatas materi atau keterpaksaan mempelajarinya karena memang nanti ada ujian , dan setelah itu akan lupa semuanya, jangankan makna dari sumpah pemuda tersebut, tanggal nya saja tidak tau…
Memang sangat sulit menghadapi permasalahan pemuda saat ini, namun bagaimanapun yang terjadi, haruslah ada pemuda yang membangkitkan kembali semangat sumpah pemuda seperti saat dibacakannya sumpah pemuda, semangat yang akan membawa perubahan bagi bangsa kita, bagi Negara kita , yang akan di revolusikan oleh para pemuda..
Hal ini membuat saya tersenyum, Sungguh seperti mimpi semata akan adanya para pemuda Indonesia yang bisa mengembalikan semangat dan makna sumpah pemuda. Tapi saya tarik kembali senyuman saya, saya yakin akan ada sekumpulan pemuda yang bisa melakukannya
SUMPAH PEMUDA bukan lah hal yang boleh dilupakan, tetapi seharusnya harus tertanam erat di dalam setiap pemuda Indonesia, karena para pemuda lah yang akan meneruskan perjuangan bangsa dan Negara, pemuda lah yang kekuatannya melebihi nuklir sekalipun, pemudalah ujung tombak bangsa dan Negara. Siapa yang ingin menghancurkan bangsa-negara, maka cara termudah adalah hancurkan pemudanya….
Jangan pernah melupakan semua tentang sumpah pemuda…bukan sekedar kata “YA SUDAHLAH” tapi “YA LANJUTKANLAH” , karena kata “YASUDAHLAH” hanya untuk orang yang menyerah kalah. Bangsa lain bukan penentu bangsa kita, tapi kita sendiri yang akan menentukan bangsa kita kedepannya wahai para pemuda.. u can change u’re life ….
Semoga sedikit postingan di malam yang dihiasi rintikan rintikan hujan ini bisa mengingatkan kita semua sebagai pemuda, buat saya, anda, dia dan mereka…
Jangan pernah padamkan semua tentang SUMPAH PEMUDA…
SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928
Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
1. Abdul Muthalib Sangadji
2. Purnama Wulan
3. Abdul Rachman
4. Raden Soeharto
5. Abu Hanifah
6. Raden Soekamso
7. Adnan Kapau Gani
8. Ramelan
9. Amir (Dienaren van Indie)
10. Saerun (Keng Po)
11. Anta Permana
12. Sahardjo
13. Anwari
14. Sarbini
15. Arnold Manonutu
16. Sarmidi Mangunsarkoro
17. Assaat
18. Sartono
19. Bahder Djohan
20. S.M. Kartosoewirjo
21. Dali
22. Setiawan
23. Darsa
24. Sigit (Indonesische Studieclub)
25. Dien Pantouw
26. Siti Sundari
27. Djuanda
28. Sjahpuddin Latif
29. Dr.Pijper
30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
31. Emma Puradiredja
32. Soejono Djoenoed Poeponegoro
33. Halim
34. R.M. Djoko Marsaid
35. Hamami
36. Soekamto
37. Jo Tumbuhan
38. Soekmono
39. Joesoepadi
40. Soekowati (Volksraad)
41. Jos Masdani
42. Soemanang
43. Kadir
44. Soemarto
45. Karto Menggolo
46. Soenario (PAPI & INPO)
47. Kasman Singodimedjo
48. Soerjadi
49. Koentjoro Poerbopranoto
50. Soewadji Prawirohardjo
51. Martakusuma
52. Soewirjo
53. Masmoen Rasid
54. Soeworo
55. Mohammad Ali Hanafiah
56. Suhara
57. Mohammad Nazif
58. Sujono (Volksraad)
59. Mohammad Roem
60. Sulaeman
61. Mohammad Tabrani
62. Suwarni
63. Mohammad Tamzil
64. Tjahija
65. Muhidin (Pasundan)
66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
67. Mukarno
68. Wilopo
69. Muwardi
70. Wage Rudolf Soepratman
71. Nona Tumbel
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
Kong Liong.
2. 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
yaitu :
a. Kwee Thiam Hong
b. Oey Kay Siang
c. John Lauw Tjoan Hok
d. Tjio Djien kwie

Selasa, 26 Oktober 2010

GIZI BURUK


Abstrak : Penyakit Gizi Buruk Menyerang Balita dan Anak – Anak

Kasus gizi buruk umumnya menimpa balita dengan latar belakang ekonomi lemah. Beragam masalah malnutrisi banyak ditemukan pada anak-anak dari kurang gizi hingga busung lapar. Menurut UNICEF saat ini ada sekitar 40 % anak Indonesia di bawah usia lima tahun menderita gizi buruk. Betapa banyaknya bayi dan anak-anak yang sudah bergulat dengan kelaparan dan penderitaan sejak mereka dilahirkan.
Penyebab utama gizi buruk tidak satu. Ada banyak!. Penyebab utama kasus gizi buruk di Indonesia tampaknya karena masalah ekonomi atau kurang pengetahuan. Kemiskinan memicu kasus gizi buruk, kemiskinan dan ketidakmampuan orang tua menyediakan makanan bergizi bagi anaknya menjadi penyebab utama meningkatnya korban gizi buruk di Indonesia. Dan juga faktor alam, manusiawi ( kultur social masyarakat setempat ), pemerintah, dan lain – lain.
Persoalan gizi buruk masih menghantui sebagian warganya. Bagaimana bisa di era sekarang, masih dijumpai ribuan, dan ratusan ribu anak balita, yang menjadi pemegang masa depan Indonesia menderita gizi buruk. Ketidakseriusan pemerintah terlihat jelas ketika penanganan kasus gizi buruk terlambat seharusnya penanganan pelayanan kesehatan dilakukan disaat penderita gizi buruk belum mencapai tahap membahayakan. Setelah kasus gizi buruk merebak barulah pemerintah melakukan tindakan ( serius ). Keseriusan pemerintah mencanangkan Gerakan Penanganan Diare dan Gizi Buruk sejak Juli 2007 lalu disusul dengan Gerakan Kedaulatan Pangan yang akan dicanangkan April 2008, keseriusan pemerintah tidak ada artinya apabila tidak didukung masyarakat itu sendiri. Sebab, perilaku masyarakat yang sudah membudaya selama ini adalah, anak-anak yang menderita penyakit kurang mendapatkan perhatian orang tua. Anak-anak itu hanya diberi makan seadanya, tanpa peduli akan kadar gizi dalam makanan yang diberikan. Apalagi kalau persediaan pangan keluarga sudah menipis.
Gizi buruk akut atau busung lapar menurut Sensus WHO menunjukkan 49% dari 10,4 juta kematian yang terjadi pada anak dibawah lima tahun di negara berkembang. Kasus kekurangan gizi tercatat sebanyak 50% anak-anak di Asia, 30% anak-anak Afrika, dan 20% anak-anak di Amerika Latin. Dari kondisi tubuh balita yang menderita gizi buruk memiliki berat badan di bawah rata-rata, berat badan/umur Balita < 60 persen berada di bawah garis merah sehingga tergolong KEP berat. Ciri-ciri yang mudah terdekteksi pada tanda marasmus. Komponen biologi yang melatarbelakangi KKP antara lain malnutrisi ibu, penyakit infeksi, dan diet rendah energi & protein.

Seorang ibu yang mengalami KKP selama kurun waktu tersebut pada gilirannya akan melahirkan bayi berberat badan rendah. Kurang Kalori Protein (KKP) akan terjadi manakala kebutuhan tubuh akan kalori, protein, atau keduanya, tidak tercukupi oleh diet. Sindrom kwasiorkor terjelma manakala defisiensi menampakan dominasi protein, dan maramus termanifestasi jika terjadi kekurangan energi yang parah. Kombinasi kedua bentuk ini marasmik kwasiorkor, juga tidak sedikit.

Malnutrisi Primer
Penyebab gizi buruk di daerah pedesaan atau daerah miskin lainnya sering disebut malnutrisi primer, yang disebabkan karena masalah ekonomi, rendahnya pengetahuan, dan kurangnya asupan gizi. Gejala kinis malnutrisi primer sangat bervariasi tergantung derajat dan lamanya kekurangan energi dan protein, umur penderita dan adanya gejala kekurangan vitamin dan mineral lainnya. Kasus tersebut sering dijumpai pada anak usia 9 bulan hingga 5 tahun. Pertumbuhan yang terganggu dapat dilihat dari kenaikkan berat badan terhenti atau menurun, ukuran lengan atas menurun, pertumbuhan tulang (maturasi) terlambat, perbandingan berat terhadap tinggi menurun. Gejala dan tanda klinis yang tampak adalah anemia ringan, aktifitas berkurang, kadang di dapatkan gangguan kulit dan rambut.

Malnutrisi Sekunder
Malnutrisi sekunder adalah gangguan pencapaian kenaikkan berat badan yang bukan disebabkan penyimpangan pemberian asupan gizi pada anak karena adanya gangguan pada fungsi dan sistem tubuh. Gangguan sejak lahir yang terjadi pada sistem saluran cerna, metabolisme, kromosom atau kelainan bawaan jantung, ginjal. Kasus gizi buruk di kota besar biasanya didominasi oleh malnutrisi sekunder.

Asupan Gizi
Anak usia 0-2 tahun sebaiknya mendapatkan Air Susu Ibu (ASI). ASI mengandung semua zat yang dibutuhkan dalam perkembangan otak anak. Banyak produk susu kaleng atau susu formula mengandung asam linoleat, DHA dan sebagainya. Untuk memulihkan kondisi Balita pada status normal, dibutuhkan asupan susu yang mudah diserap tubuh yakni Entrasol. Tiap Balita diharuskan mengkonsumsi 60 kotak susu, dimana dalam hitungan 90 hari berat badan anak kembali normal. Kriteria yang dicantumkan antara lain: biasa makan beraneka ragam makanan (makan 2-3 kali sehari dengan makanan pokok, sayur, dan lauk pauk), selalu memantau kesehatan anggota keluarga, biasanya menggunakan garam beryodium, dan khusus ibu hamil, didukung untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi minimal sampai 4 bulan setelah kelahiran. Yang nampak adalah bayi-bayi dan anak-anak yang lemah, loyo dan tanpa tenaga. Yang terdengar adalah tangisan dan jeritan putus asa bayi-bayi dan anak-anak kelaparan yang sangat membutuhkan makanan. Mereka cuma bisa menangis tetapi tak mampu meronta.
Tenaga mereka lenyap karena mengidap marasmus bahkan busung lapar. Seorang ibu yang anaknya menderita busung lapar mengakui bahwa sudah beberapa hari ini anaknya hanya makan "air bubur." memasak sedikit beras dengan air yang sangat banyak. Akibatnya makanan itu terlalu cair untuk disebut bubur. Lebih tepat disebut air bubur. Memang, tubuh anak itu bagaikan tulang-belulang yang ditutupi kulit, perutnya buncit, matanya sayu. Tak dapat dipungkiri memang ada hubungan erat antara infeksi dengan malnutrisi. Infeksi sekecil apa pun berpengaruh pada tubuh. Sedangkan kondisi malnutrisi akan semakin memperlemah daya tahan tubuh yang pada giliran berikutnya akan mempermudah masuknya beragam penyakit. Tindak pencegahan otomatis sudah dilakukan bila faktor-faktor penyebabnya dapat dihindari. Pendidikan gizi diberikan kepada anak untuk mengarahkan kepada pembiasan dan cara makan yang lebih baik yang dilakukan dalam lingkup makro ( masyarkat luas ) dan mikro ( keluarga ).







BAB I

LATAR BELAKANG
Masalah gizi muncul akibat masalah ketahanan pangan ditingkat rumah tangga ( kemampuan memperoleh makanan untuk semua anggotannya ), masalah kesehatan, kemiskinan, pemerataan, dan kesempatan kerja. Indonesia mengalami masalah gizi ganda yang artinya sementara masalah gizi kurang belum dapat diatasi secara menyeluruh sudah muncul masalah baru. Masalah gizi di Indonesia terutama KEP masih lebih tinggi daripada Negara ASEAN lainnya ( Fajar, Ibnu, dkk. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC ). Sekarang ini masalah gizi mengalami perkembangan yang sangat pesat, Malnutrisi masih saja melatarbelakangi penyakit dan kematian anak, meskipun sering luput dari perhatian. Sebagian besar anak di dunia 80% yang menderita malnutrisi bermukim di wilayah yang juga miskin akan bahan pangan kaya zat gizi, terlebih zat gizi mikro (Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC ). Keadaan kesehatan gizi tergantung dari tingkat konsumsi yaitu kualitas hidangan yang mengandung semua kebutuhan tubuh. Akibat dari kesehatan gizi yang tidak baik, maka timbul penyakit gizi, umumnya pada anak balita diderita penyakit gizi buruk (Santoso, Soegeng, Ranti, Anne Lies. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta )
Hubungan antara kecukupan gizi dan penyakit infeksi yaitu sebab akibat yang timbal balik sangat erat. Berbagai penyakit gangguan gizi dan gizi buruk akibatnya tidak baiknya mutu/jumlah makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh masing – masing orang. Jumlah kasus gizi buruk pada balita yang ditemukan dan ditangani tenaga kesehatan ( Moehji, Sjahmien. 1999. Ilmu Gizi. Jakarta : Bhratara ). Masalah gizi semula dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dapat ditanggulangi dengan pengobatan medis/kedokteran. Namun, kemudian disadari bahwa gejala klinis gizi kurang yang banyak ditemukan dokter ternyata adalah tingkatan akhir yang sudah kritis dari serangkaian proses lain yang mendahuluinya ( Santoso, Soegeng, Ranti, Anne Lies. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta )
Gizi seseorang dapat dipengaruhi terhadap prestasi kerja dan produktivitas. Pengaruh gizi terhadap perkembangan mental anak. Hal ini sehubungan dengan terhambatnya pertumbuhan sel otak yang terjadi pada anak yang menderita gangguan gizi pada usia sangat muda bahkan dalam kandungan. Berbagai factor yang secara tidak langsung mendorong terjadinya gangguan gizi terutama pada balita. Ketidaktahuan akan hubungan makanan dan kesehatan, prasangka buruk terhadap bahan makanan tertentu, adanya kebiasaan/pantangan yang merugikan, kesukaan berlebihan terhadap jenis makanan tertentu, keterbatasan penghasilan keluarga, dan jarak kelahiran yang rapat ( Moehji, Sjahmien. 1999. Ilmu Gizi. Jakarta : Bhratara )
Kemiskinan masih merupakan bencana bagi jutaan manusia. Sekelompok kecil penduduk dunia berpikir “hendak makan dimana” sementara kelompok lain masih berkutat memeras keringat untuk memperoleh sesuap nasi. Dibandingkan orang dewasa, kebutuhan akan zat gizi bagi bayi, balita, dan anak – anak boleh dibilang sangat kecil. Namun, jika diukur berdasarkan % berat badan, kebutuhan akan zat gizi bagi bayi, balita, dan anak – anak ternyata melampaui orang dewasa nyaris dua kali lipat. Kebutuhan akan energi dapat ditaksir dengan cara mengukur luas permukaan tubuh/menghitung secara langsung konsumsi energi itu ( yang hilang atau terpakai ). Asupan energi dapat diperkirakan dengan jalan menghitung besaran energi yang dikeluarkan. Jumlah keluaran energi dapat ditentukan secara sederhana berdasarkan berat badan (Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC ).
Kekurangan berat badan yang berlangsung pada anak yang sedang tumbuh merupakan masalah serius. Keparahan KKP berkisar dari hanya penyusutan berat badan, terlambat tumbuh sampai ke sindrom klinis yang nyata. Penilaian antropometris status gizi dan didasarkan pada berat, tinggi badan, dan usia. Ukuran antropometris bergantung pada kesederhanaa, ketepatan, kepekaan, serta ketersediaan alat ukur. Marasmus biasanya berkaitan dengan bahan pangan yang sangat parah, semikelaparan yang berkepanjangan, dan penyapihan terlalu dini, sedangkan kwashiorkor dengan keterlambatan menyapih dan kekurangan protein. Penanganan KKP berat dikelompokan menjadi dua yaitu pengobatan awal ditujukan untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa dan fase rehabilitasi diarahkan untuk memulihkan keadaan gizi ( Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC )

IDENTIFIKASI MASALAH
Masalah – masalah gizi buruk yang kita ketahui bisa menyerang siapa saja khusunya balita dan anak – anak dengan criteria umur tertentu. Masalah gizi pada hakekatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, namun penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja melainkan dari pendekatan lain. Disini penulis mengidentifikasikan gizi buruk berupa penyebab – penyebab gizi buruk, kwashiorkor, marasmus, maramus – kwashiorkor, asupan gizi, malnutrisi primer dan sekunder, langkah pengobatan, dan jumlah data penderita gizi buruk.

