Senin, 25 Oktober 2010

AKUNTANSI DASAR RUMAH SAKIT II(HANDOUT)


PERTEMUAN I

GAMBARAN UMUM AKUNTANSI


1. DEFINISI

Akuntansi adalah Proses pengenalan, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi guna memungkinkan melakukan penilaian dan pengambilan keutusan oleh para pengambil keputusan.

Proses:
Pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, peringkasan dan penyajian transaksi keuangan dengan cara tertentu dari sebuah entitas.
Fungsi: Menghasilkan Laporan Keuangan

2. Manfaat Informasi Akuntansi;
1. Manajemen : Mengetahui tingkat perkembangan perusahaan
2. Kreditur: Mengetahui kemampuan mengembalikan pinjaman
3. Fiskus : Sebagai dasar informasi pemungutan pajak
4. Karyawan: berkepentingan dengan Kesejahteraan karyawan

3.Lapangan khusus Akuntansi
• Akuntansi Keuangan
• Pemeriksaan Keuangan
• Akuntansi Biaya
• Akuntansi Manajemen
• Akuntansi perpajakan
• Sistem Akuntansi
• Akuntansi Anggaran
• Akuntansi pemerintahan
• Akuntansi kemasyarakatan

4. Perbedaan Akuntansi dan Tata Buku
Tata Buku : Menekankan sistem pencatatan terutama pembukuan kameral (single entry)
Akuntansi : Perencanaan Pencatatan double entry (menghasilkan laporan keuangan) dan Analisa hasil Pencatatan (analisa laporan keuangan)

5. Arti, Jenis dan Kegiatan Perusahan
a. Perusahaan jasa (Menjual pelayanan /tidak berwujud fisik):
• Jasa Konsultan dan Profesi, misal: konsultan bangunan, akuntan, dokter, pengacara, klinik bersalin, dll
• Jasa hiburan: Bioskop, taman hiburan, bilyar.
• Jasa keahlian pribadi: Salon kecantikan, tukang cukur, penjahit , studio foto.
• Jasa Angkutan:Perusahaan penerbangan, kereta api, taksi dan biro perjalanan.
• Jasa penginapan: hotel, losmen, asrama, motel
• Jasa komunikasi: Perusahaan telepon, radio dan televisi swasta.
• Jasa Pertanggungan dan keuangan:bank,asuransi, pegadaian, simpan pinjam.


b. Perusahaan dagang (membeli dan menjual tanpa merubah bentuk):
• Supermarket, Toko, distributor, pedagang hasil bumi, toko buku, dll.

c. Perusahaan Industri (Mengolah bahan baku menjadi barang lain yang mempunyai manfaat lebih tinggi):
• Pabrik tekstil, kertas, kerajinan sepatu dan tas, dll.


5. Bentuk Perusahaan
• Perusahaan Perseorangan: Dimiliki dan dikelola oleh satu orang.
• Persekutuan: paling sedikit Dua orang bergabung menjalankan usaha dengan kedudukan sama
• Persekutuan komanditer: sama dengan persekutuan/firma tetapi kedudukan diantara persero berbeda.
• Perseroan: perusahaan yang modalnya terbentuk atas saham.
• Koperasi: Bentuk kerja sama dalam usaha yang dimiliki anggota dan untuk kesejahteraan anggota.

































PERTEMUAN II

PERSAMAAN DAN LAPORAN AKUNTANSI


PERSAMAAN AKUNTANSI

Jika semua harta perusahaan dibiayai dari modal sendiri tanpa hutang, maka:

Assets = equities

Jika semua harta perusahaan dibiayai dari hutang dan modal, maka:

Assets = Liabilities + capital

TRANSAKSI-TRANSAKSI:
1. Dr. Abidin mendirikan Klinik Pratama Husada pada tanggal 1 April 2007 dengan modal Rp. 200.000.000,- yang disimpan dalam bentuk deposito di bank Danamon.
2. Klinik Pratama Husada membeli peralatan medis dan non medis dengan tunai seharga Rp. 120.000.000,-.
3. Klinik Pratama Husada membeli perlengkapan kantor senilai Rp 2.000.000,- dengan perjanjian pembayaran dilaksanakan pada bulan berikutnya.
4. Sebagian hutang tersebut dibayar dengan jumlah Rp. 1.200.000,-
5. Selama bualan April tersebut Klinik Pratama Husada menerima pendapatan jasa pemeriksaan kesehatan sejumlah Rp. 16.500.000,- secara tunai
6. Berbagai macam beban yang dikeluarkan perusahaan selama bulan tersebut antara lain:
Gaji dan Upah Rp. 5.400.000,-
Listrik dan air 1.600.000 ,-
Telepon 500.000,-

7. Diketahui nilai perlengkapan pada akhir bulan tinggal Rp 900.000,-.
8. Ditaksir penyusutan peralatan Medis dan Non medis pada bulan tersebut Rp. 2.000.000,-
9. Pada Akhir bulan Dr. Abidin mengambil uang dari kas Klinik Pratama Husada sebesar Rp. 1.500.000,- untuk kepentingan Pribadinya.

Keterangan:
Asset = harta perusahaan/investasi milik perusahaan
Libilities = Kewajiban/Hutang
Equities = capital/modal sendiri
Beban = pengorbanan atas barang/jasa yang diarahkan untuk menjalankan perusahaan
Depresiasi = penyusutan
Akumulasi Depresiasi = jumlah penyusutan
Peralatan = harta yang berumur lebih dari satu tahun
Perlengkapan = harta yang berumur kurang dari satu tahun
Prive = Withdrawals/pengambilan sebagian laba untuk kepentingan pribadi pemilik perusahaan perseorangan/non badan hukum


JENIS-JENIS LAPORAN AKUNTANSI:
1. Neraca/Balance Sheet : Suatu daftar yang berisi ringkasan harta, kewajiban dan modal suatu perusahaan yang biasanya ditutup pada hari terakhir setiap bulan
2. Laporan Laba Rugi /Income Statement : Laporan yang bersisi ringkasan pendapatan dan biaya dari suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu
3. Laporan Perubahan Modal/Capital Statement : Laporan yang berisi ringkasan perubahan modal suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu.


PERSAMAAN AKUNTANSI UNTUK TRANSAKSI-TRANSAKSI DI KLINIK PRATAMA HUSADA

No. Transaksi Assets = Liabilities Capital
Kas Perlengkapan Peralatan Akumulasi Depresiasi Hutang Jangka Pendek Dr. Abidin, Modal
1 200.000 200.000
2 120.000 120.000
Bal. 80.000 200.000
3 2.000 2.000
Bal. 80.000 2.000 120.000 2.000 200.000
4 1.200 1.200
Bal. 78.800 2.000 120.000 800 200.000
5 16.500 16.500
Bal. 95.300 2.000 120.000 800 216.500
6 7.500 5.400
1.600
500
Bal. 87.800 2.000 120.000 800 209.000
7 1.100 1.100
Bal. 87.800 900 120.000 800 207.900
8 (2.000) (2.000)
Bal. 87.800 900 120.000 (2.000) 800 205.900
9 1.500 1.500
Bal. 86.300 900 120.000 (2.000) 800 204.400

CARA PENYAJIAN LAPORAN NERACA:
1. Laporan bentuk report form/stafel: kewajiban dan modal diletakan di bawah harta (bentuk ini lebih umum dipakai oleh peruahaan).
2. Laporan bentuk Rekening/Account form/Skontro: harta di sebelah kiri sedangkan kewajiban dan modal disebelah kanan.


