Adsense Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Penemuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penemuan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 November 2010

Wow, Ilmuwan Temukan Jubah Penghilang



Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan film Harry Potter. Kisah bocah penyihir yang memiliki jubah untuk menghilang. Ternyata jubah seperti itu di dunia nyata memang benar ada.

Baru-baru ini para peneliti dari eropa telah mengembangkan prototipe dari 'jubah penghilang,' seperti halnya di film Harry Potter.

Para peneliti yang berasal dari Inggris dan Jerman mengatakan bahwa jubah tersebut dapat menyembunyikan objek 3D dengan membelokkan cahaya.

Para peneliti dari Institut Teknologi Karlsruhe Jerman dan Kampus Imperial London menggunakan kristal fotonik untuk menyembunyikan benda dilapisi dengan emas.

Saat ini memang jubah penghilang telah dikembangkan, tapi hanya berfungsi pada benda dua dimensi.

Dengan kata lain, benda yang seharusnya tidak nampak akan terlihat pada bentuk dimensi ketiga.

'Jubah' yang ditemukan oleh tim dari Eropa ini adalah yang pertama dapat bekerja pada dimensi ketiga.

"Sangat menyenangkan sekali. Selama ini orang-orang selalu berpikir untuk bisa menghilang atau memiliki jubah penghilang. Ini adalah bukti dari itu semua, ini menjadi bukti yang nyata," ujar ketua tim peneliti Tolga Ergin.

Menurut Ergin dengan adanya tekhnik seperti ini, pada tahun-tahun berikutnya akan mampu bekerja untuk menghilangkan orang atau bahkan sebuah tank.

"Sulit untuk membayangkan apa yang akan terjadi di masa depan, tapi bidang seperti ini memang sangat luas dan kemungkinannya memang sangat besar." pungkasnya.
source : okezone

Gali Tembaga, Bertemu Biara Kuno 2.600 Tahun





Kejutan diperoleh saat perusahaan China menggali tambang tembaga di Afghanistan. Di dalamnya ditemukan situs Budha kuno berusia 2.600 tahun.

Reruntuhan itu ditemukan saat para buruh menggali tambang kerjasama pemerintah Afghanistan dan perusahaan China, Metallurgical Group Corp. Dua pihak itu berambisi mengembangkan tambang tembaga terbesar kedua di dunia yang letaknya tepat di bawah reruntuhan.

Mengetahui temuan itu, para arkeolog buru-buru melakukan usaha penyelamatan sebisa mungkin dari situs yang diduga berasal dari tujuh abad sebelum Masehi --di sepanjang Jalan Sutra yang menghubungkan Asia dan Timur Tengah.

Reruntuhan tersebut, termasuk biara dan dan stupa telah hancur, diduga kerusakan terjadi saat tambang mulai dikerjakan. Dan arkeolog hanya diberi waktu 3 tahun oleh pemerintah-- yang mungkin tak mampu menyelamatkan situs ini.

Kompleks biara yang digali menyingkap lorong, dan kamar-kamar yang didekorasi lukisan dinding dan patung-patung tanah liat Sang Budha sedang berdiri atau berbaring -- beberapa di antaranya setinggi 10 kaki.

Ada juga suatu area yang dulunya diduga sebuah halaman, dihiasi dengan stupa berdiri setinggi empat atau lima meter.

Lebih dari 150 patung telah ditemukan sejauh ini, meskipun lebih banyak yang masih berada tempatnya. Tim kesulitan memindahkan patung-patung besar. Sementara, mereka juga kekurangan zat kimia yang berfungsi merekatkan patung-patung kecil -- agar tak pecah saat dipindahkan.

"Ini situs yang sangat besar, butuh waktu 10 tahun untuk menyelamatkannya," kata Laura Tedesco, seorang arkeolog yang ditugasi Kedutaan Besar Amerika Serikat. "Tiga tahun mungkin cukup waktu hanya untuk mendokumentasikan apa yang ada di sana."

Sementara, Philippe Marquis, seorang arkeolog Perancis mengatakan, upaya penyelamatan yang sedang dilakukan sangat sedikit dan minimal, karena kurangnya dana dan personel.

Tim berharap bisa mengangkat beberapa patung yang lebih besar dan kuil-kuil ke luar sebelum musim dingin di bulan ini, namun mereka masih belum mendapatkan derek dan perlengkapan lainnya yang diperlukan.