PEMBATASAN MASALAH
Penulis akan membatasi masalah yang akan dibahas pada waktu mata kuliah Seminar Biologi agar nanti dalam membahas masalah gizi buruk tidak menyebar ke semua/berbagai aspek. Pembatasan masalah sesuai dengan tema dari makalah ini yaitu Penyakit Gizi Buruk Menyerang Balita dan Anak - anak. Termasuk di dalamnya Jenis – jenis dan penyebab masalah gizi buruk/malnutrisi, Tanda – tanda yang terlihat/terdeteksi pada malnutrisi dan langkah pengobatannya, Data penurunan gizi buruk dari tahun 2004 – 2007, dan Perlunya asupan gizi

TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah presentasi ini adalah ingin memberitahukan kepada masyarakat hal – hal apa saja yang menjadi ruang lingkup dari masalah gizi buruk, menambah pengetahuan bagi masyarakat agar lebih luas wawasannya mengenai gizi buruk, memberitahukan jumlah penurunan penderita gizi buruk dari tahun 2004 – 2007, memberikan gambaran yang jelas mengenai penyakit gizi buruk, juga tidak lupa untuk menambah nilai mahasiswa, dan lain – lain yang bisa berdampak positif bagi penulis dan para pembaca.
BAB II

A. TINJAUAN TEORI
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat – zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ – organ serta menghasilkan energi. Akibat kekurangan gizi, maka simpanan zat gizi pada tubuh digunakan untuk memenuhi kebutuhan apabila keadaan ini berlangsung lama maka simpanan zat gizi akan habis dan akhirnya terjadi kemerosotan jaringan. Pada saat ini orang bisa dikatakan malnutrisi. KEP seseorang yang gizi buruk disebakan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari – hari. Pada umumnya penderita KEP berasal dari keluarga yang berpenghasilan rendah, tanda – tanda klinis gizi buruk dapat menjadi indicator yang sangat penting untuk mengetahui seseorang menderita gizi buruk. Kebutuhan tubuh akan zat gizi ditentukan oleh banyak factor. Data komposisi zat gizi bahan makanan yang berhubungan dengan berbagai proses pengolahan belum cukup tersedia, pemeriksaan zat gizi spesifik bertujuan untuk menilai status gizi. Zat gizi yang terdapat pada Angka Kecukupan Gizi ( AKG ) hanyalah gizi yang penting yaitu energi, protein, vit A, C, B 12, Tiamin, Riboflavin, Niasin, Asam Folat, Kalsium, Fosfor, Zat Besi, Zink, dan Yodium ( Fajar, Ibnu, dkk. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC )
Ada beberapa penyakit yang berhubungan dengan gizi yaitu penyakit gizi lebih ( obesitas ), gizi buruk ( malnutrisi ), metabolic bawaan, keracunan makanan, dan lain – lain. Gangguan gizi buruk menggambarkan suatu keadaan pathologis yang terjadi akibat ketidaksesuaian/tidak terpenuhinya antara zat gizi yang masuk kedalam tubuh dengan kebutuhan tubuh akan zat gizi dalam jangka waktu yang relatif lama. Ilmu gizi adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang khusus mempelajari hubungan antara makanan yang kita makan dan kesehatan tubuh. Hubungan antara makanan dan kesehatan tubuh sudah diketahui sejak berabad – abad yang lampau.. Penyakit – penyakit yang timbul akibat makanan kurang baik seperti makanan yang tidak cukup gizinya atau kadar zat gizinya tak seimbang disebut penyakit gangguan gizi yang pertama kali dikenal adalah penyakit skorbut/sariawan. Penemuan dini terhadap penderita marasmus dan kwashiorkor sangat penting, baik dalam usaha pencegahan terjadinya gizi buruk maupun dalam usaha menurunkan angka kematian bayi dan anak. Untuk itu, para ahli kesehatan anak di berbagai Negara telah bersepakat untuk menemukan cara yang paling mudah dan sederhana untuk mendeteksi penderita KKP sedini mungkin dengan melakukan monitoring berat badan anak melalui penimbangan secara teratur setiap bulan telah dijadikan sebagai kegiatan pokok. Usaha untuk menangani masalah gizi buruk di Indonesia telah dimulai jauh sebelum Perang Dunia Ke II, strategi yang digunakan untuk memperbaiki gizi di masyarakat berbeda – beda, ada caranya masing – masing. Dewasa ini gizi bukan saja dikenal akan tetapi telah menjadi bahan pembicaraan dan pembahasan di berbagai lingkungan masyarakat. Dewasa ini program perbaikan gizi merupakan salah satu dari 5 program pokok Dep Kes ( Panca Karsa/Karya Husada ) ( Moehji, Sjahmien. 1999. Ilmu Gizi. Jakarta : Bhratara ).
Kesehatan yang baik tidak terjadi karena ada perubahan yang berupa kekurangan zat makanan tertentu ( defisiensi ) atau berlebih. Kekurangan umumnya mencakup protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Sedangkan kelebihan umumnya mencakup konsumsi lemak, protein, dan gula. Untuk mencapai kondisi anak perlu/cukup gizi harus memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan serta melakukan kegiatan yang baik seperti olah raga, dan lain – lain. Konsumsi yang kurang baik kualitas dan kuantitasnya akan memberikan kondisi kesehatan gizi kurang/defisiensi. Keadaan kesehatan gizi masyarakat tergantung pada tingkat konsumsi ditentukan oleh kualitas dan kuantitas hidangan. Penyakit gizi di Indonesia terutama tergolong ke dalam kelompok penyakit defisiensi yang sering dihubungkan dengan infeksi yang bisa berhubungan dengan gangguan gizi. Defisiensi gizi merupakan awal dari gangguan system imun yang menghambat reaksi imunologis. Gangguan gizi dan infeksi sering saling bekerja sama akan memberikan prognosis yang lebih buruk. Ada berbagai zat gizi yang sangat mempengaruhi kondisi kesehatan manusia. Masalah kesehatan gizi dapa timbul dalam bentuk penyakit dengan tingkat yang tinggi ( Santoso, Soegeng, Ranti, Anne Lies. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta. )

B. PEMBAHASAN MASALAH
Jakarta – Sepanjang tahun ini banyak sudah bencana kesehatan yang melanda bangsa ini. Mulai dari demam berdarah, polio dan penyakit busung lapar yang cukup mengejutkan. Kasus penderita gizi buruk terus bertambah di sejumlah daerah. Kasus gizi buruk umumnya menimpa balita dengan latar belakang ekonomi lemah. Beragam masalah malnutrisi banyak ditemukan pada anak-anak dari kurang gizi hingga busung lapar. Menurut United Nations Children’s Fund (Unicef) saat ini ada sekitar 40 % anak Indonesia di bawah usia lima tahun menderita gizi buruk.
Betapa banyaknya bayi dan anak-anak yang sudah bergulat dengan kelaparan dan penderitaan sejak mereka dilahirkan. Penyebab utama kasus gizi buruk di Indonesia tampaknya karena masalah ekonomi atau kurang pengetahuan. Kemiskinan dan ketidakmampuan orang tua menyediakan makanan bergizi bagi anaknya menjadi penyebab utama meningkatnya korban gizi buruk di Indonesia, kemiskinan memicu kasus Gizi Buruk
Fenomena gizi buruk ini biasanya melibatkan kurangnya asupan kalori baik dari karbohidrat atau protein (protein-energy malnutrition–PEM). Kurangnya pasokan energi sangat mempengaruhi kerja masing-masing organ tubuh. Menurut situs Dinas Kesehatan Pemda Ibukota Jakarta, keadaan gizi buruk ini secara klinis dibagi menjadi 3 tipe: Kwashiorkor, Marasmus, dan Kwashiorkor-Marasmus. Ketiga kondisi patologis ini umumnya terjadi pada anak-anak di negara berkembang yang berada dalam rentang usia tidak lagi menyusui.
Perbedaan antara marasmus dan kwashiorkor tidak dapat didefinisikan secara jelas menurut perbedaan kurangnya asupan makanan tertentu, namun dapat teramati dari gejala yang ditunjukkan penderita.

KWASHIORKOR
Kwashiorkor sering juga diistilahkan sebagai busung lapar atau HO. Penampilan anak-anak penderita HO umumnya sangat khas, terutama bagian perut yang menonjol. Berat badannya jauh di bawah berat normal. Edema stadium berat maupun ringan biasanya menyertai penderita ini. Beberapa ciri lain yang menyertai di antaranya:
* Perubahan mental menyolok. Banyak menangis, pada stadium lanjut anak terlihat sangat pasif.
* Penderita nampak lemah dan ingin selalu terbaring
* Anemia.
* Diare dengan feses cair yang banyak mengandung asam laktat karena berkurangnya produksi laktase dan enzim penting lainnya.
* Kelainan kulit yang khas, dimulai dengan titik merah menyerupai petechia ( perdarahan kecil yang timbul sebagai titik berwarna merah keunguan, pada kulit maupun selaput lendir, Red. ), yang lambat laun kemudian menghitam. Setelah mengelupas, terlihat kemerahan dengan batas menghitam. Kelainan ini biasanya dijumpai di kulit sekitar punggung, pantat, dan sebagainya
* Pembesaran hati. Bahkan saat rebahan, pembesaran ini dapat diraba dari luar tubuh, terasa licin dan kenyal.
Tanda-tanda kwashiorkor meliputi
- edema di seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki,
- wajah membulat dan sembab,
- pandangan mata sayu,
- perubahan status mental: cengeng, rewel, kadang apatis,
- rambut berwarna kepirangan, kusam, dan mudah dicabut,
- otot-otot mengecil, teramati terutama saat berdiri dan duduk,
- bercak merah coklat pada kulit, yang dapat berubah hitam dan mengelupas
- menolak segala jenis makanan (anoreksia)
- sering disertai anemia, diare, dan infeksi.

MARASMUS
Kasus marasmik atau malnutrisi berat karena kurang karbohidrat disertai tangan dan kaki bengkak, perut buncit, rambut rontok dan patah, gangguan kulit. Pada umumnya penderita tampak lemah sering digendong, rewel dan banyak menangis. Pada stadium lanjut anak tampak apatis atau kesadaran yang menurun.
Marasmik adalah bentuk malnutrisi primer karena kekurangan karbohidrat. Gejala yang timbul diantaranya muka berkerut terlihat tua, tidak terlihat lemak dan otot di bawah kulit (kelihatan tulang di bawah kulit), rambut mudah patah berwarna kemerahan dan terjadi pembesaran hati, sangat kurus karena kehilangan sebagian lemak dan otot . Anak-anak penderita marasmus secara fisik mudah dikenali. Penderita marasmus berat akan menunjukkan perubahan mental, bahkan hilang kesadaran. Dalam stadium yang lebih ringan, anak umumnya jadi lebih cengeng dan gampang menangis karena selalu merasa lapar. Ketidakseimbangan elektrolit juga terdeteksi dalam keadaan marasmus. Upaya rehidrasi ( pemberian cairan elektrolit ) atau transfusi darah pada periode ini dapat mengakibatkan aritmia ( tidak teraturnya denyut jantung ) bahkan terhentinya denyut jantung. Karena itu, monitoring klinik harus dilakukan seksama. Ada pun ciri-ciri lainnya adalah:
* Berat badannya kurang dari 60% berat anak normal seusianya.
* Kulit terlihat kering, dingin dan mengendur.
* Beberapa di antaranya memiliki rambut yang mudah rontok.
* Tulang-tulang terlihat jelas menonjol.
* Sering menderita diare atau konstipasi.
* Tekanan darah cenderung rendah dibanding anak normal, dengan kadar hemoglobin yang juga lebih rendah dari semestinya.
- anak tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit,
- wajah seperti orang tua, cengeng, rewel, perut cekung, dan kulit keriput

MARASMIK-KWASHIORKOR
Penyakit ini merupakan gabungan dari marasmus dan kwashirkor dengan gabungan gejala yang menyertai.
* Berat badan penderita hanya berkisar di angka 60% dari berat normal. Gejala khas kedua penyakit tersebut nampak jelas, seperti edema, kelainan rambut, kelainan kulit dan sebagainya.
* Tubuh mengandung lebih banyak cairan, karena berkurangnya lemak dan otot.
* Kalium dalam tubuh menurun drastis sehingga menyebabkan gangguan metabolic seperti gangguan pada ginjal dan pankreas.
* Mineral lain dalam tubuh pun mengalami gangguan, seperti meningkatnya kadar natrium dan fosfor inorganik serta menurunnya kadar magnesium.
Gejala klinis Kwashiorkor-Marasmus tidak lain adalah kombinasi dari gejala-gejala masing-masing penyakit tersebut.