CONTOH:

”Klinik Pratama Husada”
Neraca
Per 30 April 2007

Harta
Kas Rp. 86.300.000
Perlengkapan 900.000
Peralatan 120.000.000
Dikurangi: Akumulasi Depresiasi (2.000.000)

Total Harta 205.200.000

Kewajiban
Hutang Jangka Pendek Rp. 800.000
Modal
Dr. Abidin, Modal 204.400.000
Total Kewajiban dan Modal 205.200.000



”Klinik Pratama Husada”
Laporan Laba Rugi
Per 30 April 2007

Pendapatan Jasa Rp. 16.500.000
Biay Operasional:
Beban Gaji dan Upah 5.400.000
Beban Listrik dan Air 1.600.000
Beban Telepon 500.000
Beban Depresiasi 2.000.000
Beban Perlengkapan 1.100.000
Total Biaya Operasional 10.600.000

Laba Bersih 5.900.000






”Klinik Pratama Husada”
Laporan Perubahan Modal
Per 30 April 2007


Modal, 1 April 2007 Rp.200.000.000
Laba Bersih Bulan April 2007 5.900.000
Dikurangi: Prive 1.500.000
Penambahan Modal 4.400.000
Modal, 30 April 2007 204.400.000

Soal Latihan :
Pada tanggal 1 Oktober 2007 Dr. Taufik mendirikan Klinik Mulia Husada. Transaksi yang terjadi selama bulan Oktober 2007 adalah sebagai berikut:
1. Memulai usaha dengan mendepositokan uang ke bank BRI sebesar Rp. 150.000.000,-
2. Membayar Beban Listrik dan Air Rp. 3.000.000,-
3. Membeli peralatan berupa meja tulis, kursi, lemari arsip dan perlatan medis seharga Rp. 15.000.000,- . Dari jumlah tersebut RP. 10.000.000,- dibayar tunai dan sisanya dengan kredit.
4. Membeli perlengkapan berupa pensil, kertas HVS, dan lain-lain senilai Rp. 700.000,- secara tunai
5. Diterima pendapatan jasa senilai Rp. 10.500.000,-
6. Membayar hutang kepada kreditur Rp. 3.000.000,-
7. Membayar beban Telepon Rp. 1.000.000,-
8. Dr. Taufik mengambil prive senilai Rp. 2.400.000,-
9. Penyusutan Peralatan ditaksir Rp 500.000,-
10. Setelah dilakukan Inventarisir perlengkapan diketahui beban perlengkapan yang terpakai Rp 300.000,-

Pertanyaan:
1. Catat Transaksi di atas dan tentukan saldonya dengan judul kolom sebagai berikut:

Assets = Liabilities + Capital
Kas+Perlengkapan + Peralatan- Akum.Depr. = Hutang Jk. Pendek + Dr. Taufik, Modal

2. Buatlah Neraca, Laporan Laba rugi, dan Perubahan Modal per 31 Oktober 2007.















PERTEMUAN III

FINANCIAL STATEMENT DAN PENCATATAN TRANSAKSI

Financial statement terdiri dari:
1. Balance Sheet (Neraca)
2. Income Statement (Laporan Laba Rugi)
3. Retained Earning Position/Capital Statement (Laporan Perubahan Modal)modal awal dan perubahannya
4. Informative Disclosure (Catatan Atas Laporan Keuangan)
5. Cash Flow (Laporan Arus Kas)


Klasifikasi Aktiva:
1. Aktiva Lancar (Current Assets), terdiri dari:
Kas (cash), Surat berharga (marketable securities), Wesel Tagih (Notes Receivable), Piutang Dagang (Accounts Receivable), Persediaan Barang (Merchandise Inventory), Beban dibayar dimuka (Prepaid Expense), dan Perlengkapan (Supplies).
2. Investasi/Penyertaan (Investment)
Investasi Saham, Obligasi, tanah dan lain-lain
3. Aktiva Tetap (Fixed Assets)
Tanah (Land), Gedung (Building/factory/plant), Mesin-mesin Produksi (Machinery), Kendaraan (Vehicles), dan Peralatan (Equipment), Akumulasi Penyusutan (Accumulation Depreciation).
4. Aktiva tidak Berwujud (Intangible Assets)
Goodwill, Hak Paten, Hak Cipta, Merek dagang
5. Aktiva Lain-lain (Other Assets)
Aktiva yang diperoleh di luar operasi normal perusahaan, misalnya gedung yang diperoleh akibat penyitaan karena perusahaan menang dalam perkara guguatan atas pihak ketiga.

Klasifikasi Kewajiban:
1. Kewajiban Lancar (Notes Payable)
Hutang Dagang (Accounts Payable), Hutang Wesel (Notes Payable), Rekening yang masih harus dibayar (Account Liabilities), Bagian Hutang Jangka Panjang yang Jatuh tempo
2. Kewajiban Jangka Panjang (Long term Liabilities)
Obligasi (Obligation/Bond), Hipotik (Mortgage Payable), Diskonto Obligasi (Discounted Obligation).

Klasifikasi Modal:tanda kepemilikan seeorang thd perusahaan ttntu dgn memperoleh hak suara
1. Modal Saham (Capital Stock)
Saham Istimewa (Prefered Stock) dividennya didahulukan tp g punya hak suara Saham Biasa (Common Stock)
2. Agio Saham (Premium Stock)kelebihan nilai saham diatas harga beli
3. Laba ditahan (Retained Earnings)bagian dr laba bersih untuk investasi/ga dibagiin

Klasifikasi Laporan Laba Rugi:
1. Pendapaatan (Revenue)
Pendapatan Operasional dan Pendapatan Non Operasional yang akan menambah modal
2. Beban (Expense)
Beban Harga Pokok (Operasional)koorbisnis. dan Beban Non Operasional (Administrasi, Umum, dan Pemasaran) yang akan mengurangi modal.
3. Laba Atau Rugi
Laba (Profit) adalah selisih lebih pendapatan di atas beban-beban, Sedangkan Rugi (Loss) adalah sebaliknya.

PENGGUNAAN T ACCOUNT

T account (Rekening perkiraan bentuk T) adalah bentuk Ledger (buku besar) yang disederhanakan ke dalam bentuk huruf T dimana disebelah kiri adalah debit dan disebelah kanan adalah kredit. Mekanisme yang digunakan adalah sistem double entry (pencatatan berpasangan), artinya setiap transaksi akan dicatat ke dalam 2 (dua ) perkiraan atau lebih dengan jumlah yang selamanya sama/seimbang antara debit dan kredit sesuai dengan ketentuan didalam persaman dasar akuntansi. Untuk menyusun T account harus dikuasai terlebih dahulu pengetahuan tentang posisi saldo normal masing-masing rekening baik rekening- rekening di neraca maupun laporan laba rugi.

Jenis Perkiraan Penambahan Pengurangan Saldo Normal
Aktiva Debit Kredit Debit
Kewajiban Kredit Debit Kredit
Modal Kredit Debit Kredit
Penarikan Debit Kredit Debit
Deviden Debit Kredit Debit
Pendapatan Kredit Debit Kredit
Beban Debit Kredit Debit

Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Juni 2007 di balai Pengobatan ”Bakti darma”:
1. Dr. Yahya menginvestasikan Rp 100.000.000 berupa kas ke dalam Balai Pengobatan Bakti Darma.
2. Dibayar untuk 1 tahun sewa kantor Rp. 6.000.000
3. Dibayar Rp.60.000.000 untuk investasi peralatan medis
4. Dibeli peralatan kantor/non medis Rp.2.000.000 per kas.
5. Membeli peralatan kantor senilai Rp. 7.000.000 dari PT. Bahtera
6. Dibeli Perlengkapan Kantor secara kredit dari Toko Trisakti Rp. 1.200.000
7. Dijual peralatan kantor yang tidak terpakai kepada Bahri &Co. Rp .2.000.000 perkas dan Rp 100.000 kredit.
8. Diterima dari Bahri&Co. Rp. 100.0000
9. Dibayar kepada PT. Bahtera Rp.3.500.000
10. Diterima pendapatan pemeriksaaan kesehatan 3 minggu pertama bulan Juni Rp. 17.000.000
11. Dibayar Gaji pegawai untuk 2 orang Rp. 1.200.000 untuk 2 minggu pertama bulan Juni
12. Diterima pendapatan pemeriksaan kesehatan 1 minggu terakhir bulan Juni Rp .1.500.000
13. Dr. Yahya mengambil Rp. 4.000.000 untuk kepentingan pribadi
14. Dibayar Gaji pegawai untuk 2 minggu terakhir Rp. 1.200.000
15. Membayar rekening Telepon bulan yang bersangkutan Rp. 400.000
16. Membayar biaya sevice rutin peralatan medis Rp1.500.000
17. Membayar biaya advertensi Rp 120.000