Sekitar 15 arkeolog Afghanistan, tiga penasihat Perancis dan beberapa lusin buruh saat ini bekerja di wilayah seluas 2 kilometer persegi. Ini jauh lebih kecil dari standar yang dibutuhkan untuk bekerja di wilayah seluas dan sekaya ini.

Padahal," ini mungkin salah satu lokasi yang paling penting di sepanjang Jalan Sutra, "kata Marquis. "Apa yang kita miliki di situs ini, cukup untuk mengisi museum nasional Afghanistan sampai penuh."

Situs tersbebut ditemukan di daerah Mes Aynak -- titik pertemuan dan pertarungan antara kepentingan arkeologi dan ekonomi. Daerah itu diketahui kaya tembaga.

Arkeolog Afghanistan sejak 1960-an tentang mengetahui arti penting Mes Aynak, tetapi penggalian di wilayah itu hampir tidak pernah dilakukan.


Fosil Ikan Mega Piranha ditemukan




Liputan6.com, New York: Jika Anda berpikir ikan piranha sangat menakutkan, Anda akan senang mengetahui megapiranha tidak lagi ada. Pasalnya, piranha purba itu sangat menakutkan. Ikan tersebut mempunyai panjang tiga kaki atau sekitar satu meter. Jika dibanding dengan piranha modern, megapiranha empat kali lebih besar. Selain itu, megapiranha memiliki tiga gigi yang sangat besar. Diperkirakan piranha ini hidup sekitar 8 juta sampai 10 juta tahun yang lalu.




Fosil yang diberi nama megapiranha paranensis ini sebelumnya tidak diketahui sebagai fosil yang menghubungkan evolusi kesenjangan antara ikan pemakan daging dan pemakan tanaman.

“Dalam piranha modern, gigi tersebut diatur dalam satu file,” kata Wasila Dahdul, ilmuwan National Evolutionary Synthesis Center, Carolina Utara.

SERANGGA terpanjang di dunia ditemukan di Kalimantan



SERANGGA terpanjang di dunia ternyata ditemukan di Pulau Kalimantan. Serangga berbentuk batang ini ditetapkan sebagai serangga terpanjang di dunia oleh ilmuwan asal Inggris.

Spesimen tersebut ditemukan oleh warga setempat dan diteliti oleh naturalis amatir Malaysia, Datuk Chan Chew Lun. Serangga unik ini kemudian diberi nama Phobaeticus Chani atau Chan’s megastick.

Paul Brock dari Natural History Museum di London mengatakan bahwa ini adalah jenis serangga terpanjang yang pernah ditemukan selama ini. Bentuknya menyerupai pensil kurus dari bambu, panjangnya sekitar 22 inchi, dan panjang tubuh sekitar 14 inchi.

Apakah kehebatan serangga itu? Serangga ini punya kemampuan untuk berkamuflase untuk membela diri. Selain itu, dia juga bakal menyemprotkan cairan beracun untuk melawan predatornya.

Sabtu, 13 November 2010

Ditemukan, Surat Utang Berusia 200 Tahun



Dokumen era kolonial itu ditemukan di dalam tumpukan buku-buku usang.
Michelle Eugenio, seorang guru kelas empat di Peabody, Massachusetts, Amerika Serikat (AS), secara kebetulan menemukan dokumen yang sudah berusia lebih dari 200 tahun. Dokumen era kolonial itu ditemukan di dalam tumpukan buku-buku usang.

Seperti dilansir Associated Press edisi Selasa 8 Juni 2919, awalnya Eugenio sedang membenahi ruang kelas dalam rangka persiapan untuk pindah ruangan.

Saat sedang membersihkan tumpukan-tumpukan kertas usang dan potongan-potongan kertas, dia menemukan dokumen yang bertuliskan 'April 1792.'

Dokumen yang ditemukan dua pekan lalu itu berbentuk dokumen kertas berwarna kuning. Dokumen itu terbungkus rapi oleh plastik. Dokumen itu seperti berkas pembayaran utang seorang pria bernama Jonathan Bates asal Vermont, AS.

Presiden Komunitas Sejarah Peabody, Bill Power, memverifikasi dokumen itu. Hasilnya, temuan itu autentik alias asli. Bill Power menilai temuan itu cukup membanggakan dan mengejutkan.