PENYEBAB GIZI BURUK
Penyebab utama gizi kurang dan gizi buruk tidak satu. Ada banyak!. Penyebab pertama adalah faktor alam. Secara umum tanah terkenal sebagai daerah tropis yang minim curah hujan. Kadang curah hujannya banyak tetapi dalam kurun waktu yang sangat singkat. Akibatnya, hujan itu bukan menjadi berkat tetapi mendatangkan bencana banjir. Tetapi, beberapa tahun belakangan ini tidak ada hujan menjadi kering kerontang! Tanaman jagung yang merupakan penunjang ekonomi keluarga sekaligus sebagai makanan sehari-hari rakyat gagal dipanen. Akibatnya, banyak petani termasuk anak-anak, terutama yang tinggal di daerah pelosok, memakan apa saja demi mempertahankan hidup. Dikhawatirkan gizi yang kurang dan bahkan buruk akan memperburuk pertumbuhan fisik dan fungsi-fungsi otak. Kalau ini terjadi, masa depan anak-anak ini dipastikan akan sangat kelam dan buram.
Penyebab kedua adalah faktor manusiawi yaitu berasal dari kultur sosial masyarakat setempat. Kebanyakan masyarakat petani bersifat 'one dimensional,' yakni masyarakat yang memang sangat tergantung pada satu mata pencaharian saja. Banyak orang menanam makanan 'secukup'nya saja, artinya hasil panen itu cukup untuk menghidupi satu keluarga sampai masa panen berikutnya. Belum ada pemikiran untuk membudidayakan hasil pertanian mereka demi meraup keuntungan atau demi meningkatkan pendapatan keluarga. Adanya budaya 'alternatif' yaitu memanfaatkan halaman rumah untuk menanam sayur-mayur demi menunjang kebutuhan sehari-hari.
Penyebab ketiga masih berkisar soal manusiawi tetapi kali ini lebih berhubungan dengan persoalan struktural, yaitu kurangnya perhatian pemerintah. Pola relasi rakyat dan pemerintah masih vertikal bukan saja menghilangkan kontrol sosial rakyat terhadap para pejabat, tetapi juga membuka akses terhadap penindasan dan ketidakadilan dan, yang paling berbahaya, menciptakan godaan untuk menyuburkan budaya korupsi. Tentu saja tidak semua aparat dan pejabat seperti itu!. Terlepas dari itu semua nampaknya masyarakat membutuhkan pendampingan agar mereka memahami hak-hak individu dan hak-hak sosial mereka sebagai warganegara.

MALNUTRISI PRIMER
Penyebab gizi buruk di daerah pedesaan atau daerah miskin lainnya sering disebut malnutrisi primer, yang disebabkan karena masalah ekonomi dan rendahnya pengetahuan. Gejala klinis malnutrisi primer sangat bervariasi tergantung derajat dan lamanya kekurangan energi dan protein, umur penderita dan adanya gejala kekurangan vitamin dan mineral lainnya. Kasus tersebut sering dijumpai pada anak usia 9 bulan hingga 5 tahun. Pertumbuhan yang terganggu dapat dilihat dari kenaikkan berat badan terhenti atau menurun, ukuran lengan atas menurun, pertumbuhan tulang ( maturasi ) terlambat, perbandingan berat terhadap tinggi menurun. Gejala dan tanda klinis yang tampak adalah anemia ringan, aktifitas berkurang, kadang di dapatkan gangguan kulit dan rambut. Pada penderita malnutrisi primer dapat mempengaruhi metabolisme di otak sehingga mengganggu pembentukan DNA di susunan saraf. berpengaruh terhadap perkembangan mental dan kecerdasan anak. Mortalitas atau kejadian kematian dapat terjadi pada penderita malnutri primer yang berat.

MALNUTRISI SEKUNDER
Malnutrisi sekunder adalah gangguan pencapaian kenaikkan berat badan yang bukan disebabkan penyimpangan pemberian asupan gizi pada anak karena adanya gangguan pada fungsi dan sistem tubuh yang mengakibatkan gagal tumbuh. Gangguan sejak lahir yang terjadi pada sistem saluran cerna, metabolisme, kromosom atau kelainan bawaan jantung, ginjal dan lain-lain. Kasus gizi buruk di kota besar biasanya didominasi oleh malnutrisi sekunder. Malnutrisi sekunder ini gangguan peningkatan berat badan yang disebabkan karena karena adanya gangguan di sistem tubuh anak. pada malnutrisi sekunder tampak anak sangat lincah, tidak bisa diam atau sangat aktif bergerak. Tampilan berbeda lainnya, penderita malnutrisi sekunder justru tampak lebih cerdas, tidak ada gangguan pertumbuhan rambut dan wajah atau kulit muka tampak segar.
Kasus malnutrisi sekunder sering terjadi overdiagnosis (diagnosis yang diberikan terlalu berlebihan padahal belum tentu mengalami infeksi ) tuberkulosis (TB). Overdiagnosis tersebut terjadi karena tidak sesuai dengan panduan diagnosis yang ada.
Secara medis penanganan kasus malnutrisi sekunder lebih kompleks dan rumit. Penanganannya harus melibatkan beberapa disiplin ilmu kedokteran anak seperti bidang gastroenterologi, endokrin, metabolik, alergi-imunologi, tumbuh kembang dan lainnya. Gizi buruk memang merupakan masalah klasik bangsa ini sejak dulu. Tanpa data dan informasi yang cermat dan lengkap sebaiknya jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa adanya gizi buruk identik dengan kemiskinan. Karena, gizi buruk bukan saja disebabkan karena masalah ekonomi atau kurangnya pengetahuan dan pendidikan,

PENDERITA GIZI BURUK MEREBAK DI BERBAGAI TEMPAT
Gizi Buruk Masih Jadi Persoalan Pelik di NTT Sebanyak 1.466 kasus gizi buruk
Masalah Gizi Buruk Di SERUI Jaya Pura Perlu Penanganan Serius
221 Balita di Trenggalek Gizi Buruk
496 Balita di Kabupaten Blitar menderita gizi buruk.
Bengkulu, tercatat sedikitnya 377 anak penderita gizi buruk

PERLUNYA ASUPAN GIZI
Banyaknya produk suplemen vitamin yang kini beredar secara bebas bisa berdampak baik sekaligus berdampak buruk. suatu produk suplemen harus menjalani uji klinis dulu sebelum dipasarkan. kita tidak terlena begitu saja dengan rayuan iklan yang terlalu bombastis. Tapi di sisi lain produk suplemen yang memang bisa dipercaya kebenarannya sangat berguna bagi kebanyakan orang yang tidak sempat mendapatkan gizi tersebut dari makanan sehari-hari.
Lebih baik kalau berbagai kebutuhan gizi didapat dari makanan langsung, bukan asupan atau suplemen yang dijual bebas. Sebab tak seorang pun yang bisa menjamin keamanannya, Kecuali kalau asupan itu memang dianjurkan oleh dokter atau didapat dari dokter. Anak usia 0-2 tahun sebaiknya mendapatkan Air Susu Ibu (ASI). ASI mengandung semua zat yang dibutuhkan dalam perkembangan otak anak. Air susu ibu cocok sekali untuk memenuhi kebutuhan bayi dalam segala hal Banyak produk susu kaleng atau susu formula mengandung asam linoleat, DHA dan sebagainya. ASI juga mengandung zat anti efeksi.
Untuk memulihkan kondisi Balita pada status normal, dibutuhkan asupan susu yang mudah diserap tubuh yakni Entrasol. Tiap Balita diharuskan mengkonsumsi 60 kotak susu, dimana dalam hitungan 90 hari berat badan anak kembali normal. Kriteria yang dicantumkan antara lain: biasa makan beraneka ragam makanan (makan 2-3 kali sehari dengan makanan pokok, sayur, dan lauk pauk), selalu memantau kesehatan anggota keluarga, biasanya menggunakan garam beryodium, dan khusus ibu hamil, didukung untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi minimal sampai 4 bulan setelah kelahiran. Kriteria ini tentunya masih sulit dipenuhi oleh masyarakat Indonesia. Adapun ciri-ciri klinis yang biasa menyertainya antara lain:
* Kenaikan berat badan berkurang, terhenti, atau bahkan menurun.
* Ukuran lingkaran lengan atas menurun.
* Maturasi tulang terlambat.
* Rasio berat terhadap tinggi, normal atau cenderung menurun.
* Tebal lipat kulit normal atau semakin berkurang.

LANGKAH PENGOBATAN
Pengobatan pada penderita MEP tentu saja harus disesuaikan dengan tingkatannya. Penderita kurang gizi stadium ringan, contohnya, diatasi dengan perbaikan gizi. Dalam sehari anak-anak ini harus mendapat masukan protein sekitar 2-3 gram atau setara dengan 100-150 Kkal. Langkah penanganan harus didasarkan pada penyebab serta kemungkinan pemecahnya.
Sedangkan pengobatan MEP berat cenderung lebih kompleks karena masing-masing penyakit yang menyertai harus diobati satu per satu. Penderita pun sebaiknya dirawat di rumah sakit untuk mendapat perhatian medis secara penuh. Sejalan dengan pengobatan penyakit penyerta maupun infeksinya, status gizi anak tersebut terus diperbaiki hingga sembuh. Memulihkan keadaan gizinya dengan cara mengobati penyakit penyerta, peningkatan taraf gizi, dan mencegah gejala atau kekambuhan dari gizi buruk

JUMLAH KASUS GIZI BURUK PADA BALITA MENURUN
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan, berbagai upaya intervensi perbaikan gizi yang dilakukan pemerintah berhasil menurunkan jumlah kasus gizi kurang dan gizi buruk balita dalam beberapa tahun terakhir. "Capaiannya sudah signifikan, tapi memang belum bisa langsung membuatnya jadi tidak ada karena untuk itu memang butuh waktu lama," katanya. Ia menjelaskan, penanganan gizi buruk membutuhkan dana yang cukup besar, sehingga perlu dukungan dana dari pemerintah pusat. Kasus gizi buruk dan gizi kurang pada balita yang pada 2004 sebanyak 5,1 juta telah turun menjadi 4,4 juta pada 2005 dan kembali turun menjadi 4,2 juta pada 2006. "Tahun 2007 angkanya juga turun lagi menjadi 4,1 juta.
Mengalami penurunan bermakna dalam tiga tahun terakhir. Menurut Laporan Kasus Gizi Buruk Dinas Kesehatan Provinsi yang disampaikan ke Departemen Kesehatan pada 2005, jumlah kasus gizi buruk pada balita yang ditemukan dan ditangani sebanyak 76.178 kemudian turun menjadi 50.106 pada 2006 dan turun lagi menjadi 39.080 pada 2007. Jumlah temuan kegiatan surveilans itu lebih rendah dibandingkan dengan target penemuan kasus gizi buruk pada balita yang pada 2005 seharusnya sebanyak 180.000 kasus, 94.000 kasus pada 2006 dan 75.000 kasus pada 2007.
Guna menurunkan jumlah kasus gizi buruk seperti yang telah ditargetkan, yakni menjadi 20 persen dari total balita pada 2009, pemerintah telah melakukan upaya penanggulangan masalah gizi jangka pendek, menengah dan panjang. Targetnya tahun 2009 bisa turun menjadi 20 persen dari jumlah balita, upaya jangka pendeknya antara lain perawatan kasus sesuai prosedur di rumah sakit secara gratis, pemberian makanan bergizi tinggi bagi balita dari keluarga kurang mampu dan surveilans kasus secara periodik melalui Posyandu, serta pemberian makanan pendamping ASI gratis bagi bayi usia 6-24 bulan dari keluarga kurang mampu.
Jangka menengah memberdayakan masyarakat untuk memperbaiki pola asuh pemeliharaan bayi seperti promosi pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dan penimbangan berat badan bayi secara rutin untuk deteksi dini kasus, pemerintah juga berusaha meningkatkan akses pelayanan kesehatan dan gizi yang bermutu melalui pembentukan Pos Kesehatan Desa, penempatan bidan di desa, peningkatan kemampuan tenaga kesehatan, penguatan Puskesmas dan pembentukan tim kesehatan keliling di daerah terpencil.
Setiap tahun juga telah meningkatkan alokasi anggaran untuk perbaikan gizi. Jika pada 2005 alokasi dana untuk perbaikan gizi hanya Rp175 miliar, maka 2006 ditingkatkan menjadi Rp582 miliar dan kembali ditingkatkan menjadi Rp600 miliar pada 2007. "Tahun 2008 ini besaran anggarannya masih dibahas, tapi dipastikan tidak akan lebih rendah dari Rp600 miliar," Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2008 pemerintah mengalokasikan 2,3 persen untuk biaya kesehatan. Dengan strategi dan langkah yang telah diterapkan, pemerintah optimistis bisa menurunkan kasus gizi buruk dan kurang pada balita sesuai target.


BAB III

A. KESIMPULAN
Ada 4 faktor yang melatarbelakangi KKP yaitu : masalah social, ekonomi, biologi, dan lingkungan. Kemiskinan salah satu determinan social - ekonomi, merupakan akar dari ketiadaan pangan, tempat mukim yang berjejalan, dan tidak sehat serta ketidakmampuan mengakses fasilitas kesehatan. Malnutrisi masih saja melatarbelakangi penyakit dan kematian anak. Kurang kalori protein sesungguhnya berpeluang menyerap siapa saja, terutama bayi dan anak yang tengah tumbuh-kembang. Marasmus sering menjangkiti bayi yang baru berusia kurang dari 1 tahun, sementara kwashiorkor cenderung menyerang setelah mereka berusia 18 bulan. Penilaian status gizi masyarakat memerlukan kebijakan yang menjamin setiap anggota masyarakat mendapatkan makanan yang cukup jumlah dan mutunya. Gizi yang diperoleh seorang anak melalui konsumsi makanan setiap hari. Kecukupan zat gizi berpengaruh pada kesehatan dan kecerdasan anak.Kasus gizi buruk bukanlah jenis penyakit yang datang tiba-tiba begitu saja. Tetapi karena proses yang menahun terus bertumpuk dan menjadi kronik saat mencapai puncaknya. Masalah defisiensi gizi khususnya KKP menjadi perhatian karena berbagai penelitian menunjukan adanya efek jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak manusia

B. SARAN
Ketidakseriusan pemerintah terlihat jelas ketika penanganan kasus gizi buruk terlambat seharusnya penanganan pelayanan kesehatan dilakukan disaat penderita gizi buruk belum mencapai tahap membahayakan. Setelah kasus gizi buruk merebak barulah pemerintah melakukan tindakan ( serius ). Keseriusan pemerintah tidak ada artinya apabila tidak didukung masyarakat itu sendiri. Sebab, perilaku masyarakat yang sudah membudaya selama ini adalah, anak-anak yang menderita penyakit kurang mendapatkan perhatian orang tua. Anak-anak itu hanya diberi makan seadanya, tanpa peduli akan kadar gizi dalam makanan yang diberikan. Apalagi kalau persediaan pangan keluarga sudah menipis. Tanpa data dan informasi yang cermat dan lengkap sebaiknya jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa adanya gizi buruk identik dengan kemiskinan. Dan seharusnya para ibu mengupayakan sesuatu yang terbaik untuk anaknya yang nantinya anak tersebut dapat menolong sang ibu. Ibu jangan mudah menyerah hadapilah semuanya itu, saya yakin pasti akan ada jalan keluarnya
DAFTAR PUSTAKA

Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Fajar, Ibnu, dkk. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Moehji, Sjahmien. 1999. Ilmu Gizi. Jakarta : Bhratara.
Santoso, Soegeng, Ranti, Anne Lies. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta.
www.liputan6.com
www.antara.co.id
www.groups.yahoo.com
www.emedicine.com
www.dinkes-dki.go.id
www.depkes.go.id
www.kompas.com
www.mercksource.com
http://www.suarapembaruan.com
www.sinarharapan.co.id
http://www.republika.co.id
www.kabblitar.go.id
Gizi.net –
Sulung Prasetyo – sinarharapan.co.id

MALNUTRITION


CHAPTER I


A. BACKGROUND

Problem gizi emerges as result of resilience problem of food level of household ( ability obtains food for all its(the anggotan ), health problem, poorness, generalization, and job(activity opportunity. This time problem gizi experiences mushroom growth, Malnutrition still surround disease and chlid death, though often miss from attention. situation of Health of gizi depended from level of consumption that is quality of dish containing all requirement of body. Effect [of] health of gizi which is good not, hence arising nutritional disease, generally at child of balita suffered from ugly gizi. Relation between sufficiency of gizi and infection disease is very tightly reciprocal causality. Various trouble disease gizi and ugly gizi as a result not the good of mutu/jumlah food which unmatched to requirement of body masing - masing people. Problem gizi initialy is considered to be health problem which can only be overcome with therapy medis/kedokteran. But, then is realized that symptom klinis gizi is less which many found medical doctor simply is critical have been end level from with refer to other process preceding it. Influence gizi to development of chlid mental. This thing is referring to the stop of growth of brain cell happened at chlid suffering trouble gizi at the age of very young even in content. Various factor which indirectly pushs the happening of trouble gizi especially at balita. Ignorance would the relation of food and health, ugly prejudice to certain food-stuff, existence of kebiasaan/pantangan harming, abundant hobby to certain food type, limitation of production of family, and birth distance which meeting.