ASSETS = LIABILITIES + CAPITAL

KAS HUTANG USAHA MODAL, DR. YAHYA
1) 100.000.000 2) 6.000.000 9) 3.500.000 5) 7.000.000 1) 100.000.000
7) 2.000.000 3) 60.000.000 1.200.000
8) 100.000 4) 2.000.000 Jlh. 3.500.000 - 8.200.000 PENARIKAN, DR YAHYA
10) 17.000.000 9) 3.500.000 So. 4.700.000 13 4.000.000
12) 1.500.000 11) 1.200.000
13) 4.000.000 PENDAPATAN JASA PEMERIKSAAN KES.
14) 1.200.000 10) 17.000.000
15) 400.000 12) 1.500.000
16) 1.500.000 Jlh. 18.500.000
17) 120.000 So. 18.500.000
Jlh 120.600.000 - 79.920.000
So. 40.680.000 BEBAN GAJI
11) 1.200.000
14) 1.200.000
PIUTANG USAHA Jlh. 2.400.000
7) 100.000 8) 100.000 So. 2.400.000
So. -
SEWA DIBAYAR DI MUKA BEBAN TELEPON
2) 6.000.000 15) 400.000

PERLENGKAPAN KANTOR BEBAN PEMELIHARAAN RUTIN
6) 1.200.000 16) 1.500.000

PERALATAN MEDIS BEBAN ADVERTENSI
3) 60.000.000
17) 120.000

PERALATAN KANTOR
4) 2.000.000 7) 2.100.000
5) 7.000.000
Jlh. 9.000.000 2.100.000
So. 6.900.000


Jlh. 114.780.000 Jlh. 4.700.000 Jlh. 110.080.000







PENYUSUNAN NERACA PERCOBAAN (TRIAL BALANCE)

Langkah-langkah Penyusunan Trial Balance:
a. Tetapkanlah saldo dari setiap perkiraan
b. Jumlahkanlah saldo debit
c. Jumlahkanlah saldo kredit
d. Bandingkanlah antara jumlah debit dan edit, harus sama.
Jika jumlah debit dan kredit tidak seimbang, berarti terjadi kesalahan , karena:
a. salah pencatatan/pemasukan perkiraan
b. salah dalam menentukan saldo dalam setiap perkiraan
c. salah memindahkan angka dari perkiraan ke dalam trial balance
d. kekeliruan di dalam menjumlahkan angka-angka di kolom-kolo trial balance

Yang harus diwaspadai:
Sekalipun jumlah debit dan kredit di trial balance sudah sama hal itu tidak menjamin pencatatan telah benar 100%. Kesalahan masih mungkin terjadi akibat kekurang telitian misalnya nilai Rp 4.000.000 yang seharusnya dicatat pada debit rekening penarikan pribadi malah dicatat sebagai debit beban gaji.


BALAI PENGOBATAN BAKTI DARMA
NERACA PERCOBAAN
PER 30 JUNI 2008


DEBIT KREDIT
KAS 40.680.000
SEWA DIBAYAR DIMUKA 6.000.000
PERLENGKAPAN KANTOR 1.200.000
PERALATAN MEDIS 60.000.000
PERALATAN KANTOR 6.900.000
HUTANG USAHA 4.700.000
MODAL, DR YAHYA 100.000.000
PENARIKAN, DR. YAHYA 4.000.000
PENDAPATAN JASA PEMERIKSAAAN 18.500.000
BEBAN GAJI 2.400.000
BEBAN TELEPON 400.000
BEBAN PEMELIHARAAN RUTIN 1.500.000
BEBAN ADVERTENSI 120.000

JUMLAH 123.200.000 123.200.000

Soal-Soal:
1. Dr. Rahmat memulai usaha kliniknya yang diberi nama Klinik Mitra Sehat pada bulan Maret 2007 dengan investasi berupa uang kas Rp. 80.000.000.
2. Membayar sewa gedung Rp. 12.000.000 untuk satu tahun
3. Membeli peralatan Medis senilai Rp160.000.000 yang diabayar tunai Rp 45.000.000 sisanya berupa surat perjanjian kesanggupan membayar.
4. Dibeli perlatan kantor secara kredit Rp 1.800.000
5. Membayar beban telepon Rp 500.000
6. Diambil Uang tunai untuk kepentingan pribadi Rp. 3.000.000
7. Diterima pendapatan pemeriksaan kesehatan untuk setengah bulan pertama Rp. 16.500.000
8. Membayar gaji pegawai untuk 2 orang Rp. 1.500.000 untuk dua minggu pertama ulan Maret
9. Dibayar per kas premi asuaransi peralatan medis untuk satu tahun Rp 1.500.000
10. Membayar hutang peralatan kantor Rp 1.200.000
11. Membeli perlengkapan Rp 600.000
12. Dierima pendapatan jasa pemeriksaan kesehatan untuk setangah bulan terakhir Rp 13.200.000
13. Membayar gaji pegawai untuk dua minggu terkahir bulan Maret RP. 1.500.000
14. Dibayar rekening tagihan listrik dan Air PDAM Rp. 1.200.000
15. Membayar biaya service rutin peralatan medis Rp. 2.100.000
16. Diambil tunai oleh pemilik Rp 2.800.000 untuk kepentingan pribadi.





































PERTEMUAN EMPAT
JURNAL UMUM DAN POSTING

MENGAPA PERLU JURNAL?
Apabila transaksi-transaksi langsung dicatat dalam ledger, mungkin akan terjadi kesalahan berupa mencatat dalam ledger yang salah atau mencatat kedalam ledger yang benar tetapi letak debit atau kreditnya salah. Oleh karenanya, maka harus dibuat Book of original Entry (buku pencatatan asli) atau jurnal.

Langkah Melakukan penjurnalan setiap transaksi:
1. Tentukan apakah transaksi itu mempengaruhi aktiva, kewajiban, modal, pendapatan atau beban.
2. Tentukan apakah transaksi itu merupakan penambahan atau pengurangan
3. Tentukan apakah dicatat sebelah debit atau kredit.

POSTING
Adalah kegiatan atau prosedur pemindahan ayat-ayat jurnal ke dalam ledger/rekening/akun/perkiraan/buku besar. Posting dilakukan berurutan sesuai dengan peristiwa terjadinya transaksi. Setiap rekening dalam buku besar disusun berdasarkan nomor akunnya.

Langkah-langkah Posting:
1. Catat tanggal yang ada dalam jurnal
2. Pindahkan jumlah debit dalam ayat jurnal ke sisi debit buku besar rekening yang bersangkutan
3. Pindahkan jumlah kredit dalam ayat jurnal ke sisi kredit buku besar rekening yang bersangkutan
4. Cantumkan nomor halaman jurnal ke dalam kolom referensi
5. Catat Nomor Referensi dalam jurnal ke buku besar sebagai Nomor Rekening.


Contoh Transaksi:
Ibrahim, S.Si, Apt, seorang Apoteker membuka Apotik Mugi Sehat tarhitung tanggal 1 Juli 2006. Berikut ini urutan tanggal dan peristiwa transaksi selama bulan Juli 2006.
1. Menyerahkan uang tunai Rp 40.000.000 dan satu gedung senilai Rp 300.000.000 sebagai modal.
3. Dibeli peralatan kantor dengan tunai senilai Rp. 12.000.000
4. Dibeli Obatan-obatan berbagai jenis Rp. 80.000.000 secara kredit
7. Diterima pendapatan penjualan obat minggu pertama Rp. 2.500.000
8. Dibayar biaya advertensi sebesar Rp 80.000
9. Membayar sebagian hutang obat Rp 20.000.000
14. Diterima pendapatan penjualan obat minggu kedua Rp. 6.000.000
15. Dibayar tunai pembelian perlengkapan kantor senilai Rp 200.000
16. Dibayar beban listrik, telepon dan air Rp. 600.000
21. Diterima pendapatan penjualan obat minggu ketiga Rp. 11.500.000
25. Diambil uang senilai Rp. 800.000 untuk keperluan pribadi.
26. Dibayar biaya advertensi Rp. 1.000.000
28. Diterima pendapatan penjualan Obat minggu keempat Rp. 20.000.000
29. Dibayar hutang obat Rp. 20.000.000
31. Membayar gaji 3 orang pegawai Rp. 3.000.000,-
31. Diambil uang Rp 1.500.000 untuk keperluan pribadi

MEMPERBAIKI KESALAHAN DALAM MENJURNAL
1. Jika kesalahan terjadi dalam jurnal dan belum dilakukan posting, maka pembetulan tidak boleh dengan cara menghapus dan mengganti dengan yang baru melainkan dengan membuat satu garis melalui kesalahan itu dan selanjutnya menuliskan rekening atau jumlah yang betulnya.
2. Jika kesalahan dalam jurnal baru diketahui setelah posting, maka pembetulan harus dilakukan dengan cara membuat suatu entri baru dalam jurnal.