Tak seorang pun tahu bagaimana dokumen pembayaran utang-piutang itu bisa berada di sekolah ini. Dan tak seorang pun mengetahui sejak kapan dokumen berharga itu ada di tempat ini.

Bates, pria yang tertulis dalam dokumen diketahui merupakan veteran Angkatan Darat Kontinental AS pada 1780. Dia meninggal pada 1808 dalam usia 63 tahun. Bates dimakamkan di Williamstown, Vermont.

Sepatu Berusia 5.500 Tahun Ditemukan



Alas kakinya terbuat dari kulit, menggunakan tali pengikat bagian depan dan belakang.
Sepatu kulit tertua ditemukan di pegunungan Armenia, umurnya diperkirakan sekitar 5.500 tahun. Alas kakinya terbuat dari kulit, menggunakan tali untuk mengikat bagian depan dan belakang.

Seperti diberitakan Associated Press, Kamis 10 Juni 2010, peneliti melaporkan hal itu pada sebuah jurnal di perpustakaan umum ilmu pengetahuan.

Sepatu untuk kaki kanan itu ditemukan di dalam sebuah gua. Ketika ditemukan, di dalam sepatu itu sudah penuh dengan rumput.

Ron Pinhasi arkeolog dari University College Cork di Cork, Irlandia, memimpin tim penelitian itu. Dia merasa sangat beruntung menemukan sepatu itu. Karena, kata dia, biasanya mereka hanya menemukan pot rusak.

Dengan ditemukannya sepatu seperti itu, maka Pinhasi dan peneliti memiliki informasi mengenai kegiatan sehari-hari orang-orang kuno.

Setidaknya, ada gambaran mengenai bagaimana kehidupan orang kuno masa lalu. Tidak hanya tentang apa yang mereka makan, apa yang mereka lakukan, tetapi juga apa yang mereka kenakan.

Sebelumnya, sepatu kulit tertua ditemukan di Eropa atau Asia, yang dikenal dengan Otzi, "manusia es" yang ditemukan membeku di Alpen beberapa tahun yang lalu dan sekarang diawetkan di Italia.

Otzi diperkirakan hidup pada 5.375 dan 5.128 tahun yang lalu, beberapa ratus tahun lebih baru daripada sepatu Armenia. Sepatu Otzi terbuat dari kulit rusa dan beruang yang disatukan dengan tali kulit.

"Sepatu Armenia tampaknya terbuat dari kulit sapi," kata Pinhasi. (umi)

Rape-aXe, Kondom Maut untuk Pemerkosa



Kondom ini dilengkapi gigi-gigi tajam, berfungsi sebagai kait. Hanya bisa dilepas dokter.
Doktor di Afrika Selatan menemukan kondom khusus perempuan yang dilengkapi gigi-gigi tajam seperti kait. Kondom ini dan menyebarkannya di area Piala Dunia.

Sang penemu, dr Sonnet Ehler sampai harus menjual rumah dan mobilnya untuk mengembangkan kondom perempuan yang disebut Rape-aXe pada 2005. Dalam masa percobaan, kondom ini dilego US$ 2 atau sekitar Rp 19.000 per biji.

Kondom ini adalah senjata tersembunyi perempuan dari pemerkosaan. Pemakaiannya, sama seperti memakai tampon atau pembalut.

Ketika pemerkosa melakukan penetrasi, kondom itu akan menempel, dan gigi-gigi di dalamnya akan mengait alat kelaminnya.

Kondom itu tak mudah dilepaskan, hanya dokter yang bisa melakukannya. Dokter Ehler berharap, ketidakberdayaan pelaku pemerkosaan melepas kondom maut ini, akan memudahkan aparat hukum melakukan penangkapan.

"Rasanya sakit, pemerkosa tidak dapat buang air kecil dan tak bisa berjalan jika kondom itu menempel," kata dia, seperti dimuat laman News.com.au, Senin 21 Juni 2010.

"Jika dipaksa dilepas, kondom itu justru akan menempel makin erat. Namun, bagaimanapun, benda itu tidak akan merusak kulit, tak berbahaya, atau mengandung cairan berbahaya," tambah Ehler.