B. PROBLEM IDENTIFICATION

Problem - ugly gizi problem which we know can groan its(the khusu whosoever balita and chlid - child of with criteria certain age. Problem gizi intrinsically is public health problem, but its(the penanggulangan cannot be done with medical approach and just health service but from other approach. Here writer identifies ugly gizi in the form of cause - ugly gizi cause, kwashiorkor, marasmus, maramus - kwashiorkor, asupan gizi, malnutrition of primary and secondary, step of therapy, and number of ugly gizi patient data.

C. PURPOSE OF

Intention of writing of this presentation handing out is wish to advise to thing public - the any kind of becoming scope from ugly gizi problem, adds knowledge for public that broader of her horizon about ugly gizi, informs number of degradations of ugly gizi patient from the year 2004 - 2007, gives picture that is pathological clear of ugly gizi, nor forgets to add student value, etc. which able to affect is positive for writer and readers.




CHAPTER II
THEORY

A. THEORY REVIEW
Gizi is an organism process applies food consumed normally through digestion process, imbibition, transportation, storage, metabolism, and matter expenditure - matter that is is not applied to maintain life, growth and normal function from organ - organ and yields energy. Effect lacking of gizi, hence nutrient deposit at body is applied to fulfill requirement if this situation take place stripper hence nutrient deposit would [used up/finished] and finally happened network decline. At the moment people can be told malnutrition. someone PIECE who ugly gizi disebakan by the low of consumption of energy and protein in food one day - day. In general patient KEP comes from family having production low, label - label klinis ugly gizi can become a real important indicator to know someone suffers ugly gizi. There are some disease relating to gizi that is nutritional disease is more ( obesity ), ugly gizi ( malnutrition ), metabolic wafting, food poisoning, etc. Ugly gizi trouble depicts a situation of pathologis happened as result of ketidaksesuaian/tidak fufilled it between nutrients entering kedalam body with requirement of nutrient body would within relative of stripper. Nutrition is a special science branch studies relation between food which we eat and body health. Good health not happened because there are change which in the form of lacking of certain food matter ( deficiencies ) or excessive. Mental defect generally include;covers protein, carbohydrate, vitamin, and mineral. While excess generally include;covers consumption of fat, protein, and sugar. To reach condition of child of perlu/cukup gizi must pay attention to x'self hygiene and environmental and does good activity like sport, etc.. Unfavourable consumption quality and its(the amount will give condition of health of gizi kurang/defisiensi. situation of Health of gizi public depend on level of consumption determined by quality and dish amount. Nutritional disease in Indonesia especially pertained into group of deficiency disease that is often is attributed to infection which able to relate to trouble gizi. Deficiencies gizi is beginning of from trouble system immune pursuing reaction of imunologis. Trouble gizi and infection often is each other cooperate will give prognosis which worse. There is various a real nutrients influences condition of man health. Health problem of gizi dapa arises in the form of disease with high storey.

B. PROBLEM SOLUTION

During the year this many health disasters has knocking over this nation. Starts from dengue, polio and malnutrition ailment that is enough surprising. Ugly gizi patient case always increases in a number of areas. Ugly gizi case generally befalls balita with reasoning of light economics. How the many babies and children which had wrestled with hunger and grief since they are borne. The root cause ugly gizi case in Indonesia seems to because economic problem or less knowledge. Poorness and disability of old fellow provides nourishment for its(the chlid becomes the root cause the increasing of ugly gizi victim in Indonesia, poorness triggers case Gizi Buruk. situation of this ugly gizi in klinis divided to become 3 type: Kwashiorkor, Marasmus, and Kwashiorkor-Marasmus. Third condition of this patologis generally happened at children in developing countries staying in age spread [shall] no longer suckle.
KWASHIORKOR

• Kwashiorkor marking covers

• oedema in all body, especially at foot/feet back,

• circular face and sembab,

• melancholy sight,

• change of mental status: sissy, rewel, sometime apathy,

• hair is having colour auburn, matt, and easy to be abstracted,

• muscles minimizes, observed especially when standing and sitting,

• brown red pock at skin, black alterable and flakes

• refuses all food types ( anorexia)

• often is accompanied anaemia, diarrhoea, and infection.

MARASMUS

Marasmic case or heavy malnutrition because less carbohydrately is accompanied hand and swelling foot/feet, bay window, hair shaped moulted and broken, skin trouble. In general patient seems to weakening often is carried on the back, rewel and many weeping. At continuation stadium of chlid seen apathetic or decline awareness.
There is also other marking is:

* Its(the body weight is less than 60% normal chlid weight as of its(the age.

* Skin seen drought, cool and lax.

* Among others has hair which is easy moulted.

* Uppermost stand-out bones.

* Often suffers diarrhoea or constipation.

* Blood pressure tends to low compared to normal chlid, with haemoglobin rate that is also lower than its(the semesti.

* chlid seen very thin, remains prepacked bone of skin,

* face like old fellow, sissy, rewel, concave stomach, and wrinkle skin


MARASMIK-KWASHIORKOR

This disease is aliance from marasmus and kwashirkor with accompanying symptom aliance.

* Patient body weight only shift in number 60% from normal weight. Typical symptom both the disease seems to be explain, like oedema, hair disparity, disparity of skin etcetera.

* Body contains more dilutions, because the lessen of fat and muscle.

* Potassium in body declines is drastic causing causes trouble metabolic like trouble at kidney and pancreas.

* Other mineral in body also experiences trouble, like the increasing of sodium rate and phosphorus inorganik and lowering of magnesium rate.

Symptom klinis Kwashiorkor-Marasmus none other than combination from symptoms each the disease.

UGLY GIZI CAUSE

The root cause gizi is less and ugly gizi not one. There is many!. First cause is nature factor. In general famous soil;land;ground as trop. which rainfall minim. Sometime its(the rainfall many but in a real brief range of times. As a result, the rain do not become blessing but delivering floods disaster. But, a few years lately there is no rain becomes drought kerontang! Corn crop which is family economics supporter at the same time as everyday food of public?people fails harvested. As a result, many farmers is including children, especially who live in area pelosok, eats any kind of for the shake of living. Worryed of gizi which less and even ugly will make worse growth of physical and function of brains. If this happened, this children future ascertained to very dusky and rough.Second cause is humanitarian factor that is coming from socio-cultural of local public. Most farmer public haves the character of ' dimensional one,' namely public which hardly depend on one livings only. Many people plants food ' as enough ' his(its is only, mean the enough yield to take care of one families until a period of the next crop. Has not there are their agricultural produce conducting idea to for the shake of meraup advantage or for the shake of increasing family earnings. Existence of culture ' alternative ' that is exploiting house yard to plant vegetables for the shake of supporting basic necessities.
Third cause still shifting humanitarian problem but more this relates to structural problem, that is lack of attention of government. Public?People relationship pattern and government still be vertical not only eliminating public?people social control to the functionaries, but also opens access to grind and un-justice and, riskiest, creates obsession to fertilize corruption culture. Of course not all government officers and functionary like that!. Out side of that of all likely publics requires associate that they to comprehend individual rights and their social rights as citizens.

STEP OF THERAPY

Therapy at patient MEP of course must be adapted for its(the level. Patient is less gizi light stadium, its(the example, overcome with repair gizi. In one day this children must get protein input around 2-3 grams or equivalent with 100-150 Kkal. Step of handling must be based on cause and possibility that its(the billows. While therapy of MEP weight tends to more complexly because each accompanying disease must be cured one per one. Patient also better be taken care of in hospital for your kind attention medical fully. In line with therapy of disease penyerta and also its(the infection, status gizi the chlid always is improve;repaired so recovers. Cures situation of its(the gizi by the way of curing disease penyerta, improvement of level gizi, and prevents symptom or relapsing from

CHAPTER III


A. CONCLUSION

There is 4 factor surrounding KKP that is : problem social, economics, biology, and area. Poorness of one of determinant social - economics, be root of no food, place of residence which berjejalan, and indisposed and disability access health facility. Malnutrition still surround disease and chlid death. Less protein caloriely in fact having opportunity permeates whosoever, especially baby and chlid tumbuh-kembang which is. Marasmus often infects having age new baby less than 1 year, whereas kwashiorkor tends to groans after they are having age 18 months. Assessment of status gizi public requires policy guarantying every member of public to get square meal number of and its(the qualities. Gizi obtained a chlid through consumption of food every day. Sufficiency of nutrient haves an in with health and intellegence of anakKasus ugly gizi is not disease type coming abrupt off hand. But because chronical process always cumulative and becomes kronik when reaching its(the top. Deficiencies problem gizi especially KKP becomes attention because various researchs of menunjukan existence of long-term effects to growth and development of man brain.
B. SUGGESTION

Ketidakseriusan stand-out government when handling of ugly gizi case come late service handling ought to of health is done when [by] ugly gizi patient has not reached phase to endanger. After ugly gizi case of merebak then governmental conducts action ( serious ). Governmental serious doesn't mean anything if is not supported society itself. Because, behavior of public which has culturalized till now is, suffering from children unable to get attention of old fellow. The children only fed to be patch up, without bothering about rate gizi in food given. More than anything else if supply of family food have been thin. Without careful data and information and complete better don't untimely concludes that existence of identical ugly gizi with poorness.And ought to the mothers strives thing best for its(the chlid which later the chlid can help the mother. mother doesn't easy to surender facing altogether that, I am sure will surely there are its(the way out.









BIBLIOGRAPHY


*Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Medical Book EGC.

*Dawn, Ibnu, cs 2001. Assessment of Status Gizi. Jakarta : Medical Book EGC.

*Moehji, Sjahmien. 1999. Nutrition. Jakarta : Bhratara.

*Santoso, Soegeng, Ranti, Anne Lies. 2004. Health and Gizi. Jakarta : Rineka Cipta.
*www.dinkes-dki.go.id
*www.depkes.go.id

Senin, 25 Oktober 2010

AKUNTANSI DASAR RUMAH SAKIT II(HANDOUT)


PERTEMUAN I

GAMBARAN UMUM AKUNTANSI


1. DEFINISI

Akuntansi adalah Proses pengenalan, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi guna memungkinkan melakukan penilaian dan pengambilan keutusan oleh para pengambil keputusan.

Proses:
Pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, peringkasan dan penyajian transaksi keuangan dengan cara tertentu dari sebuah entitas.
Fungsi: Menghasilkan Laporan Keuangan

2. Manfaat Informasi Akuntansi;
1. Manajemen : Mengetahui tingkat perkembangan perusahaan
2. Kreditur: Mengetahui kemampuan mengembalikan pinjaman
3. Fiskus : Sebagai dasar informasi pemungutan pajak
4. Karyawan: berkepentingan dengan Kesejahteraan karyawan

3.Lapangan khusus Akuntansi
• Akuntansi Keuangan
• Pemeriksaan Keuangan
• Akuntansi Biaya
• Akuntansi Manajemen
• Akuntansi perpajakan
• Sistem Akuntansi
• Akuntansi Anggaran
• Akuntansi pemerintahan
• Akuntansi kemasyarakatan

4. Perbedaan Akuntansi dan Tata Buku
Tata Buku : Menekankan sistem pencatatan terutama pembukuan kameral (single entry)
Akuntansi : Perencanaan Pencatatan double entry (menghasilkan laporan keuangan) dan Analisa hasil Pencatatan (analisa laporan keuangan)

5. Arti, Jenis dan Kegiatan Perusahan
a. Perusahaan jasa (Menjual pelayanan /tidak berwujud fisik):
• Jasa Konsultan dan Profesi, misal: konsultan bangunan, akuntan, dokter, pengacara, klinik bersalin, dll
• Jasa hiburan: Bioskop, taman hiburan, bilyar.
• Jasa keahlian pribadi: Salon kecantikan, tukang cukur, penjahit , studio foto.
• Jasa Angkutan:Perusahaan penerbangan, kereta api, taksi dan biro perjalanan.
• Jasa penginapan: hotel, losmen, asrama, motel
• Jasa komunikasi: Perusahaan telepon, radio dan televisi swasta.
• Jasa Pertanggungan dan keuangan:bank,asuransi, pegadaian, simpan pinjam.


b. Perusahaan dagang (membeli dan menjual tanpa merubah bentuk):
• Supermarket, Toko, distributor, pedagang hasil bumi, toko buku, dll.

c. Perusahaan Industri (Mengolah bahan baku menjadi barang lain yang mempunyai manfaat lebih tinggi):
• Pabrik tekstil, kertas, kerajinan sepatu dan tas, dll.


5. Bentuk Perusahaan
• Perusahaan Perseorangan: Dimiliki dan dikelola oleh satu orang.
• Persekutuan: paling sedikit Dua orang bergabung menjalankan usaha dengan kedudukan sama
• Persekutuan komanditer: sama dengan persekutuan/firma tetapi kedudukan diantara persero berbeda.
• Perseroan: perusahaan yang modalnya terbentuk atas saham.
• Koperasi: Bentuk kerja sama dalam usaha yang dimiliki anggota dan untuk kesejahteraan anggota.

