Misal:
1. Setelah posting diketahui terjadi kesalahan penjurnalan dimana penjualan tunai Rp 200.000 dicatat sebagai penerimaan piutang.
Tanggal 31 Juli 2006
Kas Rp. 200.000
Piutang Usaha Rp 200.000
Diperbaiki dengan cara:
Piutang usaha Rp 200.000
Penjualan Rp. 200.000
Hasilnya menjadi:
Kas Rp. 200.000
Penjualan Rp. 200.000

2. Setelah posting diketahui kesalahan penjurnalan pembelian perlengkapan Rp. 600.000 secara kredit dijurnal sebagai penjulan perlengkapan secara kredit.
Tanggal 31 Juli 2006

Piutang usaha Rp.600.000
Perlengkapan Rp.600.000
Diperbaiki dengan cara:
Perlengkapan Rp.1.200.000
Piutang Usaha Rp. 600.000
Hutang Usaha Rp. 600.000
Hasilnya menjadi:
Perlengkapan Rp.600.000
Hutang Usaha Rp 600.000

PERTEMUAN LIMA
ADMINISTRASI PEMBELIAN DAN PENGELUARAN UANG KAS

PROSEDUR PEMBELIAN
Bagian pembelian di sebuah perusahaan harus menyimpan data atau katalog mengenai kualitas, perkembangan harga, distributor atau penyedia barang yang bonafid, dan informasi lain yang penting. Untuk mencegah terjadinya kesalahan pembelian, maka pembelian diadministrasikan secara tertulis dalam formulir khusus dan dibuat beberapa rangkap sesuai keperluan perusahaan. Secara singkat prosedur pembelian digambarkan sebagai berikut:

Formulir pesanan Faktur Pembelian Pemeriksaan&Laporan Penerimaan Barang
Pembayaran

Syarat Jual Beli:
1. Loko Gudang: ditanggung pembeli
2. Franko Gudang: ditanggung penjual
3. Cost, Freight and Insurance (CIF): penjual menanggung biaya kirim dan asuransi
4. Potongan Harga: a. Potongan Tunai : Sales Discount, Purchase Discount
Contoh: 2/10, n/30 atau 3/10, n/45
b. Potongan Harga: Potongan sebagai kebijakan pelayanan

BUKU PEMBELIAN (PURCHASE JOURNAL)
Biasanya Pembelian kredit oleh perusahaan dagang terdiri dari: Barang dagangan, perlengkapan, dan peralatan serta aktiva tetap yang lain. Untuk kolom yang jarang pembeliannya cukup dibuat Sundry Account (kolom rekening serba-serbi).
Contoh Transaksi:
Berikut ini transaksi pembelian apotik Daya Farma secara kredit bulan Mei 2006:
2. Dibeli obat dari PT.Indofarma global medika Rp.2.100.000,-
4. Dibeli obat dari PT. Rajawali Nusindo Rp. 1.200.000,-
8. Dibeli perlengkapan toko Rp. 190.000 dan perlengkapan kantor Rp.110.000 dari CV. Rapi
11. Dibeli obat dari PT. Dos ni Roha Rp. 650.000
15. Dibeli peralatan kantor Rp.1.850.000 dari CV Mebel Indah
18. Dibeli obat dari PT. Anugrah Argon Medika Rp. 3.000.000
24. Dibeli dari CV. Pembina Peralatan Toko Rp. 240.000
27. Dibeli obat dari PT. Parit Padang Rp.1.560.000
28. Dibeli Perelngkapan toko Rp. 260.000 dan perlengkapan kantor Rp.140.000 dari PT.Arjun
29. Dibeli obat dari PT. Kimia Farma Rp. 700.000




PURCHASE RETURN AND ALLOWANCE
(RETUR PEMBELIAN DAN PENGURANGAN HARGA)
Retur pembelian dan pengurangan harga terjadi akibat pengiriman barang oleh penjual ternyata tidak sesuai dengan formulir pesanan, maka pembeli membuat nota debit yang berisi tentang pengembalian barang dagangan dan akan di balas penjual dengan nota kredit.
Contoh Nota Debit:



Nota Debit
Apotik Daya Farma
Jl. Seger Sehat No.11 Bandung
Kepada PT. Parit Padang
Jl. Jakarta No. 30 Bandung
Kami telah mendebit perkiraan Suadara sebagai berikut:
Lima Dus obat Rifampicin isi 100 kapsul No. Faktur 67/a
Dikembalikan lewat petugas kami.
Pesanan No. 60C @ 100.000
Rp. 500.000

Akibat adanya Retur Pembelian di atas maka pada saat diterima nota kredit, dicatat jurnal:
Hutang Usaha Rp. 500.000
Retur Pembelian dan Pengurangan Harga –PT Parit padang Rp. 500.000

Atau dicatat dalam jurnal khusus sebagai berikut:

Jurnal Retur Pembelian dan Pengurangan harga Hal. 1
Tanggal Akun di debit Debit Memo Post Ref. Jumlah
Mei
2006 28 PT. Parit Padang A.02 √ 500.000

Akibat jurnal di atas, maka pengaruhnya pada buku besar adalah:
1. Hutang Usaha berkurang di debit Rp. 500.000
2. Retur Pembelian dan Pengurangan harga bertambah di kredit Rp. 500.000.
3. Buku besar tambahan untuk Hutang Usaha pada PT. Parit Padang berkurang di debit Rp 500.000

Jurnal Umum; berpengaruh langsung pada buku besar saat terjadinya tanggal transaksi
Jurnal Khusu: pengaruhnya pada buku besar dicatat sebesar jumlah total pada akhir periode

CASH PAYMENT JOURNAL
(BUKU PENGELUARAN KAS)
Buku pengeluaran kas adalah jurnal khusus pengeluaran kas akibat adanya transaksi pembayaran utang usaha, pembayaran upah, pembayaran sewa dan lain-lain.