Penemu kondom ini mengklaim telah berkonsultasi dengan para insinyur, ahlli kandungan, dan psikolog untuk menciptakan desain kondom 'maut' namun tak berbahaya ini.

dr Ehlers berencana untuk mendistribusikan 30.000 kondom ini di bawah pengawasan selama penyelenggaraan Piala Dunia di Afrika Selatan.

Meski ditawarkan untuk mencegah pemerkosaan, kondom ini dikritik karena tak menawarkan solusi jangka panjang, namun justru membuat korban menjadi rentan mengalami kekerasan lebih berat dari pelaku.

Victoria Kajja, dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan di Uganda, mengatakan kondom justru meningkatkan kerentanan perempuan.

"Itu tidak hanya memberi korban rasa aman palsu, tetapi juga trauma psikologis," katanya.

"Ini juga tidak membantu mengurangi masalah psikologis korban pasca kekerasan seksual."

Laporan Lembaga Penelitian Kesehatan tahun lalu menyebutkan, 28 persen laki-laki yang disurvey mengaku pernah memperkosa perempuan atau remaja perempuan.

Di sebagian besar negara-negara Afrika, tes DNS tidak umum digunakan sebagai bukti untuk menyatakan bahwa seseorang telah bersalah melakukan pemerkosaan

Terjawab, Misteri Hobbit di Flores



Fosil kerangka itu lebih kecil dari manusia purba pada umumnya. Pulau Flores adalah kunci.
Fosil kerangka kecil 'hobit' yang ditemukan di Liang Bua, sebuah gua kapur di Flores, tahun 2003 lalu terus jadi misteri dalam dunia arkeologi, apakah itu fosil anak kecil, atau manusia abnormal?

Fosil wanita purba yang diperkirakan berusia 18.000 tahun itu jauh lebih kecil dari ukuran manusia purba lainnya. Arkeolog terkemuka menasbihkan fosil itu sebagai nenek moyang baru manusia, Homo florensiesis -- yang disama-samakan dalam tokoh kerdil dalam film 'Lord of The Ring', Frodo Baggins -- dan mendapat julukan 'hobbit'.

Seperti dimuat Discovery.com, penelitian terbaru yang dimuat dalam Jurnal Boogeography yang dipimpin Hanneke Meijer dari Pusat Penelitian Biodiversiti Belanda, menyajikan alternatif jawaban.

Catatan arkeologi menunjukkan, spesies nenek moyang manusia, homo erectus datang ke Flores, Nusa Tenggara Timur, pada masa pertengan jaman Pleistocene -- antara 781.000 dan 126.000 tahun lalu.

Homo floresiensis tidak tampak di masa-masa akhir periode Pleistocene, antara 126.000 dan 12.000 tahun lalu.

Meijer yakin setelah masa isolasi Pulau Flores, homo erectus beradaptasi dan berkembang menjadi hobbit, meski banyak arkeolog tak sepakat bahwa manusia purba dari Flores yang berbadan dan berotak kecil itu adalah metamorfosa dari homo erectus.

Kunci untuk memahami hobbit Flores, kata Meijer, adalah dengan mempersempit lingkup cara pandang, yakni fokus pada lingkungannya di Flores.

Dia menjelaskan, di Flores, menurut data fosil, beberapa penduduk pulau, termasuk reptil dan mamalia, memiliki pengalaman pengkerdilan (dwarfism) atau menjadi raksasa (gigantism).

Fakta menunjukan, bahwa kasus-kasus yang terjadi pada hewan yang terisolasi akan mengalami perubahan besar tubuh secara drastis -- karena perubahan pemangsaan atau sumber makanan.

Alih-alih melihat mundur, arkeolog harus melihat fenomena di Flores sebagai contoh adaptasi evolusioner.

Geolog teliti info Kapal kuno di Sumbawa




Rencananya 7 Juli 2010 tim Arkeologi Denpasar akan ke Tambora.
Ahli Geologi Denpasar akan menindaklanjuti informasi penemuan kapal kuno di Kawinda To’i Tambora, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

“Rencananya 7 Juli 2010 tim Arkeologi Denpasar akan ke Tambora untuk meneliti temuan kapal kuno tersebut,” kata Made Grie, peneliti Balai Arkeologi Denpasar Made Grie, Sabtu 3 Juli 2010.