PERTEMUAN II

PERSAMAAN DAN LAPORAN AKUNTANSI


PERSAMAAN AKUNTANSI

Jika semua harta perusahaan dibiayai dari modal sendiri tanpa hutang, maka:

Assets = equities

Jika semua harta perusahaan dibiayai dari hutang dan modal, maka:

Assets = Liabilities + capital

TRANSAKSI-TRANSAKSI:
1. Dr. Abidin mendirikan Klinik Pratama Husada pada tanggal 1 April 2007 dengan modal Rp. 200.000.000,- yang disimpan dalam bentuk deposito di bank Danamon.
2. Klinik Pratama Husada membeli peralatan medis dan non medis dengan tunai seharga Rp. 120.000.000,-.
3. Klinik Pratama Husada membeli perlengkapan kantor senilai Rp 2.000.000,- dengan perjanjian pembayaran dilaksanakan pada bulan berikutnya.
4. Sebagian hutang tersebut dibayar dengan jumlah Rp. 1.200.000,-
5. Selama bualan April tersebut Klinik Pratama Husada menerima pendapatan jasa pemeriksaan kesehatan sejumlah Rp. 16.500.000,- secara tunai
6. Berbagai macam beban yang dikeluarkan perusahaan selama bulan tersebut antara lain:
Gaji dan Upah Rp. 5.400.000,-
Listrik dan air 1.600.000 ,-
Telepon 500.000,-

7. Diketahui nilai perlengkapan pada akhir bulan tinggal Rp 900.000,-.
8. Ditaksir penyusutan peralatan Medis dan Non medis pada bulan tersebut Rp. 2.000.000,-
9. Pada Akhir bulan Dr. Abidin mengambil uang dari kas Klinik Pratama Husada sebesar Rp. 1.500.000,- untuk kepentingan Pribadinya.

Keterangan:
Asset = harta perusahaan/investasi milik perusahaan
Libilities = Kewajiban/Hutang
Equities = capital/modal sendiri
Beban = pengorbanan atas barang/jasa yang diarahkan untuk menjalankan perusahaan
Depresiasi = penyusutan
Akumulasi Depresiasi = jumlah penyusutan
Peralatan = harta yang berumur lebih dari satu tahun
Perlengkapan = harta yang berumur kurang dari satu tahun
Prive = Withdrawals/pengambilan sebagian laba untuk kepentingan pribadi pemilik perusahaan perseorangan/non badan hukum


JENIS-JENIS LAPORAN AKUNTANSI:
1. Neraca/Balance Sheet : Suatu daftar yang berisi ringkasan harta, kewajiban dan modal suatu perusahaan yang biasanya ditutup pada hari terakhir setiap bulan
2. Laporan Laba Rugi /Income Statement : Laporan yang bersisi ringkasan pendapatan dan biaya dari suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu
3. Laporan Perubahan Modal/Capital Statement : Laporan yang berisi ringkasan perubahan modal suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu.


PERSAMAAN AKUNTANSI UNTUK TRANSAKSI-TRANSAKSI DI KLINIK PRATAMA HUSADA

No. Transaksi Assets = Liabilities Capital
Kas Perlengkapan Peralatan Akumulasi Depresiasi Hutang Jangka Pendek Dr. Abidin, Modal
1 200.000 200.000
2 120.000 120.000
Bal. 80.000 200.000
3 2.000 2.000
Bal. 80.000 2.000 120.000 2.000 200.000
4 1.200 1.200
Bal. 78.800 2.000 120.000 800 200.000
5 16.500 16.500
Bal. 95.300 2.000 120.000 800 216.500
6 7.500 5.400
1.600
500
Bal. 87.800 2.000 120.000 800 209.000
7 1.100 1.100
Bal. 87.800 900 120.000 800 207.900
8 (2.000) (2.000)
Bal. 87.800 900 120.000 (2.000) 800 205.900
9 1.500 1.500
Bal. 86.300 900 120.000 (2.000) 800 204.400

CARA PENYAJIAN LAPORAN NERACA:
1. Laporan bentuk report form/stafel: kewajiban dan modal diletakan di bawah harta (bentuk ini lebih umum dipakai oleh peruahaan).
2. Laporan bentuk Rekening/Account form/Skontro: harta di sebelah kiri sedangkan kewajiban dan modal disebelah kanan.


CONTOH:

”Klinik Pratama Husada”
Neraca
Per 30 April 2007

Harta
Kas Rp. 86.300.000
Perlengkapan 900.000
Peralatan 120.000.000
Dikurangi: Akumulasi Depresiasi (2.000.000)

Total Harta 205.200.000

Kewajiban
Hutang Jangka Pendek Rp. 800.000
Modal
Dr. Abidin, Modal 204.400.000
Total Kewajiban dan Modal 205.200.000



”Klinik Pratama Husada”
Laporan Laba Rugi
Per 30 April 2007

Pendapatan Jasa Rp. 16.500.000
Biay Operasional:
Beban Gaji dan Upah 5.400.000
Beban Listrik dan Air 1.600.000
Beban Telepon 500.000
Beban Depresiasi 2.000.000
Beban Perlengkapan 1.100.000
Total Biaya Operasional 10.600.000

Laba Bersih 5.900.000






”Klinik Pratama Husada”
Laporan Perubahan Modal
Per 30 April 2007


Modal, 1 April 2007 Rp.200.000.000
Laba Bersih Bulan April 2007 5.900.000
Dikurangi: Prive 1.500.000
Penambahan Modal 4.400.000
Modal, 30 April 2007 204.400.000

Soal Latihan :
Pada tanggal 1 Oktober 2007 Dr. Taufik mendirikan Klinik Mulia Husada. Transaksi yang terjadi selama bulan Oktober 2007 adalah sebagai berikut:
1. Memulai usaha dengan mendepositokan uang ke bank BRI sebesar Rp. 150.000.000,-
2. Membayar Beban Listrik dan Air Rp. 3.000.000,-
3. Membeli peralatan berupa meja tulis, kursi, lemari arsip dan perlatan medis seharga Rp. 15.000.000,- . Dari jumlah tersebut RP. 10.000.000,- dibayar tunai dan sisanya dengan kredit.
4. Membeli perlengkapan berupa pensil, kertas HVS, dan lain-lain senilai Rp. 700.000,- secara tunai
5. Diterima pendapatan jasa senilai Rp. 10.500.000,-
6. Membayar hutang kepada kreditur Rp. 3.000.000,-
7. Membayar beban Telepon Rp. 1.000.000,-
8. Dr. Taufik mengambil prive senilai Rp. 2.400.000,-
9. Penyusutan Peralatan ditaksir Rp 500.000,-
10. Setelah dilakukan Inventarisir perlengkapan diketahui beban perlengkapan yang terpakai Rp 300.000,-

Pertanyaan:
1. Catat Transaksi di atas dan tentukan saldonya dengan judul kolom sebagai berikut:

Assets = Liabilities + Capital
Kas+Perlengkapan + Peralatan- Akum.Depr. = Hutang Jk. Pendek + Dr. Taufik, Modal

2. Buatlah Neraca, Laporan Laba rugi, dan Perubahan Modal per 31 Oktober 2007.















PERTEMUAN III

FINANCIAL STATEMENT DAN PENCATATAN TRANSAKSI

Financial statement terdiri dari:
1. Balance Sheet (Neraca)
2. Income Statement (Laporan Laba Rugi)
3. Retained Earning Position/Capital Statement (Laporan Perubahan Modal)modal awal dan perubahannya
4. Informative Disclosure (Catatan Atas Laporan Keuangan)
5. Cash Flow (Laporan Arus Kas)


Klasifikasi Aktiva:
1. Aktiva Lancar (Current Assets), terdiri dari:
Kas (cash), Surat berharga (marketable securities), Wesel Tagih (Notes Receivable), Piutang Dagang (Accounts Receivable), Persediaan Barang (Merchandise Inventory), Beban dibayar dimuka (Prepaid Expense), dan Perlengkapan (Supplies).
2. Investasi/Penyertaan (Investment)
Investasi Saham, Obligasi, tanah dan lain-lain
3. Aktiva Tetap (Fixed Assets)
Tanah (Land), Gedung (Building/factory/plant), Mesin-mesin Produksi (Machinery), Kendaraan (Vehicles), dan Peralatan (Equipment), Akumulasi Penyusutan (Accumulation Depreciation).
4. Aktiva tidak Berwujud (Intangible Assets)
Goodwill, Hak Paten, Hak Cipta, Merek dagang
5. Aktiva Lain-lain (Other Assets)
Aktiva yang diperoleh di luar operasi normal perusahaan, misalnya gedung yang diperoleh akibat penyitaan karena perusahaan menang dalam perkara guguatan atas pihak ketiga.

Klasifikasi Kewajiban:
1. Kewajiban Lancar (Notes Payable)
Hutang Dagang (Accounts Payable), Hutang Wesel (Notes Payable), Rekening yang masih harus dibayar (Account Liabilities), Bagian Hutang Jangka Panjang yang Jatuh tempo
2. Kewajiban Jangka Panjang (Long term Liabilities)
Obligasi (Obligation/Bond), Hipotik (Mortgage Payable), Diskonto Obligasi (Discounted Obligation).

Klasifikasi Modal:tanda kepemilikan seeorang thd perusahaan ttntu dgn memperoleh hak suara
1. Modal Saham (Capital Stock)
Saham Istimewa (Prefered Stock) dividennya didahulukan tp g punya hak suara Saham Biasa (Common Stock)
2. Agio Saham (Premium Stock)kelebihan nilai saham diatas harga beli
3. Laba ditahan (Retained Earnings)bagian dr laba bersih untuk investasi/ga dibagiin

Klasifikasi Laporan Laba Rugi:
1. Pendapaatan (Revenue)
Pendapatan Operasional dan Pendapatan Non Operasional yang akan menambah modal
2. Beban (Expense)
Beban Harga Pokok (Operasional)koorbisnis. dan Beban Non Operasional (Administrasi, Umum, dan Pemasaran) yang akan mengurangi modal.
3. Laba Atau Rugi
Laba (Profit) adalah selisih lebih pendapatan di atas beban-beban, Sedangkan Rugi (Loss) adalah sebaliknya.

PENGGUNAAN T ACCOUNT

T account (Rekening perkiraan bentuk T) adalah bentuk Ledger (buku besar) yang disederhanakan ke dalam bentuk huruf T dimana disebelah kiri adalah debit dan disebelah kanan adalah kredit. Mekanisme yang digunakan adalah sistem double entry (pencatatan berpasangan), artinya setiap transaksi akan dicatat ke dalam 2 (dua ) perkiraan atau lebih dengan jumlah yang selamanya sama/seimbang antara debit dan kredit sesuai dengan ketentuan didalam persaman dasar akuntansi. Untuk menyusun T account harus dikuasai terlebih dahulu pengetahuan tentang posisi saldo normal masing-masing rekening baik rekening- rekening di neraca maupun laporan laba rugi.

Jenis Perkiraan Penambahan Pengurangan Saldo Normal
Aktiva Debit Kredit Debit
Kewajiban Kredit Debit Kredit
Modal Kredit Debit Kredit
Penarikan Debit Kredit Debit
Deviden Debit Kredit Debit
Pendapatan Kredit Debit Kredit
Beban Debit Kredit Debit

Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Juni 2007 di balai Pengobatan ”Bakti darma”:
1. Dr. Yahya menginvestasikan Rp 100.000.000 berupa kas ke dalam Balai Pengobatan Bakti Darma.
2. Dibayar untuk 1 tahun sewa kantor Rp. 6.000.000
3. Dibayar Rp.60.000.000 untuk investasi peralatan medis
4. Dibeli peralatan kantor/non medis Rp.2.000.000 per kas.
5. Membeli peralatan kantor senilai Rp. 7.000.000 dari PT. Bahtera
6. Dibeli Perlengkapan Kantor secara kredit dari Toko Trisakti Rp. 1.200.000
7. Dijual peralatan kantor yang tidak terpakai kepada Bahri &Co. Rp .2.000.000 perkas dan Rp 100.000 kredit.
8. Diterima dari Bahri&Co. Rp. 100.0000
9. Dibayar kepada PT. Bahtera Rp.3.500.000
10. Diterima pendapatan pemeriksaaan kesehatan 3 minggu pertama bulan Juni Rp. 17.000.000
11. Dibayar Gaji pegawai untuk 2 orang Rp. 1.200.000 untuk 2 minggu pertama bulan Juni
12. Diterima pendapatan pemeriksaan kesehatan 1 minggu terakhir bulan Juni Rp .1.500.000
13. Dr. Yahya mengambil Rp. 4.000.000 untuk kepentingan pribadi
14. Dibayar Gaji pegawai untuk 2 minggu terakhir Rp. 1.200.000
15. Membayar rekening Telepon bulan yang bersangkutan Rp. 400.000
16. Membayar biaya sevice rutin peralatan medis Rp1.500.000
17. Membayar biaya advertensi Rp 120.000


ASSETS = LIABILITIES + CAPITAL

KAS HUTANG USAHA MODAL, DR. YAHYA
1) 100.000.000 2) 6.000.000 9) 3.500.000 5) 7.000.000 1) 100.000.000
7) 2.000.000 3) 60.000.000 1.200.000
8) 100.000 4) 2.000.000 Jlh. 3.500.000 - 8.200.000 PENARIKAN, DR YAHYA
10) 17.000.000 9) 3.500.000 So. 4.700.000 13 4.000.000
12) 1.500.000 11) 1.200.000
13) 4.000.000 PENDAPATAN JASA PEMERIKSAAN KES.
14) 1.200.000 10) 17.000.000
15) 400.000 12) 1.500.000
16) 1.500.000 Jlh. 18.500.000
17) 120.000 So. 18.500.000
Jlh 120.600.000 - 79.920.000
So. 40.680.000 BEBAN GAJI
11) 1.200.000
14) 1.200.000
PIUTANG USAHA Jlh. 2.400.000
7) 100.000 8) 100.000 So. 2.400.000
So. -
SEWA DIBAYAR DI MUKA BEBAN TELEPON
2) 6.000.000 15) 400.000

PERLENGKAPAN KANTOR BEBAN PEMELIHARAAN RUTIN
6) 1.200.000 16) 1.500.000

PERALATAN MEDIS BEBAN ADVERTENSI
3) 60.000.000
17) 120.000

PERALATAN KANTOR
4) 2.000.000 7) 2.100.000
5) 7.000.000
Jlh. 9.000.000 2.100.000
So. 6.900.000


Jlh. 114.780.000 Jlh. 4.700.000 Jlh. 110.080.000







PENYUSUNAN NERACA PERCOBAAN (TRIAL BALANCE)

Langkah-langkah Penyusunan Trial Balance:
a. Tetapkanlah saldo dari setiap perkiraan
b. Jumlahkanlah saldo debit
c. Jumlahkanlah saldo kredit
d. Bandingkanlah antara jumlah debit dan edit, harus sama.
Jika jumlah debit dan kredit tidak seimbang, berarti terjadi kesalahan , karena:
a. salah pencatatan/pemasukan perkiraan
b. salah dalam menentukan saldo dalam setiap perkiraan
c. salah memindahkan angka dari perkiraan ke dalam trial balance
d. kekeliruan di dalam menjumlahkan angka-angka di kolom-kolo trial balance

Yang harus diwaspadai:
Sekalipun jumlah debit dan kredit di trial balance sudah sama hal itu tidak menjamin pencatatan telah benar 100%. Kesalahan masih mungkin terjadi akibat kekurang telitian misalnya nilai Rp 4.000.000 yang seharusnya dicatat pada debit rekening penarikan pribadi malah dicatat sebagai debit beban gaji.