Contoh Transaksi:
Berikut ini adalah transaksi Apotik Mustika Farma selama bulan Mei Tahun 2006.
1. Dibeli obat dari PT. Anugrah Argon Medika secara kredit Rp. 1.200.000 syarat 2/10, n/40
2. Dibeli secara kredit dari CV. Dwi Derma Perlengkapan kantor senilai Rp. 400.000, perlengkapan toko senilai Rp. 300.000 dan peralatan toko senilai Rp 150.000
3. Mengeluarkan cek No. FE 24026 Rp 900.000 untuk sewa bulan Mei 2006
4. Dikembalikan peralatan toko sebesar Rpo 200.000 kepada CV Dwi Derma
5. Dibayar premi asuransi Rp 180.000 untuk jangka waktu 6 bulan dengan cek no. FE 24027
6. Membeli obat dari PT. Indofarma global Medika dengan total faktur Rp. 6.000.000 syarat 2/10,n/45
8. Membeli obat dari PT. Sawah Besar Farma dengan total faktur Rp. 5.000.000 syarat 2/10,n45
10. Dilunasi pembelian kepada PT. Anugrah Argon Medika tanggal 1 Mei 2006 dengan cek No. FE 24029
12. Dibayar pembelian kepada CV Dwi Derma tanggal 2 Mei 2006 dengan cek NO. FE 24030
13. Telah dibayar beban advertensi dengan cek no. FE 24031 Rp 400.000
14. Dibeli obat dari PT. Anugrah Argon Medika dengan total faktur Rp 4.800.000 syarat 2/10, n/30
16. Dibeli dari CV Dwi Derma secara kredit perlengkapan toko Rp 350.000 dan Perlengkapan kantor Rp 150.000
18. Dibeli dari PT. Dos Ni Roha obat Rp. 3.200.000 syarat pembelian 2/10;n/30
19. Diterima kredit memo sebesar Rp. 300.000 dari PT. Anugrah Argon Medika untuk barang yang dikembalikan
21. Dibayar kepada PT Anugrah Argon Medika untuk pembayaran faktur tanggal 14 Mei 2006 dengn cek no,FE,24032
22. Dibeli obat dari PT. Sawah Besar farma dengan total faktur Rp 3.750.000 syarat 2/10;n/30
24. Dibeli tunai peralatan toko Rp 800.000 dengan cek no.FE24033
27. Dibayar kepada PT. Dos Ni Roha dengan cek no.FE 24034 untuk pelunasan faktur tanggal 18 Mei 2006
28. Dibayar gaji bulan Mei 2006 Rp 2.400.000 cek no. Fe 24035
29. Pemilik, Tn. Dimas mengambil uang Rp 750.000 cek no FE 24036
30. Dilunasi kepada PT. Sawah Besar Farma dengn cek no. FE 24037
Pertanyaan:
A. Buatlah: Jurnal pembelian, jurnal pembayaran kas, dan jurnal Pengembalian pembelian
B. Buatlah Buku Besar dengan memasukan saldo per 1 Mei 2006 sebagai berikut:
11. Kas Rp. 5.240.000
14 Asuransi dibayar dimuka 800.000
15 Perlengkapan toko 200.000
16 Perlengkapan Kantor 725.000
17 Peralatan toko 390.000
18 Perlatan Kantor 8.400.000
31 Modal, Dimas 100.000.000
32 Penarikan, Dimas
51 Pembelian
52 Potongan Pembelian
53 Retur Pembelian dan pengurangan harga
54 Beban Gaji
55 Beban Advertensi
56 Beban Sewa
C. Buatlah Buku Tambahan Utang Usaha:
- PT. Anugrah Argon Medika
- PT. Indofama Global Medika
- PT. Sawah Besar Farma
- CV Dwi Derma
- PT Dos Ni Roha


PERTEMUAN ENAM
ADMINISTRASI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS

Contoh Transaksi:
Berikut ini adalah sebagian persitiwa transaksi yang terjadi bulan Juni tahun 2007 pada PT. Indofarma Global Medika sebuah perusahaan PBF (Pedagang Besar Farmasi) Ternama di Kota Bandung.

Juni 1 Menerbitkan 5.000 lembar saham dan diterima tunai Rp 13.500.000,-
5 Menjual obat kepada Apotik A faktur No. F.01 Rp. 9.750.000,- syarat 2/20; n/60
6 Meminjam sebesar Rp. 5.000.000 dari bank BCA dengan memberi wesel bayar (notes payable) 90 hari.
7. Menjual Obat kepada apotik B Rp 2.400.000 tunai, termasuk pajak penjualan Rp. 120.000,-
9 Menjual obat kepada apotik C faktur No. F.02 Rp. 3.600.000,- syarat 2/10; n/30
11 Telah diterima kembali sebagian obat dari apotik A sejumlah Rp 150.000,- karena tanggal kadulawarsa terlalu dekat dan dterbitkan nota kredit no. 26
15 Menjual obat kepada apotik D Rp 850.000,- syarat 2/20;n/50, No F.03
19 Menerima pembayaran dari apotik C
20 Menjual obat kepada apotik E Rp 1.200.000,- tunai termasuk pajak penjualan Rp 30.000,-.
21 Mengeluarkan 120 lembar saham untuk investor baru dan diterima tunai Rp 720.000,-
25 Menerima pembayaran dari apotik A
27 Menjual Obat kepada apotik C faktur No F.04 Syarat 2/10;n/30 Rp. 1.800.000,-
29 Menjual Obat kepada apotik F Rp 1.600.000 tunai termasuk pajak penjualan Rp. 80.000,-
30 Menjual obat kepada apotik D dengan faktur no F.05 syarat 2/10;n/60 Rp 1.520.000,-
30 Diterima kembali sebagian obat dari apotik C karena tidak sesuai pesanan dan diterbitkan nota kredit no 27 dengan nilai Rp 200.000,-

Diminta;
1. Buatlah jurnal khusus penjualan , jurnal khusus penerimaan kas dan jurnal khusus pengembalian penjualan serta jurnal umum/rek.serba serbi.
2. Buatlah buku besar atas transaksi-transaksi tersebut.
3. Buatlah buku tambahan untuk piutang yang timbul.







PERTEMUAN IX
DEFERAL DAN ACCRUAL

Defferal dan acrual adalah akun-akun yang terjadi akibat prestasi yang sudah diserahkan perusahaan kepada pihak ketiga tidak jatuh bersamaan waktunya dengan hasil yang diterima atau sebaliknya, prestasi yang sudah dinikmati perusahaan dari pihak ketiga tidak jatuh bersamaan dengan penyerahan pembayaran. Contoh: piutang yang masih harus diterima atau gaji yang masih harus dibayar.

Ada empat jenis akun defferal dan acrual, yaitu:
1. Beban dibayar di muka (Prepaid expense/Deffered Expense), akun ini terjadi karena prestasi sudah diserahkan tetapi hasilnya belum diterima oleh perusahaan. Pada saat terjadi transasksi, Akun ini harus dicatat sebagai aktiva pada neraca. Jika pada saat terjadi transaksi akun ini dicatat sebagai akun beban, maka pada akhir tahun akun ini harus direversing. Contoh akun ini: Sewa dibayar dimuka ( prepaid rent) atau asuransi dibayar dimuka (prepaid insurance)
2. Beban yang masih harus dibayar (accrued expense), akun ini terjadi karena prestasi pihak lain yang sudah dinikmati perusahaan tetapi belum dibayr oleh perusahaan, akun ini harus dicatat sebagai hutnag lancara pada Neraca. Akun ini memerlukan reversing pada saat terjadi pembayaran. Contoh: gaji yang masih haru dibayar atau hutang gaji
3. Pendpaatan diterima di muka (Deferred Income), akun ini terjadi karena adanya pembayran dari pihak lain kepada perusahaan sedangkan perusahaan belum menyerahkan prestasi apapun, akun ini harus dicatat sebagai hutang perusahaan pada neraca. Jika pada saat diterima penyerahan pemabayran uang muka dicatat oleh bagian akuntansi sebagai pendapatan, maka pada saat prestasi telah diberikan oelh perusahaan dan terjadi pembayaran penuh dari pihak ketiga, bagian akuntansi harus melakukan reversing.
4. Pendapatan yang masih ahrus diakui (Accrued Income), akun ini terjadi karena perusahaan telah memberikan prestasi kepada pihak lain namun belum menerima pembayaran, akun ini ciata di nerca sebagai aktivalancar.


