Rabu, 23 Maret 2011

Hakikat Manusia Menurut ISLAM


HAKIKAT MANUSIA MENURUT ISLAM

Menurut Islam, Manusia adalah makhluk ciptaan Allah tidak muncul dengan sendirinya atau berada oleh dirinya sendiri (Al alaq:2, Atthariq:5,Arrahman:2).
Pengetahuan tentang asal kejadian terciptanya manusia amat penting untuk merumuskan tujuan pendidikan bagi manusia. Karena ini adalah salah satu hakikat wujud manusia.
Hakikat wujud lainnya ialah bahwa manusiaadalah makhluk yang perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan.
Perkembangan manusia menurut teori pendidikan barat dipengaruhi oleh :
1. Pembawaan (teori narativisme)
2. Lingkungan (teori empirisme)
3. Pembawaan dan lingkungan (teori konvergensi)
Menurut islam teori konvergensi lah yang paling mendekati kebenaran. Rasul bersabda :



Setiap yang lahir, dilahirkan menurut fitrah ibu bapak nya lah yang menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi.
Menurut hadist tadi, manusia lahir dengan pembawaan (fitrah, potensi dan pembawaan) dan ayah ibunya sebagai lingkungan.
Pembawaan dan lingkungan itu berpengaruh pada aspek jasmani, akal dan rohani. Jasmani oleh alam fisik sedangkan akal dipengaruhi oleh lingkungan budaya. Sedangkan aspek rohani dipengaruhi oleh alam fisik dan lingkungan budaya dimulai sejak embrio (Al syaibani 1979:136) sampai mati.
Pengaruh lingkungan tersebut berbeda menurut kadar dan fase perkembangan manusia.usia bayi faktor pembawaan lebih dominan, sedangkan usia dewasa factor lingkungan (alam dan budaya) lebih dominan.
Hakikat wujud lainnya adalah manusia cenderung beragama.


Manusia Sempurna Menurut ISLAM
Ciri manusia yang sempurna menurut Islam adalah :
1. Jasmani yang sehat serta kuat dan berketerampilan.
Ini diperlukan untuk penyiaran pembelaan danpenegakan ajaran agama Islam. Islam juga menghendaki manusia sehat mental (iman), selain jasmani. Untuk itu dalil dalil nakli menunjangnya :
 Qs. Al anfal:60 (Penjasmani) : mempersiapkan kekuatan dan pasukan berkuda untuk menghadapi musuh agama.
 Qs. Al ankabut:43 : Pentingnya ilmu, berfikir dan belajar
 Sabda Nabi (Al bukhari I,1981:25) : perintah belajar
 Qs. Al alaq:1: orang islam harus pandai membaca
 Qs. An nahl:43:menyuruh bertanya bila tidak tahu.

Islam menghendaki manusia berpengetahuan sebagai cirri akalnya berkembang baik, yang berisi banyak pengetahuan, sains, filsafat, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara ilmiah atau filosofis.
Akal cerdas karunia tuhan indikatornya ialah kecerdasan umum (IQ) yang juga ditentukan oleh keturunan yang berkaitan dengan kesehatan jiwa dan fisik.
2. Rohani yang berkualitas tinggi..
Rohani adalah selain jasmani dan akal. Rohani bersifat samar, ruwet, jelas batasnya, manusia tidak mengetahui hakikatnya. Tasawuf dan pendidikan islam menyebutnya dengan Qalb ( kalbu).
Qalb gejalanya (jasa) jelas: sedih, gelisah, malu, sabar, serakah, putus asa, cinta, benci, iman, kepampuan melihat yang ghaib (syurga, neraka, bahakan tuhan), melihat tuhan adalah kemampuan manusia memperoleh ilmu laduni dan ilmu kasyaf.
Kekuatan jasmani dibatasi objek objek materi yang ditangkap indra. Kekuatan akal sangat luas : dapat mengetahui objek abstrak sebatas fikiran logis.
Kekuatan rohani lebih jauh, jasmani, dan akal atau tidak terbatas.
Islam mengistimewakan aspek kalbu, kalbu dapat menembus alam ghaib, bahakan menembus tuhan. Kalbu merupakan potensi yang mampu beriman secara sungguh sungguh, iman tempatnya dalam kalbu (Al hujurat:14, Al ma’idah:141).
Menurut ayat diatas iman bukan pengakuan dimulut dan bukan pula dikepala yang berupa pengetahuan tentang iman, tentan g tuhan, iman ada dalam hati.
Kalbu yang berisi iman mempunyai gejala, ditandai :
 Shalat khusyuk (Al mu’min:1-2)
 Mengingat Allah, hatinya tenang (Az zumar:23)
 Disebut nama Allah bergetar hatinya ( Al hajj:34-35)
 Dibacakan ayat Allah sujud dan menangis (Maryam:58, Al isra’:109)
Kesimpulannya, manusia sempurna menurut ajaran Islam, manusia yang hatinya penuh iman atau taqwa kepada tuhan.
Ringkasnya, ciri manusia sempurna menurut islam :
1) Jasmaninya sehat serta kuat dan berketerampilan
2) Akalnya cerdas serta pandai
3) Hatinya (kalbunya) penuh iman kepada Allah

Tujuan Pendidikan ISLAM
Dasar kehidupan adalah pandangan hidup. Menurut S. T.Eliot (dubois) :1979: 14) pendidikan sangat penting, tujuannya diambil dari pandangan hidup.
Jadi jika pandangan hidup (philosophy of life) kita islam, maka tujuan pendidikan harus diambil dari ajran islam. Jadi gambaran manusia sempurna menurut islam itulah tujuan pendidikan islam :
 Al attas (1979:1) : tujuan pendidikan islam adalah manusia yang baik
 Marimba (1964:39) : tujuan pendidikan islam adalah terbentuknya orang yang berkepribadian muslim.
 Al abrasy (1974:15) : tujuan akhir pendidikan islam adalah manusia yang ber akhlaq mulia.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Sundanese Attack Free Blogspot Templates Designed by sYah_ ID RAP for smashing my Life | | Free Wordpress Templates. Cell Numbers Phone Tracking, Lyrics Song Chords © 2010