BALAI PENGOBATAN BAKTI DARMA
NERACA PERCOBAAN
PER 30 JUNI 2008


DEBIT KREDIT
KAS 40.680.000
SEWA DIBAYAR DIMUKA 6.000.000
PERLENGKAPAN KANTOR 1.200.000
PERALATAN MEDIS 60.000.000
PERALATAN KANTOR 6.900.000
HUTANG USAHA 4.700.000
MODAL, DR YAHYA 100.000.000
PENARIKAN, DR. YAHYA 4.000.000
PENDAPATAN JASA PEMERIKSAAAN 18.500.000
BEBAN GAJI 2.400.000
BEBAN TELEPON 400.000
BEBAN PEMELIHARAAN RUTIN 1.500.000
BEBAN ADVERTENSI 120.000

JUMLAH 123.200.000 123.200.000

Soal-Soal:
1. Dr. Rahmat memulai usaha kliniknya yang diberi nama Klinik Mitra Sehat pada bulan Maret 2007 dengan investasi berupa uang kas Rp. 80.000.000.
2. Membayar sewa gedung Rp. 12.000.000 untuk satu tahun
3. Membeli peralatan Medis senilai Rp160.000.000 yang diabayar tunai Rp 45.000.000 sisanya berupa surat perjanjian kesanggupan membayar.
4. Dibeli perlatan kantor secara kredit Rp 1.800.000
5. Membayar beban telepon Rp 500.000
6. Diambil Uang tunai untuk kepentingan pribadi Rp. 3.000.000
7. Diterima pendapatan pemeriksaan kesehatan untuk setengah bulan pertama Rp. 16.500.000
8. Membayar gaji pegawai untuk 2 orang Rp. 1.500.000 untuk dua minggu pertama ulan Maret
9. Dibayar per kas premi asuaransi peralatan medis untuk satu tahun Rp 1.500.000
10. Membayar hutang peralatan kantor Rp 1.200.000
11. Membeli perlengkapan Rp 600.000
12. Dierima pendapatan jasa pemeriksaan kesehatan untuk setangah bulan terakhir Rp 13.200.000
13. Membayar gaji pegawai untuk dua minggu terkahir bulan Maret RP. 1.500.000
14. Dibayar rekening tagihan listrik dan Air PDAM Rp. 1.200.000
15. Membayar biaya service rutin peralatan medis Rp. 2.100.000
16. Diambil tunai oleh pemilik Rp 2.800.000 untuk kepentingan pribadi.





































PERTEMUAN EMPAT
JURNAL UMUM DAN POSTING

MENGAPA PERLU JURNAL?
Apabila transaksi-transaksi langsung dicatat dalam ledger, mungkin akan terjadi kesalahan berupa mencatat dalam ledger yang salah atau mencatat kedalam ledger yang benar tetapi letak debit atau kreditnya salah. Oleh karenanya, maka harus dibuat Book of original Entry (buku pencatatan asli) atau jurnal.

Langkah Melakukan penjurnalan setiap transaksi:
1. Tentukan apakah transaksi itu mempengaruhi aktiva, kewajiban, modal, pendapatan atau beban.
2. Tentukan apakah transaksi itu merupakan penambahan atau pengurangan
3. Tentukan apakah dicatat sebelah debit atau kredit.

POSTING
Adalah kegiatan atau prosedur pemindahan ayat-ayat jurnal ke dalam ledger/rekening/akun/perkiraan/buku besar. Posting dilakukan berurutan sesuai dengan peristiwa terjadinya transaksi. Setiap rekening dalam buku besar disusun berdasarkan nomor akunnya.

Langkah-langkah Posting:
1. Catat tanggal yang ada dalam jurnal
2. Pindahkan jumlah debit dalam ayat jurnal ke sisi debit buku besar rekening yang bersangkutan
3. Pindahkan jumlah kredit dalam ayat jurnal ke sisi kredit buku besar rekening yang bersangkutan
4. Cantumkan nomor halaman jurnal ke dalam kolom referensi
5. Catat Nomor Referensi dalam jurnal ke buku besar sebagai Nomor Rekening.


Contoh Transaksi:
Ibrahim, S.Si, Apt, seorang Apoteker membuka Apotik Mugi Sehat tarhitung tanggal 1 Juli 2006. Berikut ini urutan tanggal dan peristiwa transaksi selama bulan Juli 2006.
1. Menyerahkan uang tunai Rp 40.000.000 dan satu gedung senilai Rp 300.000.000 sebagai modal.
3. Dibeli peralatan kantor dengan tunai senilai Rp. 12.000.000
4. Dibeli Obatan-obatan berbagai jenis Rp. 80.000.000 secara kredit
7. Diterima pendapatan penjualan obat minggu pertama Rp. 2.500.000
8. Dibayar biaya advertensi sebesar Rp 80.000
9. Membayar sebagian hutang obat Rp 20.000.000
14. Diterima pendapatan penjualan obat minggu kedua Rp. 6.000.000
15. Dibayar tunai pembelian perlengkapan kantor senilai Rp 200.000
16. Dibayar beban listrik, telepon dan air Rp. 600.000
21. Diterima pendapatan penjualan obat minggu ketiga Rp. 11.500.000
25. Diambil uang senilai Rp. 800.000 untuk keperluan pribadi.
26. Dibayar biaya advertensi Rp. 1.000.000
28. Diterima pendapatan penjualan Obat minggu keempat Rp. 20.000.000
29. Dibayar hutang obat Rp. 20.000.000
31. Membayar gaji 3 orang pegawai Rp. 3.000.000,-
31. Diambil uang Rp 1.500.000 untuk keperluan pribadi

MEMPERBAIKI KESALAHAN DALAM MENJURNAL
1. Jika kesalahan terjadi dalam jurnal dan belum dilakukan posting, maka pembetulan tidak boleh dengan cara menghapus dan mengganti dengan yang baru melainkan dengan membuat satu garis melalui kesalahan itu dan selanjutnya menuliskan rekening atau jumlah yang betulnya.
2. Jika kesalahan dalam jurnal baru diketahui setelah posting, maka pembetulan harus dilakukan dengan cara membuat suatu entri baru dalam jurnal.

Misal:
1. Setelah posting diketahui terjadi kesalahan penjurnalan dimana penjualan tunai Rp 200.000 dicatat sebagai penerimaan piutang.
Tanggal 31 Juli 2006
Kas Rp. 200.000
Piutang Usaha Rp 200.000
Diperbaiki dengan cara:
Piutang usaha Rp 200.000
Penjualan Rp. 200.000
Hasilnya menjadi:
Kas Rp. 200.000
Penjualan Rp. 200.000

2. Setelah posting diketahui kesalahan penjurnalan pembelian perlengkapan Rp. 600.000 secara kredit dijurnal sebagai penjulan perlengkapan secara kredit.
Tanggal 31 Juli 2006

Piutang usaha Rp.600.000
Perlengkapan Rp.600.000
Diperbaiki dengan cara:
Perlengkapan Rp.1.200.000
Piutang Usaha Rp. 600.000
Hutang Usaha Rp. 600.000
Hasilnya menjadi:
Perlengkapan Rp.600.000
Hutang Usaha Rp 600.000

PERTEMUAN LIMA
ADMINISTRASI PEMBELIAN DAN PENGELUARAN UANG KAS

PROSEDUR PEMBELIAN
Bagian pembelian di sebuah perusahaan harus menyimpan data atau katalog mengenai kualitas, perkembangan harga, distributor atau penyedia barang yang bonafid, dan informasi lain yang penting. Untuk mencegah terjadinya kesalahan pembelian, maka pembelian diadministrasikan secara tertulis dalam formulir khusus dan dibuat beberapa rangkap sesuai keperluan perusahaan. Secara singkat prosedur pembelian digambarkan sebagai berikut:

Formulir pesanan Faktur Pembelian Pemeriksaan&Laporan Penerimaan Barang
Pembayaran

Syarat Jual Beli:
1. Loko Gudang: ditanggung pembeli
2. Franko Gudang: ditanggung penjual
3. Cost, Freight and Insurance (CIF): penjual menanggung biaya kirim dan asuransi
4. Potongan Harga: a. Potongan Tunai : Sales Discount, Purchase Discount
Contoh: 2/10, n/30 atau 3/10, n/45
b. Potongan Harga: Potongan sebagai kebijakan pelayanan

BUKU PEMBELIAN (PURCHASE JOURNAL)
Biasanya Pembelian kredit oleh perusahaan dagang terdiri dari: Barang dagangan, perlengkapan, dan peralatan serta aktiva tetap yang lain. Untuk kolom yang jarang pembeliannya cukup dibuat Sundry Account (kolom rekening serba-serbi).
Contoh Transaksi:
Berikut ini transaksi pembelian apotik Daya Farma secara kredit bulan Mei 2006:
2. Dibeli obat dari PT.Indofarma global medika Rp.2.100.000,-
4. Dibeli obat dari PT. Rajawali Nusindo Rp. 1.200.000,-
8. Dibeli perlengkapan toko Rp. 190.000 dan perlengkapan kantor Rp.110.000 dari CV. Rapi
11. Dibeli obat dari PT. Dos ni Roha Rp. 650.000
15. Dibeli peralatan kantor Rp.1.850.000 dari CV Mebel Indah
18. Dibeli obat dari PT. Anugrah Argon Medika Rp. 3.000.000
24. Dibeli dari CV. Pembina Peralatan Toko Rp. 240.000
27. Dibeli obat dari PT. Parit Padang Rp.1.560.000
28. Dibeli Perelngkapan toko Rp. 260.000 dan perlengkapan kantor Rp.140.000 dari PT.Arjun
29. Dibeli obat dari PT. Kimia Farma Rp. 700.000




PURCHASE RETURN AND ALLOWANCE
(RETUR PEMBELIAN DAN PENGURANGAN HARGA)
Retur pembelian dan pengurangan harga terjadi akibat pengiriman barang oleh penjual ternyata tidak sesuai dengan formulir pesanan, maka pembeli membuat nota debit yang berisi tentang pengembalian barang dagangan dan akan di balas penjual dengan nota kredit.
Contoh Nota Debit:



Nota Debit
Apotik Daya Farma
Jl. Seger Sehat No.11 Bandung
Kepada PT. Parit Padang
Jl. Jakarta No. 30 Bandung
Kami telah mendebit perkiraan Suadara sebagai berikut:
Lima Dus obat Rifampicin isi 100 kapsul No. Faktur 67/a
Dikembalikan lewat petugas kami.
Pesanan No. 60C @ 100.000
Rp. 500.000

Akibat adanya Retur Pembelian di atas maka pada saat diterima nota kredit, dicatat jurnal:
Hutang Usaha Rp. 500.000
Retur Pembelian dan Pengurangan Harga –PT Parit padang Rp. 500.000

Atau dicatat dalam jurnal khusus sebagai berikut:

Jurnal Retur Pembelian dan Pengurangan harga Hal. 1
Tanggal Akun di debit Debit Memo Post Ref. Jumlah
Mei
2006 28 PT. Parit Padang A.02 √ 500.000

Akibat jurnal di atas, maka pengaruhnya pada buku besar adalah:
1. Hutang Usaha berkurang di debit Rp. 500.000
2. Retur Pembelian dan Pengurangan harga bertambah di kredit Rp. 500.000.
3. Buku besar tambahan untuk Hutang Usaha pada PT. Parit Padang berkurang di debit Rp 500.000

Jurnal Umum; berpengaruh langsung pada buku besar saat terjadinya tanggal transaksi
Jurnal Khusu: pengaruhnya pada buku besar dicatat sebesar jumlah total pada akhir periode

CASH PAYMENT JOURNAL
(BUKU PENGELUARAN KAS)
Buku pengeluaran kas adalah jurnal khusus pengeluaran kas akibat adanya transaksi pembayaran utang usaha, pembayaran upah, pembayaran sewa dan lain-lain.

Contoh Transaksi:
Berikut ini adalah transaksi Apotik Mustika Farma selama bulan Mei Tahun 2006.
1. Dibeli obat dari PT. Anugrah Argon Medika secara kredit Rp. 1.200.000 syarat 2/10, n/40
2. Dibeli secara kredit dari CV. Dwi Derma Perlengkapan kantor senilai Rp. 400.000, perlengkapan toko senilai Rp. 300.000 dan peralatan toko senilai Rp 150.000
3. Mengeluarkan cek No. FE 24026 Rp 900.000 untuk sewa bulan Mei 2006
4. Dikembalikan peralatan toko sebesar Rpo 200.000 kepada CV Dwi Derma
5. Dibayar premi asuransi Rp 180.000 untuk jangka waktu 6 bulan dengan cek no. FE 24027
6. Membeli obat dari PT. Indofarma global Medika dengan total faktur Rp. 6.000.000 syarat 2/10,n/45
8. Membeli obat dari PT. Sawah Besar Farma dengan total faktur Rp. 5.000.000 syarat 2/10,n45
10. Dilunasi pembelian kepada PT. Anugrah Argon Medika tanggal 1 Mei 2006 dengan cek No. FE 24029
12. Dibayar pembelian kepada CV Dwi Derma tanggal 2 Mei 2006 dengan cek NO. FE 24030
13. Telah dibayar beban advertensi dengan cek no. FE 24031 Rp 400.000
14. Dibeli obat dari PT. Anugrah Argon Medika dengan total faktur Rp 4.800.000 syarat 2/10, n/30
16. Dibeli dari CV Dwi Derma secara kredit perlengkapan toko Rp 350.000 dan Perlengkapan kantor Rp 150.000
18. Dibeli dari PT. Dos Ni Roha obat Rp. 3.200.000 syarat pembelian 2/10;n/30
19. Diterima kredit memo sebesar Rp. 300.000 dari PT. Anugrah Argon Medika untuk barang yang dikembalikan
21. Dibayar kepada PT Anugrah Argon Medika untuk pembayaran faktur tanggal 14 Mei 2006 dengn cek no,FE,24032
22. Dibeli obat dari PT. Sawah Besar farma dengan total faktur Rp 3.750.000 syarat 2/10;n/30
24. Dibeli tunai peralatan toko Rp 800.000 dengan cek no.FE24033
27. Dibayar kepada PT. Dos Ni Roha dengan cek no.FE 24034 untuk pelunasan faktur tanggal 18 Mei 2006
28. Dibayar gaji bulan Mei 2006 Rp 2.400.000 cek no. Fe 24035
29. Pemilik, Tn. Dimas mengambil uang Rp 750.000 cek no FE 24036
30. Dilunasi kepada PT. Sawah Besar Farma dengn cek no. FE 24037
Pertanyaan:
A. Buatlah: Jurnal pembelian, jurnal pembayaran kas, dan jurnal Pengembalian pembelian
B. Buatlah Buku Besar dengan memasukan saldo per 1 Mei 2006 sebagai berikut:
11. Kas Rp. 5.240.000
14 Asuransi dibayar dimuka 800.000
15 Perlengkapan toko 200.000
16 Perlengkapan Kantor 725.000
17 Peralatan toko 390.000
18 Perlatan Kantor 8.400.000
31 Modal, Dimas 100.000.000
32 Penarikan, Dimas
51 Pembelian
52 Potongan Pembelian
53 Retur Pembelian dan pengurangan harga
54 Beban Gaji
55 Beban Advertensi
56 Beban Sewa
C. Buatlah Buku Tambahan Utang Usaha:
- PT. Anugrah Argon Medika
- PT. Indofama Global Medika
- PT. Sawah Besar Farma
- CV Dwi Derma
- PT Dos Ni Roha


PERTEMUAN ENAM
ADMINISTRASI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS

Contoh Transaksi:
Berikut ini adalah sebagian persitiwa transaksi yang terjadi bulan Juni tahun 2007 pada PT. Indofarma Global Medika sebuah perusahaan PBF (Pedagang Besar Farmasi) Ternama di Kota Bandung.