Contoh Soal:
1. Pada tanggal 1 juni 2007 perusahaan membayar premi asuransi untuk satu tahun yang akan datang Rp 312.000
2. Pada tanggal 31 Desember 2007 dilakukan penyesuaian atas beban asuransi yang sebenarnya serta melakukan closing entries
3. pada tanggal 2 Januari 2008 perusahaan membayar biaya tambahan premi sebesar Rp. 182.000
4. Pada tanggal 31 Januari 2008 Dilakukan pencatatan beban asuransi yang terjadi selama bulan tersebut.
Diminta : Buatlah jurnal-jurnal yang diperlukan berikut buku besarnya atas akun-akun tersebut diatas, jika:
a. Kasus I (Tidak perlu reversing, karena beban dibayar dimuka diakui sebagai aktiva)
b. Kasus II (Perlu reversing, karena beban dibayar dimuka diakui sebagai beban)


Penyelesaian Kasus I:
Tanggal 1-06-2007:
Beban Asuransi Dibayar Di Muka Rp.312.000
Kas Rp.312.000
Tanggal 31-12-2007:

Adjusment:
Beban asuransi (26.000 x7bln) Rp.182.000
Beban Asuransi dibyar di Muka Rp. 182.000
Closing:
Ringkasan Hasil Rp.182.000
Beban asuransi Rp.182.000

Tanggal 2-01-2008:
Beban Asuransi di bayar dimuka Rp 182.000
Kas Rp.182.000

Tanggal 31-01-2008:
Beban Asuransi Rp. 26.000
Beban Asuransi dibayar di muka Rp 26.000

Buku Besar :

2007

Beban Asuransi Dibayar Dimuka Beban Asuransi









2008

Beban Asuransi Dibayar Dimuka Beban Asuransi








Penyelesaian Kasus II:
Tanggal 1-06-2007:
Beban Asuransi Rp.312.000
Kas Rp.312.000

Tanggal 31-12-2007:
Adjusment:
Beban asuransi dibyar di muka (Rp.312.000-182.000) Rp.130.000
Beban Asuransi Rp. 130.000
Closing:
Ringkasan Hasil Rp.182.000
Beban asuransi Rp.182.000

Tanggal 2-01-2008:
Beban Asuransi di bayar dimuka Rp 182.000
Kas Rp.182.000

Tanggal 31-01-2008:
Beban Asuransi Rp. 26.000
Beban Asuransi dibayar di muka Rp 26.000

Reversing sebagian karena baru jatuh tempo satu bulan (130.000 : 5 bulan)

Buku Besar :

2007

Beban Asuransi Dibayar Dimuka Beban Asuransi








2008

Beban Asuransi Dibayar Dimuka Beban Asuransi







Soal Latihan Kasus III: (Pendapatan diterima dimuka dicatat sebagai hutang, tidak perlu reversing):
1. Pada tanggal 1 Oktober 2007 Diterima pendapatan sewa yang dibayar dimuka sebesar Rp.720.000 dan dicatat sebagai hutang
2. Pada Akhir tahun dicatat pendapatan sewa yang sebenarnya dan dilakukan closing entries
Diminta: Buat Jurnal Defferal dan Accrual yang diperlukan dan buku besar

Soal Latihan Kasus IV: (Pendapatan diterima dimuka dicatat sebagai Pendapatan, perlu reversing):
1. Pada tanggal 1 Oktober 2007 Diterima pendapatan sewa yang dibayar dimuka sebesar Rp.720.000 dan dicatat sebagai pendapatan
2. Pada Akhir tahun dicatat pendapatan sewa yang sebenarnya dan dilakukan closing entries
3. Pada akhir janauri 2008 dilakukan reversing atas pendapatan sewa yang sebenarnya yang jatuh di bulan tersebt
Diminta: Buat Jurnal Defferal dan Accrual yang diperlukan dan buku besar

Penyeesaian:
Kasus I:
Tanggal/ 1/10/2007 :
Kas Rp. 720.000
Pendapatan sewa diterima dimuka Rp. 720.000
Tanggal 31/12/2007:
Adjusting:
Pendapatan sewa diterima dimuka (720.000/12 x 3 bln) Rp. 180.000
Pendapatan sewa Rp. 180.000
Closing:
Pendapatan sewa Rp. 180.000
Ringkasan hasil Rp.180.000

Buku Besar tahun 2007:

Pendapatan sewa diterima di muka Pendapatan sewa







Penyelesaian:
Kasus II:

Tangga/ 1/10/2007 :
Kas Rp. 720.000
Pendapatan sewa Rp. 720.000
Tanggal 31/12/2007:


Adjusting:

Pendapatan sewa (720.000- (720.000/12 x 3 bln)) Rp. 540.000
Pendapatan sewa diterima dimuka Rp. 540.000
Closing:
Pendapatan sewa Rp. 180.000
Ringkasan hasil Rp.180.000

Tanggal 31/01/2008:
Pendapatan sewa (540.000/9 bln)) Rp. 60.000
Pendapatan sewa diterima dimuka Rp. 60.000


Buku Besar tahun 2007:

Pendapatan sewa diterima di muka Pendapatan sewa










Buku Besar tahun 2008:

Pendapatan sewa diterima di muka








Soal Latihan:
1. Pada tanggal 1 Maret 2001 Rumah Sakit Sejati membayar premi asuransi untuk gedung –gedung rumah sakit sebesar Rp. 18.000.000 untuk jangka waktu asuransi 2 tahun.
Diminta:
• Buatlah jurnal penyesuaian dan jurnal penutupan pada tanggl 31 desembe 2001 dan jurnal pembalik pada tanggal 31 Januari 2002, jika pada saat membayar asuransi dicatat sebagai beban asuransi
• Buatlah jurnal penyesuaian dan jurnal penutupan pada tanggl 31 desembe 200, jika pada saat membayar asuransi dicatat sebagai asuansi dibayar dimuka



PERTEMUAN X

KAS

Dana Kas Kecil:
Dana Kas Kecil adalah Kas yang dibentuk untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya sering terjadi namun dalam jumlah yang relatif kecil, misalnya pembelian prangko, photocopy, dll. Dana kas kecil biasanya dibentuk untuk jangka waktu tertentu misalnya satu minggu atau satu bulan. Dana ksa kecil diambil dari kas Besar.

Jurnal Pembentukan kas kecil (Petty cash):

Kas Kecil Rp. 2.500.000
Kas Rp. 2.500.000

Jurnal Pengisian ulang kas kecil:
Biaya Transportasi Rp. 500.000
Biaya pengiriman surat pos Rp. 400.000
Biaya Perlengkapan kantor Rp. 650.000
Biaya lain-lain Rp. 800.000
Kas Rp.2.350.000

Sistem Voucher:
Sistem voucher adalah prosedur untuk mengendalikan pengeluarn kas dimana dalam penerapannya sistem ini dilengkapi dengan dokumen berupa:
1. Voucher yang berfungsi untuk mencatat transaksi yang menimbulkan kewajiban perusahaan (hutang). Dokumen ini berbentuk otorisasi tertulis untuk mengeluarkan cek.
2. Voucher register berfungsi sebagai jurnal khusus, setiap voucher dicatat dengan mendebit perkiraan pembelian, beban iklan, beban perlengkapan atau perkiraan lainnya dan diimbangi dengan mengkredit perkiraan hutang voucher.
3. Kas register berfungsi sebagai pengganti jurnal pengeluaran kas, setiap cek yang telah dibayar dijurnal dengan mendebit akun hutang voucher dan mengkredit kas.
4. Voucher yang belum dibayar berfungsi sebagai buku pembantu hutang.

Bank Rekonsiliasi:
Bank rekonsiliasi artinya membuat suatu analisa hal-hal yang menimbulkan perbedaan antara catatan perusahaan mengenai simpanannya di bank dengan catatan yang ada di bank itu sendiri supaya pengakuannya menjadi sama.
Penyebab perbedaan pengakuan:
1. Bunga simpanan dan beban administrsai Bank.
2. Perusahan menerima bukti pengiriman uang dari langganan, sedang bank belum menerima (deposit in transit)
3. Bank menerima kiriman uang dari langganan perusahaan, sedang perusahaan belum menerima laporannya
4. Bank telah mengirimkan uang pada kreditur perusahaan, sedang perusahaan belum menerima laporannya.
5. Perusahaan telah mengeluakan cek pembayaran buat kreditur, sedang bank belum menerima cek tersebut (outstanding check)
6. Perusahaan menerima cek dari langganan yang ternyata cek kosong (non suffecience fund)
7. Terdapat kesalahan pencatatan di bank
8. Terdapat kesalahan pencatatan di perusahaan