Informasi ditemukannya kapal kuno yang diduga terkubur akibat letusan Gunung Tambora itu diperoleh dari masyarakat setempat.

Made Gria menjelaskan tim yang akan diterjunkan sebanyak tujuh orang akan melihat secara langsung jenis kapal kuno yang tertimbun pada abad 18 – 19 itu. Tim peneliti juga akan melanjutkan penelitian tentang kerajaan yang terkubur oleh letusan Gunung Tambora.

Sementara itu, mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Heryadi Rachmat yang pernah mendampingi pakar Geologi Internasional dari Rodest Island University Amerika Serikat (AS) Haraldur Sirgurdsson mengatakan terdapat tiga kerajaan yang tertimbun akibat letusan dahsyat Gunung Tambora pada 5 April 1815 yakni Kerajaan Pekat, Tambora, dan Sanggar.

Terungkapnya tiga kerajaan yang hilang akibat letusan dahsyat Gunung Tambora berawal dari penemuan keramik kuno di kawasan Tambora.

Pada penggalian Situs Tambora ditemukan bekas bangunan yang tampak masih utuh seperti komponen atap rumah, kerangka atap bambu dan tiang penyangga, selain sisa bangunan rumah juga ditemukan padi dalam jumlah banyak dan masih utuh. Temuan lain di Situs Tambora adalah seperangkat alat nyirih antara lain alat pemotong pinang dan tangkai `pelocok` atau alat pelumat sirih yang artistik terbuat dari tanduk.

Sementara keramik ditemukan pada kedalaman dua meter dan terkonsentrasi cukup banyak pada satu tempat, namun disayangkan keramik kuno itu ditemukan dalam kondisi sudah rusak atau pecah. (sj)

Ditemukan, Mangkuk Berisi Jari Manusia Maya




Para arkeolog menemukan makam kuno berusia 1.600 tahun. Diperkirakan Makam Raja Maya Kuno.
Makam batu yang diperkirakan tempat persemayaman Raja Maya Kuno terakhir ditemukan di Guatemala pada 29 Mei 2010.

Makam berusia 1600 tahun itu ditemukan di bawah piramida El Diablo di kota El Zotz. Di dalam makam juga ditemukan alat pahat, keramik, bahan tekstil, dan tulang enam bocah -- yang diduga jadi tumbal kematian raja.

Meski demikian para peneliti harus bekerja keras untuk menemukan siapa sesungguhnya pemilik dari makam tersebut.

"Kami masih harus bekerja keras untuk menemukannya," kata arkeolog dari Universitas Brown, Rhode Island, Stephen Houston, seperti dimuat laman Live Science.

"Kami baru saja bisa menghela nafas setelah menjalani proses penggalian yang sulit. Makam kerajaan sangat besar dan mengandung banyak informasi. Butuh beberapa tahun untuk menguak misteri itu," tambah dia.

Penemuan makam tersebut makan waktu panjang. Di awali saat tim menemukan keganjilan di lokasi penggalian.

Tim sebelumnya sudah menemukan kuil kecil yang dubangun di depan situs pemujaan Dewa Matahari, lambang kerajaan Maya.

"Ketia membuka lubang ke dalam kuil, kami menemukan mangkuk berwarna merah darah berisi jari-jari manusia dan sejumlah gigi -- semuanya dibungkus plester dari bahan-bahan organik.

Para ilmuwan terus menggali, hingag mereka menemukan lubang kecil. Saat lampu diturunkan ke arah lubang, pemandangan dramatis membuat mereka takjub.

"Seperti ledakan warna ke seluruh arah -- merah, hijau, kuning. Itu adalah makam keluarga kerahjaan yang diisi banyak benda, ada potongan kayu, tekstil, dan lapisan plester yang dicat warna-warni."

Saat membuka makam tersebut, tercium bau zat pengawet, udara dingin juga tersembur dari arah makam. "Kamar itu ditutup selama lebih dari 1.600 tahun, tak ada udara atau air yang bisa masuk ke sana."

Ukuran makam itu setinggi 6 kaki dan panjang 12 kaki. "Aku bisa berbaring dengan nyaman di dalamnya. Meski sama sekali tak ingin tinggal di sana," kata Houston.