Juni 1 Menerbitkan 5.000 lembar saham dan diterima tunai Rp 13.500.000,-
5 Menjual obat kepada Apotik A faktur No. F.01 Rp. 9.750.000,- syarat 2/20; n/60
6 Meminjam sebesar Rp. 5.000.000 dari bank BCA dengan memberi wesel bayar (notes payable) 90 hari.
7. Menjual Obat kepada apotik B Rp 2.400.000 tunai, termasuk pajak penjualan Rp. 120.000,-
9 Menjual obat kepada apotik C faktur No. F.02 Rp. 3.600.000,- syarat 2/10; n/30
11 Telah diterima kembali sebagian obat dari apotik A sejumlah Rp 150.000,- karena tanggal kadulawarsa terlalu dekat dan dterbitkan nota kredit no. 26
15 Menjual obat kepada apotik D Rp 850.000,- syarat 2/20;n/50, No F.03
19 Menerima pembayaran dari apotik C
20 Menjual obat kepada apotik E Rp 1.200.000,- tunai termasuk pajak penjualan Rp 30.000,-.
21 Mengeluarkan 120 lembar saham untuk investor baru dan diterima tunai Rp 720.000,-
25 Menerima pembayaran dari apotik A
27 Menjual Obat kepada apotik C faktur No F.04 Syarat 2/10;n/30 Rp. 1.800.000,-
29 Menjual Obat kepada apotik F Rp 1.600.000 tunai termasuk pajak penjualan Rp. 80.000,-
30 Menjual obat kepada apotik D dengan faktur no F.05 syarat 2/10;n/60 Rp 1.520.000,-
30 Diterima kembali sebagian obat dari apotik C karena tidak sesuai pesanan dan diterbitkan nota kredit no 27 dengan nilai Rp 200.000,-

Diminta;
1. Buatlah jurnal khusus penjualan , jurnal khusus penerimaan kas dan jurnal khusus pengembalian penjualan serta jurnal umum/rek.serba serbi.
2. Buatlah buku besar atas transaksi-transaksi tersebut.
3. Buatlah buku tambahan untuk piutang yang timbul.







PERTEMUAN IX
DEFERAL DAN ACCRUAL

Defferal dan acrual adalah akun-akun yang terjadi akibat prestasi yang sudah diserahkan perusahaan kepada pihak ketiga tidak jatuh bersamaan waktunya dengan hasil yang diterima atau sebaliknya, prestasi yang sudah dinikmati perusahaan dari pihak ketiga tidak jatuh bersamaan dengan penyerahan pembayaran. Contoh: piutang yang masih harus diterima atau gaji yang masih harus dibayar.

Ada empat jenis akun defferal dan acrual, yaitu:
1. Beban dibayar di muka (Prepaid expense/Deffered Expense), akun ini terjadi karena prestasi sudah diserahkan tetapi hasilnya belum diterima oleh perusahaan. Pada saat terjadi transasksi, Akun ini harus dicatat sebagai aktiva pada neraca. Jika pada saat terjadi transaksi akun ini dicatat sebagai akun beban, maka pada akhir tahun akun ini harus direversing. Contoh akun ini: Sewa dibayar dimuka ( prepaid rent) atau asuransi dibayar dimuka (prepaid insurance)
2. Beban yang masih harus dibayar (accrued expense), akun ini terjadi karena prestasi pihak lain yang sudah dinikmati perusahaan tetapi belum dibayr oleh perusahaan, akun ini harus dicatat sebagai hutnag lancara pada Neraca. Akun ini memerlukan reversing pada saat terjadi pembayaran. Contoh: gaji yang masih haru dibayar atau hutang gaji
3. Pendpaatan diterima di muka (Deferred Income), akun ini terjadi karena adanya pembayran dari pihak lain kepada perusahaan sedangkan perusahaan belum menyerahkan prestasi apapun, akun ini harus dicatat sebagai hutang perusahaan pada neraca. Jika pada saat diterima penyerahan pemabayran uang muka dicatat oleh bagian akuntansi sebagai pendapatan, maka pada saat prestasi telah diberikan oelh perusahaan dan terjadi pembayaran penuh dari pihak ketiga, bagian akuntansi harus melakukan reversing.
4. Pendapatan yang masih ahrus diakui (Accrued Income), akun ini terjadi karena perusahaan telah memberikan prestasi kepada pihak lain namun belum menerima pembayaran, akun ini ciata di nerca sebagai aktivalancar.


Contoh Soal:
1. Pada tanggal 1 juni 2007 perusahaan membayar premi asuransi untuk satu tahun yang akan datang Rp 312.000
2. Pada tanggal 31 Desember 2007 dilakukan penyesuaian atas beban asuransi yang sebenarnya serta melakukan closing entries
3. pada tanggal 2 Januari 2008 perusahaan membayar biaya tambahan premi sebesar Rp. 182.000
4. Pada tanggal 31 Januari 2008 Dilakukan pencatatan beban asuransi yang terjadi selama bulan tersebut.
Diminta : Buatlah jurnal-jurnal yang diperlukan berikut buku besarnya atas akun-akun tersebut diatas, jika:
a. Kasus I (Tidak perlu reversing, karena beban dibayar dimuka diakui sebagai aktiva)
b. Kasus II (Perlu reversing, karena beban dibayar dimuka diakui sebagai beban)


Penyelesaian Kasus I:
Tanggal 1-06-2007:
Beban Asuransi Dibayar Di Muka Rp.312.000
Kas Rp.312.000
Tanggal 31-12-2007:

Adjusment:
Beban asuransi (26.000 x7bln) Rp.182.000
Beban Asuransi dibyar di Muka Rp. 182.000
Closing:
Ringkasan Hasil Rp.182.000
Beban asuransi Rp.182.000

Tanggal 2-01-2008:
Beban Asuransi di bayar dimuka Rp 182.000
Kas Rp.182.000

Tanggal 31-01-2008:
Beban Asuransi Rp. 26.000
Beban Asuransi dibayar di muka Rp 26.000

Buku Besar :

2007

Beban Asuransi Dibayar Dimuka Beban Asuransi









2008

Beban Asuransi Dibayar Dimuka Beban Asuransi








Penyelesaian Kasus II:
Tanggal 1-06-2007:
Beban Asuransi Rp.312.000
Kas Rp.312.000

Tanggal 31-12-2007:
Adjusment:
Beban asuransi dibyar di muka (Rp.312.000-182.000) Rp.130.000
Beban Asuransi Rp. 130.000
Closing:
Ringkasan Hasil Rp.182.000
Beban asuransi Rp.182.000

Tanggal 2-01-2008:
Beban Asuransi di bayar dimuka Rp 182.000
Kas Rp.182.000

Tanggal 31-01-2008:
Beban Asuransi Rp. 26.000
Beban Asuransi dibayar di muka Rp 26.000

Reversing sebagian karena baru jatuh tempo satu bulan (130.000 : 5 bulan)

Buku Besar :

2007

Beban Asuransi Dibayar Dimuka Beban Asuransi








2008

Beban Asuransi Dibayar Dimuka Beban Asuransi







Soal Latihan Kasus III: (Pendapatan diterima dimuka dicatat sebagai hutang, tidak perlu reversing):
1. Pada tanggal 1 Oktober 2007 Diterima pendapatan sewa yang dibayar dimuka sebesar Rp.720.000 dan dicatat sebagai hutang
2. Pada Akhir tahun dicatat pendapatan sewa yang sebenarnya dan dilakukan closing entries
Diminta: Buat Jurnal Defferal dan Accrual yang diperlukan dan buku besar

Soal Latihan Kasus IV: (Pendapatan diterima dimuka dicatat sebagai Pendapatan, perlu reversing):
1. Pada tanggal 1 Oktober 2007 Diterima pendapatan sewa yang dibayar dimuka sebesar Rp.720.000 dan dicatat sebagai pendapatan
2. Pada Akhir tahun dicatat pendapatan sewa yang sebenarnya dan dilakukan closing entries
3. Pada akhir janauri 2008 dilakukan reversing atas pendapatan sewa yang sebenarnya yang jatuh di bulan tersebt
Diminta: Buat Jurnal Defferal dan Accrual yang diperlukan dan buku besar

Penyeesaian:
Kasus I:
Tanggal/ 1/10/2007 :
Kas Rp. 720.000
Pendapatan sewa diterima dimuka Rp. 720.000
Tanggal 31/12/2007:
Adjusting:
Pendapatan sewa diterima dimuka (720.000/12 x 3 bln) Rp. 180.000
Pendapatan sewa Rp. 180.000
Closing:
Pendapatan sewa Rp. 180.000
Ringkasan hasil Rp.180.000

Buku Besar tahun 2007:

Pendapatan sewa diterima di muka Pendapatan sewa







Penyelesaian:
Kasus II:

Tangga/ 1/10/2007 :
Kas Rp. 720.000
Pendapatan sewa Rp. 720.000
Tanggal 31/12/2007:


Adjusting:

Pendapatan sewa (720.000- (720.000/12 x 3 bln)) Rp. 540.000
Pendapatan sewa diterima dimuka Rp. 540.000
Closing:
Pendapatan sewa Rp. 180.000
Ringkasan hasil Rp.180.000

Tanggal 31/01/2008:
Pendapatan sewa (540.000/9 bln)) Rp. 60.000
Pendapatan sewa diterima dimuka Rp. 60.000


Buku Besar tahun 2007:

Pendapatan sewa diterima di muka Pendapatan sewa










Buku Besar tahun 2008:

Pendapatan sewa diterima di muka








Soal Latihan:
1. Pada tanggal 1 Maret 2001 Rumah Sakit Sejati membayar premi asuransi untuk gedung –gedung rumah sakit sebesar Rp. 18.000.000 untuk jangka waktu asuransi 2 tahun.
Diminta:
• Buatlah jurnal penyesuaian dan jurnal penutupan pada tanggl 31 desembe 2001 dan jurnal pembalik pada tanggal 31 Januari 2002, jika pada saat membayar asuransi dicatat sebagai beban asuransi
• Buatlah jurnal penyesuaian dan jurnal penutupan pada tanggl 31 desembe 200, jika pada saat membayar asuransi dicatat sebagai asuansi dibayar dimuka



PERTEMUAN X

KAS

Dana Kas Kecil:
Dana Kas Kecil adalah Kas yang dibentuk untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya sering terjadi namun dalam jumlah yang relatif kecil, misalnya pembelian prangko, photocopy, dll. Dana kas kecil biasanya dibentuk untuk jangka waktu tertentu misalnya satu minggu atau satu bulan. Dana ksa kecil diambil dari kas Besar.

Jurnal Pembentukan kas kecil (Petty cash):

Kas Kecil Rp. 2.500.000
Kas Rp. 2.500.000

Jurnal Pengisian ulang kas kecil:
Biaya Transportasi Rp. 500.000
Biaya pengiriman surat pos Rp. 400.000
Biaya Perlengkapan kantor Rp. 650.000
Biaya lain-lain Rp. 800.000
Kas Rp.2.350.000

Sistem Voucher:
Sistem voucher adalah prosedur untuk mengendalikan pengeluarn kas dimana dalam penerapannya sistem ini dilengkapi dengan dokumen berupa:
1. Voucher yang berfungsi untuk mencatat transaksi yang menimbulkan kewajiban perusahaan (hutang). Dokumen ini berbentuk otorisasi tertulis untuk mengeluarkan cek.
2. Voucher register berfungsi sebagai jurnal khusus, setiap voucher dicatat dengan mendebit perkiraan pembelian, beban iklan, beban perlengkapan atau perkiraan lainnya dan diimbangi dengan mengkredit perkiraan hutang voucher.
3. Kas register berfungsi sebagai pengganti jurnal pengeluaran kas, setiap cek yang telah dibayar dijurnal dengan mendebit akun hutang voucher dan mengkredit kas.
4. Voucher yang belum dibayar berfungsi sebagai buku pembantu hutang.

Bank Rekonsiliasi:
Bank rekonsiliasi artinya membuat suatu analisa hal-hal yang menimbulkan perbedaan antara catatan perusahaan mengenai simpanannya di bank dengan catatan yang ada di bank itu sendiri supaya pengakuannya menjadi sama.
Penyebab perbedaan pengakuan:
1. Bunga simpanan dan beban administrsai Bank.
2. Perusahan menerima bukti pengiriman uang dari langganan, sedang bank belum menerima (deposit in transit)
3. Bank menerima kiriman uang dari langganan perusahaan, sedang perusahaan belum menerima laporannya
4. Bank telah mengirimkan uang pada kreditur perusahaan, sedang perusahaan belum menerima laporannya.
5. Perusahaan telah mengeluakan cek pembayaran buat kreditur, sedang bank belum menerima cek tersebut (outstanding check)
6. Perusahaan menerima cek dari langganan yang ternyata cek kosong (non suffecience fund)
7. Terdapat kesalahan pencatatan di bank
8. Terdapat kesalahan pencatatan di perusahaan

Contoh kasus:
Rumah Sakit Harapan Jaya telah menerima perkiraan koran dari bank Duta per 31 Mei 1992 yang menunjukkan saldo sebesar Rp 4.480.000 sedangkan menurut catatan rumah sakit saldonya per 1 Mei 1992 berjumah sebesar Rp 8.800.000. Selama bulan Mei 1992 buku penerimaan uang menurut rumah sakit berjumlah Rp18.920.000 sedangkan jumlah cek yang keluar sebesar Rp 26.290.000. Perbedaan yang terjadi dalam melakukan rekonsiliasi yang perlu diperhatikan yaitu:
a. Bank telah mengkredit jasa giro untuk bulan Mei 1992 sebesar Rp 29.000
b. Cek nomor B. 4328 sebesar Rp 808.000 dicatat dalam buku pengeluaran sebesar Rp 880.000. Selanjutnya satu lembar cek nomor B 4347 sebesar Rp 3.148.000 salah dibukukan sebesar Rp 2.284.000. kedua lembar cek ini dipakai untuk pembelian bahan medis.
c. Cek-cek yang beredar (outstanding cek) adalah:
Nomor 4326 Rp 500.000
Nomor 4332 Rp. 1.600.000
Nomor 4356 Rp. 4.800.000
Nomor 4369 Rp. 300.000
Rp 7.200.000
d. Terdapat setoran sejumlah Rp 3.700.000 yang mana jumlah ini belum tercatat dalam perkiraan bank
e. Bank telah mengkredit rekening rumah sakit Harapan jaya karena ada kiriman dari perusahaan asuransi untuk biaya pasien sebesar Rp 799.600, tetapi jumlah ini belum dilaporkan pada rumah sakit.
f. Bank telah membebankan biaya administrasi bulanan sbesar Rp 6.600 jumlah ini belum dicatat oleh rumah sakit.
g. Perusahaan telah menyetorkan satu lembar cek atas pembayaran pasien sebesar Rp 480.000. cek ini ditolak oleh bank karena dananya tidak mencukupi, akan hal ini perusahaan belum mengetahui.
Diminta:
1. Buatlah Bank rekonsiliasi per 31 mei 1992
2. Buatlah ayat jurnal penyesuaian yang dibutuhkan