Contoh kasus:
Rumah Sakit Harapan Jaya telah menerima perkiraan koran dari bank Duta per 31 Mei 1992 yang menunjukkan saldo sebesar Rp 4.480.000 sedangkan menurut catatan rumah sakit saldonya per 1 Mei 1992 berjumah sebesar Rp 8.800.000. Selama bulan Mei 1992 buku penerimaan uang menurut rumah sakit berjumlah Rp18.920.000 sedangkan jumlah cek yang keluar sebesar Rp 26.290.000. Perbedaan yang terjadi dalam melakukan rekonsiliasi yang perlu diperhatikan yaitu:
a. Bank telah mengkredit jasa giro untuk bulan Mei 1992 sebesar Rp 29.000
b. Cek nomor B. 4328 sebesar Rp 808.000 dicatat dalam buku pengeluaran sebesar Rp 880.000. Selanjutnya satu lembar cek nomor B 4347 sebesar Rp 3.148.000 salah dibukukan sebesar Rp 2.284.000. kedua lembar cek ini dipakai untuk pembelian bahan medis.
c. Cek-cek yang beredar (outstanding cek) adalah:
Nomor 4326 Rp 500.000
Nomor 4332 Rp. 1.600.000
Nomor 4356 Rp. 4.800.000
Nomor 4369 Rp. 300.000
Rp 7.200.000
d. Terdapat setoran sejumlah Rp 3.700.000 yang mana jumlah ini belum tercatat dalam perkiraan bank
e. Bank telah mengkredit rekening rumah sakit Harapan jaya karena ada kiriman dari perusahaan asuransi untuk biaya pasien sebesar Rp 799.600, tetapi jumlah ini belum dilaporkan pada rumah sakit.
f. Bank telah membebankan biaya administrasi bulanan sbesar Rp 6.600 jumlah ini belum dicatat oleh rumah sakit.
g. Perusahaan telah menyetorkan satu lembar cek atas pembayaran pasien sebesar Rp 480.000. cek ini ditolak oleh bank karena dananya tidak mencukupi, akan hal ini perusahaan belum mengetahui.
Diminta:
1. Buatlah Bank rekonsiliasi per 31 mei 1992
2. Buatlah ayat jurnal penyesuaian yang dibutuhkan

Penyelesian:
Saldo menurut perusahaan tanggal 31 Mei 1992:
Saldo 1 Mei 1992 Rp 8.800.000
Penerimaan Rp 18.920.000+
Total kas Rp. 27.720.000
Pengeluaran Rp. 26.290.000-
Saldo Kas 31 Mei 1992 Rp. 1.430.000






Rumah Sakit Harapan Jaya
Bank Rekonsliasi
Per 31 Mei 1992

























Jurnal penyesuaian rekonsiliasi:
a. Mencatat penerimaan jasa giro
Kas Rp. 29.000
Pendapatan jasa giro Rp. 29.000
b. Mencatat penambahan kas akibat selisih lebih pembayaran hutang usaha
Kas Rp. 72.000
Hutang Usaha Rp. 72.000

Mencatat pengurangan kas akibat selisih kurang pembayaran hutang usaha
Hutang Usaha Rp. 864.000
Kas Rp. 864.000
c. Tidak dijurnal
d. Tidak dijurnal
e. Mencatat penambahan kas akibat penerimaan atas piutang yang dibayar
Kas Rp. 799.600
Piutang Usaha Rp. 799.600
f. Mencatat pembayaran beban administrasi bank
Biaya Lain-lain Rp. 6.600
Kas Rp. 6.600
g. Mencatat pengurangan kas akibat penolakan cek kosong oleh bank
Piutang Usaha Rp. 480.000
Kas Rp. 480.000
Soal Latihan:
Menurut catatan pembukuan rumah sakit Suci Indah saldo simpanannya di bank pada tanggal 31 Desember 1991 adalah sebesar Rp 44.880.000. tetapi menurut catatan dari rekening koran yang dikirimkan bank berjumlah sebesar Rp. 62.012.000
Hal-hal yang menimbulkan perbedaan antara lain:
a. Rumah sakit telah menerima bukti pengiriman pembayaran dari perusahaan asuransi atas biaya pasien Rp 7.500.000, tetapi jumlah itu belum tercatat di bank.
b. Perusahaan telah mengeluarkan cek kepada pemasok obat no C.0875 Rp. 3.000.000 tetapi sampai akhir periode belum diuangkan oleh pemasok tersebut.
c. Rumah sakit telah mengeluarkan cek untuk melunasi utangnya kepada pemasok sebesar Rp 1.500.000 tetapi salah dicatat sebesar Rp 5.100.000. cek tersebut telah diuangkan di bank.
d. Bank telah menerima pembayaran piutang pasien dari perusahaan asuransi Rp 20.250.000 dan membebankan biaya transfer sebesar Rp. 50.000 ke dalam rekeing rumah sakit. Mengenai hal ini belum diterima laporannya oleh rumah sakit.
e. Bank telah membuat kesalahan, karena cek yang dikeluarkan rumah sakit kepada pemasok sebesar Rp 2.000.000 ternyata dibukukan Rp 200.000 dalam catatan bank.
f. Rumah sakit menrima pelunasan piutang pasien dalam bentuk cek Rp 4.000.000, tetapi ketika disetorkan ke bank oleh petugas ternyata dana cek tersebut tidak mencukupi, sehingga bank menolak cek etrsebut.
g. Rumah sakit menerima jasa simpanan Rp 40.000 tetapi mengenai hal ini rumah sakit belum mengetahui.
h. Bank membebankan biaya adminsitrasi Rp 8.000 tetapi rumah sakit belum mengetahui akan hal ini.
Diminta:
1. Buatlah rekonsiliasi bank per 31 desember 1991
2. Buatlah ayat jurnal penyesuaian yang berkaitn engan rekonsiliasi tersebut.
























PERTEMUAN XI

PAYABLES DAN RECEIVABLES

Pada saat perusahaan mempunyai piutang usaha dan piutang tersebut sudah jatuh tempo, tetapi langganan/rekanan perusahaan tidak sanggup membayar, maka langganan/rekanan tersebut membuat surat kesanggupan membayar utang (promisory notes) yang menjadi dasar dibuatnya wesel bayar (notes payables) yang akan muncul dalam neraca rekanan sedangkan dalam neraca perusahaan kita akan muncul sebagai wesel tagih (notes receivable). Wesel tagih biasanya mengandung tingkat bunga tertentu yang akan dibayar oleh langganan, namun ada juga wesel tagih tanpa bunga.

Istilah-istilah yang mungkin muncul dalam pembahasan ini adalah:
Tanggal Jatuh Tempo (TJT), Bunga Jatuh Tempo (BJT), Nilai Jatuh Tempo (NJT), Jangka waktu Penjualan (JWP), Jangka waktu Diskonto (JWD), Diskonto.

TJT = Tanggal dimana dimana wesel tagih akan dibayar.

Cara menentukan Tanggal Jatuh Tempo
Misalnya diketahui tanggal pemilikan wesel tagih adalah tanggal 7/4/2007 dan jatuh tempo wesel 90 hari, tingkat bunga 16% dengan nilai nominal Rp 6.000.000,00, wesel tersebut didiskonto ke bank pada tanggal 7/5/2007 pada tingkat bunga 20%.
Tentukan:
Tanggal Jatuh Tempo (TJT), Bunga Jatuh Tempo (BJT), Nilai Jatuh Tempo (NJT), Jangka waktu Penjualan (JWP), Jangka waktu Diskonto (JWD), Diskonto, jurnal saat diskonto, jurnal saat jatuh tempo bagi bank/pembeliwesel, dan jurnal jatuh tempo buat perusahaan seandainya tidak melakukan diskonto!!

Jawab:
Cara menentukan Tanggal Jatuh Tempo

7/4/07 – 30/4/07 = 24 hari
1/5/07 – 31/5/07 = 31 hari
1/6/07 – 30/6/07 = 30 hari
85 hari
90 hari- 85 hari = 5 hari, berarti tanggal jatuh tempo adalah 5 hari setelah tanggal 30/6/07 yakni tangal 5/07/07.

Cara menentukan bunga jatuh tempo

BJT = 90 /360 x 16 % x 6.000.000 = 240.000

Cara menentukan nilai jatuh tempo

NJT = Pokok + bunga = 6.000.000 + 240.000 = 6.240.000




Cara menentukan jangka waktu Penjualan dan jangka waktu diskonto
Tanggal 7/4/07 – 30/4/07 = 24 hari
1/5/07 – 7/5/07 = 7 hari
JWP =31 hari
JWD = Umur wesel tagih – JWP = 90 -31 = 59 hari

Jangka waktu penjualan = jangka waktu pemilikan wesel tagih sampai dengan wesel tagih dijual/didiskonto.
Jangka waktu diskonto = jangka waktu wesel tagih setelah didiskonto sampai dengan wesel tagih tersebut jatuh tempo.