Ilmuwan memperkirakan makam itu adalah tempat peristirahatan seorang pria dewasa. Tapi berdasarkan analisa tulang, ada enam anak yang dikuburkan di sana,

Meskipun temuan ini masih sangat awal, ilmuwan memperkirakan kemungkinan besar ini adalah makam raja.

"Dari posisi makam, waktu, kekayaan, dan konstruksi di atas makam itu, kami yakin ini adalah makam pendiri dinasti."

Temuan tersebut diumumkan 15 Juli selama konferensi pers di Guatemala City.

Kerangka Manusia Megalitikum Ditemukan



"Diduga dia abdi tuannya yang setia dan dikubur di samping sarkofagus tuannya."
Kerangka manusia zaman megalitikum yang diperkirakan berusia 2.500 tahun lalu ditemukan di Desa Keramas, Blahbatu, Gianyar, Bali, dalam kondisi yang masih utuh.

Kerangka itu ditemukan saat tim peneliti dari Balai Arkeologi Denpasar tengah melakukan penggalian Minggu 29 Agustus 2010 di samping sebuah sarkofagus berkepala patung manusia yang sebelumnya ditemukan lebih dulu pada 25 Agustus 2010. Diduga kerangka itu adalah seorang seorang abdi yang selama hidupnya setia kepada tuannya.

"Kerangkanya masih lengkap dengan bekal kuburnya, berupa batung beliung dan guci kuno. Dari hasil penelitian kami, diduga dia abdi tuannya yang setia dan dikubur di samping sarkofagus tuannya," jelas Ayu Kusumawati, Koordinator Balai Arkeologi Denpasar saat dikonfirmasi, Minggu, 29 Agustus 2010.

Sejak tahun 1978, temuan sarkofagus di Gianyar sudah mencapai 37 buah, ditambah dua sarkofagus terbaru di kawasan galian bata merah, Desa Keramas, Blahbatu, Gianyar, Bali.

Sarkofagus lainnya yang ditemukan berada di sekitar tiga meter dari lokasi pertama, juga dipastikan berasal dari satu komunitas, namun ukuran dan bentuknya berbeda sesuai status sosialnya.

"Dipastikan dulu ini menjadi daerah padat pemukiman, karena juga banyak ditemukan pecahan periuk dan alat-alat sembahyang. Menurut literatur, daerah ini adalah kawasan pemukiman padat di awal peradaban Bali," ungkap Ayu.

Udang Purba tertua, ditemukan didaratan




Udang tertua di dunia ditemukan bukan di daerah pesisir pantai atau dekat laut. Melainkan di daratan Oklahoma, Amerika Serikat.

Seperti dilansir FOXnews, 12 November 2010, peneliti telah mempelajari sedikit potongan dari hewan dari zaman yang dipercaya sudah terawetkan sejak 360 juta tahun lalu.

Udang itu ditemukan dalam kondisi yang sangat baik, meski beberapa bagian otot-ototnya sudah diawetkan. Rodney Feldman, profesor dari Kent State University, Ohio menjelaskan mengapa hewan laut itu bisa berada di kawasan daratan Oklahoma. Karena pada masanya, kota Oklahoma merupakan sebuah hamparan laut.

"Udang itu hidup saat Oklahoma dan beberapa daerah di utara Amerika lainnya masih berupa lautan," kata Feldmann kepada FOXnews.com. Posisi Oklahoma saat itu diperkirakan sangat jauh dari permukaan laut. Bahkan, Oklahoma diprediksi merupakan salah satu bagian dari laut dalam.

Badan Geografi Amerika menyebut jutaan tahun lalu ada sebuah benua kecil bernama Laramida. Benua ini membanjiri area Amerika Utara dan mengisolasi kawasan timur dan barat negara itu selama jutaan tahun. Kondisi ini berlangsung pada masa periode akhir zaman kapur.

"Sebelumnya, udang tertua di dunia yang ditemukan berasal dari Madigascar," kata Feldmann. Fosil udang ini memiliki panjang sekitar 3 inchi. Ditemukan oleh peneliti dari Ohio University.

Hewan udang memiliki karakter hidup di dasar perairan. Kondisi arus yang tidak deras membuat kecil kemungkinan tubuhnya akan hancur. (art)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Sundanese Attack Free Blogspot Templates Designed by sYah_ ID RAP for smashing my Life | | Free Wordpress Templates. Cell Numbers Phone Tracking, Lyrics Song Chords © 2010