Penyelesian:
Saldo menurut perusahaan tanggal 31 Mei 1992:
Saldo 1 Mei 1992 Rp 8.800.000
Penerimaan Rp 18.920.000+
Total kas Rp. 27.720.000
Pengeluaran Rp. 26.290.000-
Saldo Kas 31 Mei 1992 Rp. 1.430.000






Rumah Sakit Harapan Jaya
Bank Rekonsliasi
Per 31 Mei 1992

























Jurnal penyesuaian rekonsiliasi:
a. Mencatat penerimaan jasa giro
Kas Rp. 29.000
Pendapatan jasa giro Rp. 29.000
b. Mencatat penambahan kas akibat selisih lebih pembayaran hutang usaha
Kas Rp. 72.000
Hutang Usaha Rp. 72.000

Mencatat pengurangan kas akibat selisih kurang pembayaran hutang usaha
Hutang Usaha Rp. 864.000
Kas Rp. 864.000
c. Tidak dijurnal
d. Tidak dijurnal
e. Mencatat penambahan kas akibat penerimaan atas piutang yang dibayar
Kas Rp. 799.600
Piutang Usaha Rp. 799.600
f. Mencatat pembayaran beban administrasi bank
Biaya Lain-lain Rp. 6.600
Kas Rp. 6.600
g. Mencatat pengurangan kas akibat penolakan cek kosong oleh bank
Piutang Usaha Rp. 480.000
Kas Rp. 480.000
Soal Latihan:
Menurut catatan pembukuan rumah sakit Suci Indah saldo simpanannya di bank pada tanggal 31 Desember 1991 adalah sebesar Rp 44.880.000. tetapi menurut catatan dari rekening koran yang dikirimkan bank berjumlah sebesar Rp. 62.012.000
Hal-hal yang menimbulkan perbedaan antara lain:
a. Rumah sakit telah menerima bukti pengiriman pembayaran dari perusahaan asuransi atas biaya pasien Rp 7.500.000, tetapi jumlah itu belum tercatat di bank.
b. Perusahaan telah mengeluarkan cek kepada pemasok obat no C.0875 Rp. 3.000.000 tetapi sampai akhir periode belum diuangkan oleh pemasok tersebut.
c. Rumah sakit telah mengeluarkan cek untuk melunasi utangnya kepada pemasok sebesar Rp 1.500.000 tetapi salah dicatat sebesar Rp 5.100.000. cek tersebut telah diuangkan di bank.
d. Bank telah menerima pembayaran piutang pasien dari perusahaan asuransi Rp 20.250.000 dan membebankan biaya transfer sebesar Rp. 50.000 ke dalam rekeing rumah sakit. Mengenai hal ini belum diterima laporannya oleh rumah sakit.
e. Bank telah membuat kesalahan, karena cek yang dikeluarkan rumah sakit kepada pemasok sebesar Rp 2.000.000 ternyata dibukukan Rp 200.000 dalam catatan bank.
f. Rumah sakit menrima pelunasan piutang pasien dalam bentuk cek Rp 4.000.000, tetapi ketika disetorkan ke bank oleh petugas ternyata dana cek tersebut tidak mencukupi, sehingga bank menolak cek etrsebut.
g. Rumah sakit menerima jasa simpanan Rp 40.000 tetapi mengenai hal ini rumah sakit belum mengetahui.
h. Bank membebankan biaya adminsitrasi Rp 8.000 tetapi rumah sakit belum mengetahui akan hal ini.
Diminta:
1. Buatlah rekonsiliasi bank per 31 desember 1991
2. Buatlah ayat jurnal penyesuaian yang berkaitn engan rekonsiliasi tersebut.
























PERTEMUAN XI

PAYABLES DAN RECEIVABLES

Pada saat perusahaan mempunyai piutang usaha dan piutang tersebut sudah jatuh tempo, tetapi langganan/rekanan perusahaan tidak sanggup membayar, maka langganan/rekanan tersebut membuat surat kesanggupan membayar utang (promisory notes) yang menjadi dasar dibuatnya wesel bayar (notes payables) yang akan muncul dalam neraca rekanan sedangkan dalam neraca perusahaan kita akan muncul sebagai wesel tagih (notes receivable). Wesel tagih biasanya mengandung tingkat bunga tertentu yang akan dibayar oleh langganan, namun ada juga wesel tagih tanpa bunga.

Istilah-istilah yang mungkin muncul dalam pembahasan ini adalah:
Tanggal Jatuh Tempo (TJT), Bunga Jatuh Tempo (BJT), Nilai Jatuh Tempo (NJT), Jangka waktu Penjualan (JWP), Jangka waktu Diskonto (JWD), Diskonto.

TJT = Tanggal dimana dimana wesel tagih akan dibayar.

Cara menentukan Tanggal Jatuh Tempo
Misalnya diketahui tanggal pemilikan wesel tagih adalah tanggal 7/4/2007 dan jatuh tempo wesel 90 hari, tingkat bunga 16% dengan nilai nominal Rp 6.000.000,00, wesel tersebut didiskonto ke bank pada tanggal 7/5/2007 pada tingkat bunga 20%.
Tentukan:
Tanggal Jatuh Tempo (TJT), Bunga Jatuh Tempo (BJT), Nilai Jatuh Tempo (NJT), Jangka waktu Penjualan (JWP), Jangka waktu Diskonto (JWD), Diskonto, jurnal saat diskonto, jurnal saat jatuh tempo bagi bank/pembeliwesel, dan jurnal jatuh tempo buat perusahaan seandainya tidak melakukan diskonto!!

Jawab:
Cara menentukan Tanggal Jatuh Tempo

7/4/07 – 30/4/07 = 24 hari
1/5/07 – 31/5/07 = 31 hari
1/6/07 – 30/6/07 = 30 hari
85 hari
90 hari- 85 hari = 5 hari, berarti tanggal jatuh tempo adalah 5 hari setelah tanggal 30/6/07 yakni tangal 5/07/07.

Cara menentukan bunga jatuh tempo

BJT = 90 /360 x 16 % x 6.000.000 = 240.000

Cara menentukan nilai jatuh tempo

NJT = Pokok + bunga = 6.000.000 + 240.000 = 6.240.000




Cara menentukan jangka waktu Penjualan dan jangka waktu diskonto
Tanggal 7/4/07 – 30/4/07 = 24 hari
1/5/07 – 7/5/07 = 7 hari
JWP =31 hari
JWD = Umur wesel tagih – JWP = 90 -31 = 59 hari

Jangka waktu penjualan = jangka waktu pemilikan wesel tagih sampai dengan wesel tagih dijual/didiskonto.
Jangka waktu diskonto = jangka waktu wesel tagih setelah didiskonto sampai dengan wesel tagih tersebut jatuh tempo.

Jurnal Diskonto bagi perusahaan:
Kas Rp. 6.035.467
Pendapatan bunga Rp. 35.467
Wesel Tagih Rp. 6.000.000

Perhitungan:
Bunga yang harus dibayar perusahaan akibat diskonto = 59/360 x 20% x 6.240.000 = 204.533

Nilai nominal Rp. 6.000.000
BJT 240.000+
NJT 6.240.000
Bunga Diskonto 204.533-
Kas yang diterima 6.035.467
Nilai nominal 6.000.000
Pendapatan bunga 35.467

Jurnal penerimaan wesel jatuh tempo bagi bank/pembeli wesel tagih:
Kas Rp. 6.240.000
Pendapatan bunga Rp. 204.533
Wesel tagih Rp. 6.035.467

Jurnal jatuh tempo wesel tagih seandainya tidak didiskonto:
Kas Rp. 6.240.000
Pendapatan bunga 240.000
Wesel 6.000.000















Soal Latihan!!!
Berikut ini wesel tagih PT Indofarma Global Medika:
No. Nilai
Nominal
(Rp) Tingkat Bunga Tanggal Pemilikan Jaka waktu
(hari) Tanggal Diskonto Tingkat Bunga Diskonto
1 6.000.000 16% 7/4/91 90 7/5/91 20%
2 4.000.000 10/5/91 60
3 9.000.000 20% 12/6/91 120 10/9/91 18%
4 3.000.000 5/7/91 60 19/8/91 24%
5 4.800.000 18% 20/7/91 60


Diminta:
A. Dari setiap nomor wesel hitunglah tanggal jatuh temponya serta berapajumlah bunga yang harus diterima
B. Untuk wesel no 1,3, dan 4 hitunglah:
• Nilai Jatuh Tempo
• Jangka waktu Penjualan
• Bunga yang Harus Dibayar/diterima
C. Buatlah jurnal diskonto untuk perusahaan
D. Buatlah jurnal untuk wesel jatuh tempo yang tidak didiskonto




























PERTEMUAN XII

SISTEM PENCATATAN PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN I

I. MENGAPA PERLU PENCATATAN PERSEDIAAN?
Pencatatan persediaan diperlukan untuk menyajikan laba kotor dan laba bersih yang tepat dan bebas dari salah saji material yang dapat mempengaruhi opini laporan keuangan perusahaan dari auditor publik.
Contoh:
Yang benar Yang salah
Persediaan awal 2.800.000 2.800.000
Pesediaan akhir 400.000 240.000
Harga pokok barang yang terjual 2.400.000 2.560.000
Penjualan 4.000.000 4.000.000
Laba 1.600.000 1.440.000


II. DUA SISTEM PENCATATAN PERSEDIAAN
• Sistem persediaan Periodik/Physical inventory
• Sistem perpetual
III. CIRI SISTEM PERIODIK/PHYSICAL INVENTORY
1. Terdapat jurnal pembelian
Pembelian xxx
Kas xxx
2. Terdapat jurnal pencatatan persediaan
a. Mencatat persediaan awal
Ringkasan hasil xxx
Persediaan barang dagangan xxx
b. Mencatat persediaan akhir
Persediaan barang dagangan xxx
Ringkasan hasil xxx
3. Terdapat jurnal pencatatan harga pokok persediaan
Harga Pokok Penjualan xxx
Persediaan barang dagangan xxx

Perhitungan:
Persediaan awal xxx
Pembelian xxx+
Barang siap dijual xxx
Persediaan akhir xxx-
Harga pokok penjualan xxx

4. Terdapat jural penjualan
Kas xxx
Penjualan xxx





IV. CIRI SISTEM PERPETUAL/KONTINYU
1.Jurnal pembelian dicatat langsung pada akun persediaan
Persediaan barang dagangan (2000unit@Rp 60) 120.000
Kas 120.000
2.Jurnal untuk mencatat mutasi pertambahan/pengurangan persediaan:
Kas ( 1200unit@Rp.70) 84.000
Penjualan 84.000
Harga Pokok penjualan (1200unit@Rp.60) 72.000
Persediaan barang dagangan 72.000

3. Jurnal untuk mencatat persediaan awal
Persediaan barang dagangan xxx
Harga pokok penjualan xxx

V. TIGA METODE PENETAPAN HARGA POKOK PERSEDIAAN
1. FIFO (first in first out), pertama masuk pertama keluar, untuk barang yang mudah kadaluwarsa, misal : obat.
2. LIFO (Last in first out), terakhir masuk pertama keluar, untuk barang yang tahan lama, misal: kendaraan.
3. WAM (Weigth average method), metode rata-rata tertimbang.

Contoh:
Pembelian Harga
1 Januari 2007 200unit@Rp450 90.000
10 Maret 2007 300unit@Rp500 150.000
21 September 2007 400unit@Rp550 220.000
2 Desember 2007 100unit@Rp600 60.000
1000unit 520.000
Jika diketahui pada akhir tahun setelah dilakukan penghitungan secara fisik ternyata persediaan di gudang tinggal 300 unit dan harga penjualan Rp 500.000. tentukan laba baik dengan metode LIFO, FIFO, maupun WAM dan beri kesimpulan!!!
Jawab:
FIFO
Persediaan akhir : Tanggal 2 Des 07 100unit@Rp600 = 60.000
Tanggal 21 Sept 07 200unit@Rp550 = 110.00
170.000
Harga pokok penjualan = pembelian + persediaan awal – persediaan akhir
= (520.000 + 0) -170.000 = 350.000
Laba = Penjualan – harga pokok penjualan
= 500.000 -350.000 =150.000
LIFO
Persediaan akhir : Tanggal 1 Jan 07 200unit@Rp450 = 90.000
Tanggal 10 Mar 07 100unit@Rp500 = 50.000
140.000
Harga pokok penjualan = pembelian + persediaan awal – persediaan akhir
= (520.000 + 0) -140.000 = 380.000
Laba = Penjualan – harga pokok penjualan
= 500.000 -380.000 =120.000

WAM
Harga Pokok Persediaan per unit = Rp.520.000/1000unit=520/unit
Persediaan akhir = 300 unit @ Rp. 520 =Rp. 156.000
Hargapokok penjualan = 520.000-156.000 = 364.000
Laba = 500.000 -364.000 =146.000

Kesimpulan:
• Laba FiFO paling besar dibandingkan metode lainnya menunjukkan metode FIFO cocok untuk menarik investor beinvestasi di perusahaan
• Laba LIFO lebih bertujuan untuk menghemat pembayaran pajak
• Laba WAM berada di antara FIFO dan LIFO sehingga bersifat memediasi kepentingan atas investor dan penghematan pajak.

VI. CONTOH PENCATATAN SISTEM PERPETUAL DENGAN METODE HARGA POKOK FIFO
Tanggal Pembelian Penjualan Saldo Harga Pokok per Unit
Jumlah Harga Pokok Jumlah Harga Pokok Jumlah Harga Pokok
1/1/07 200 40.000 200
4/2/07 140 28.000 60 12.000 200
10/3/07 160 33.600 60 12.000 200
160 33.600 210
22/4/07 80 16.200 140 29.400 210
18/5/07 40 8.400 100 21.000 210
30/8/07 200 46.000 100 21.000 210
200 46.000 230
7/10/07 80 16.800 20 4.200 210
200 46.000 230
11/11/07 160 35.000 60 13.800 230
13/12/07 200 44.000 60 13.800 230
200 44.000 220
30/12/07 60 13.800 200 44.000 220
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Sundanese Attack Free Blogspot Templates Designed by sYah_ ID RAP for smashing my Life | | Free Wordpress Templates. Cell Numbers Phone Tracking, Lyrics Song Chords © 2010