Jurnal Diskonto bagi perusahaan:
Kas Rp. 6.035.467
Pendapatan bunga Rp. 35.467
Wesel Tagih Rp. 6.000.000

Perhitungan:
Bunga yang harus dibayar perusahaan akibat diskonto = 59/360 x 20% x 6.240.000 = 204.533

Nilai nominal Rp. 6.000.000
BJT 240.000+
NJT 6.240.000
Bunga Diskonto 204.533-
Kas yang diterima 6.035.467
Nilai nominal 6.000.000
Pendapatan bunga 35.467

Jurnal penerimaan wesel jatuh tempo bagi bank/pembeli wesel tagih:
Kas Rp. 6.240.000
Pendapatan bunga Rp. 204.533
Wesel tagih Rp. 6.035.467

Jurnal jatuh tempo wesel tagih seandainya tidak didiskonto:
Kas Rp. 6.240.000
Pendapatan bunga 240.000
Wesel 6.000.000















Soal Latihan!!!
Berikut ini wesel tagih PT Indofarma Global Medika:
No. Nilai
Nominal
(Rp) Tingkat Bunga Tanggal Pemilikan Jaka waktu
(hari) Tanggal Diskonto Tingkat Bunga Diskonto
1 6.000.000 16% 7/4/91 90 7/5/91 20%
2 4.000.000 10/5/91 60
3 9.000.000 20% 12/6/91 120 10/9/91 18%
4 3.000.000 5/7/91 60 19/8/91 24%
5 4.800.000 18% 20/7/91 60


Diminta:
A. Dari setiap nomor wesel hitunglah tanggal jatuh temponya serta berapajumlah bunga yang harus diterima
B. Untuk wesel no 1,3, dan 4 hitunglah:
• Nilai Jatuh Tempo
• Jangka waktu Penjualan
• Bunga yang Harus Dibayar/diterima
C. Buatlah jurnal diskonto untuk perusahaan
D. Buatlah jurnal untuk wesel jatuh tempo yang tidak didiskonto




























PERTEMUAN XII

SISTEM PENCATATAN PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN I

I. MENGAPA PERLU PENCATATAN PERSEDIAAN?
Pencatatan persediaan diperlukan untuk menyajikan laba kotor dan laba bersih yang tepat dan bebas dari salah saji material yang dapat mempengaruhi opini laporan keuangan perusahaan dari auditor publik.
Contoh:
Yang benar Yang salah
Persediaan awal 2.800.000 2.800.000
Pesediaan akhir 400.000 240.000
Harga pokok barang yang terjual 2.400.000 2.560.000
Penjualan 4.000.000 4.000.000
Laba 1.600.000 1.440.000


II. DUA SISTEM PENCATATAN PERSEDIAAN
• Sistem persediaan Periodik/Physical inventory
• Sistem perpetual
III. CIRI SISTEM PERIODIK/PHYSICAL INVENTORY
1. Terdapat jurnal pembelian
Pembelian xxx
Kas xxx
2. Terdapat jurnal pencatatan persediaan
a. Mencatat persediaan awal
Ringkasan hasil xxx
Persediaan barang dagangan xxx
b. Mencatat persediaan akhir
Persediaan barang dagangan xxx
Ringkasan hasil xxx
3. Terdapat jurnal pencatatan harga pokok persediaan
Harga Pokok Penjualan xxx
Persediaan barang dagangan xxx

Perhitungan:
Persediaan awal xxx
Pembelian xxx+
Barang siap dijual xxx
Persediaan akhir xxx-
Harga pokok penjualan xxx

4. Terdapat jural penjualan
Kas xxx
Penjualan xxx





IV. CIRI SISTEM PERPETUAL/KONTINYU
1.Jurnal pembelian dicatat langsung pada akun persediaan
Persediaan barang dagangan (2000unit@Rp 60) 120.000
Kas 120.000
2.Jurnal untuk mencatat mutasi pertambahan/pengurangan persediaan:
Kas ( 1200unit@Rp.70) 84.000
Penjualan 84.000
Harga Pokok penjualan (1200unit@Rp.60) 72.000
Persediaan barang dagangan 72.000

3. Jurnal untuk mencatat persediaan awal
Persediaan barang dagangan xxx
Harga pokok penjualan xxx

V. TIGA METODE PENETAPAN HARGA POKOK PERSEDIAAN
1. FIFO (first in first out), pertama masuk pertama keluar, untuk barang yang mudah kadaluwarsa, misal : obat.
2. LIFO (Last in first out), terakhir masuk pertama keluar, untuk barang yang tahan lama, misal: kendaraan.
3. WAM (Weigth average method), metode rata-rata tertimbang.

Contoh:
Pembelian Harga
1 Januari 2007 200unit@Rp450 90.000
10 Maret 2007 300unit@Rp500 150.000
21 September 2007 400unit@Rp550 220.000
2 Desember 2007 100unit@Rp600 60.000
1000unit 520.000
Jika diketahui pada akhir tahun setelah dilakukan penghitungan secara fisik ternyata persediaan di gudang tinggal 300 unit dan harga penjualan Rp 500.000. tentukan laba baik dengan metode LIFO, FIFO, maupun WAM dan beri kesimpulan!!!
Jawab:
FIFO
Persediaan akhir : Tanggal 2 Des 07 100unit@Rp600 = 60.000
Tanggal 21 Sept 07 200unit@Rp550 = 110.00
170.000
Harga pokok penjualan = pembelian + persediaan awal – persediaan akhir
= (520.000 + 0) -170.000 = 350.000
Laba = Penjualan – harga pokok penjualan
= 500.000 -350.000 =150.000
LIFO
Persediaan akhir : Tanggal 1 Jan 07 200unit@Rp450 = 90.000
Tanggal 10 Mar 07 100unit@Rp500 = 50.000
140.000
Harga pokok penjualan = pembelian + persediaan awal – persediaan akhir
= (520.000 + 0) -140.000 = 380.000
Laba = Penjualan – harga pokok penjualan
= 500.000 -380.000 =120.000

WAM
Harga Pokok Persediaan per unit = Rp.520.000/1000unit=520/unit
Persediaan akhir = 300 unit @ Rp. 520 =Rp. 156.000
Hargapokok penjualan = 520.000-156.000 = 364.000
Laba = 500.000 -364.000 =146.000

Kesimpulan:
• Laba FiFO paling besar dibandingkan metode lainnya menunjukkan metode FIFO cocok untuk menarik investor beinvestasi di perusahaan
• Laba LIFO lebih bertujuan untuk menghemat pembayaran pajak
• Laba WAM berada di antara FIFO dan LIFO sehingga bersifat memediasi kepentingan atas investor dan penghematan pajak.

VI. CONTOH PENCATATAN SISTEM PERPETUAL DENGAN METODE HARGA POKOK FIFO
Tanggal Pembelian Penjualan Saldo Harga Pokok per Unit
Jumlah Harga Pokok Jumlah Harga Pokok Jumlah Harga Pokok
1/1/07 200 40.000 200
4/2/07 140 28.000 60 12.000 200
10/3/07 160 33.600 60 12.000 200
160 33.600 210
22/4/07 80 16.200 140 29.400 210
18/5/07 40 8.400 100 21.000 210
30/8/07 200 46.000 100 21.000 210
200 46.000 230
7/10/07 80 16.800 20 4.200 210
200 46.000 230
11/11/07 160 35.000 60 13.800 230
13/12/07 200 44.000 60 13.800 230
200 44.000 220
30/12/07 60 13.800 200 44.000 220

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Sundanese Attack Free Blogspot Templates Designed by sYah_ ID RAP for smashing my Life | | Free Wordpress Templates. Cell Numbers Phone Tracking, Lyrics Song Chords © 2010