Sabtu, 18 Desember 2010

Ketika Merekam Video Semudah Memotret



SETELAH popularitas berbagi foto, kemudahan teknologi kini membawa pengguna masuk ke dalam era video-sharing. Mensyut, memindah, serta membagi video ke situs photo sharing ataupun jejaring sosial dapat dilakukan oleh mereka yang disebut 'gaptek'sekalipun.

Flip Video dirilis pertama pada 2008 di Amerika. Saat itu banyak yang terkejut dengan bentuknya yang mirip sebuah kotak rokok, jelas- jelas menabrak desain camcorder standar di pasaran.Tapi di luar dugaan,kamera tersebut mencatat sukses sebagai camcorder paling laris di Amazon.

Hingga akhirnya Cisco Systems mengakuisisi perusahaan produsen Flip Video, Pure Digital Technologies, dengan perkiraan USD590 juta atau Rp5,8 triliun. Apa yang ditawarkan Flip Video saat itu sederhana saja. Mereka memangkas kerumitan proses yang harus dijalani pengguna saat ingin mengabadikan momen melalui video.

Mulai membawa-bawa camcorder yang berat dan besar, ribetnya memindah hasil video ke komputer, belum lagi mengecilkan ukuran file jika ingin mengunggahnya ke jejaring sosial, seperti YouTube, Facebook,ataupun MySpace. Kualitas hasil rekam Flip Video Ultra, produk yang dirilis saat itu, memang tidak sebagus camcorder biasa.

Namun, kamera video saku tersebut sudah dibekali USB terintegrasi beserta aplikasi yang membuat pengguna bisa mengirim atau membagi videonya dalam beberapa langkah sederhana. Dibandingkan dengan tulisan atau foto dalam blog,video memang lebih atraktif karena bersifat ”menunjukkan”, bukan “bercerita”. Video blogging atau ngeblog dengan media video sudah sangat populer di Amerika.

Nah, kesuksesan Flip Video maupun tren video bloggingdi Amerika, rupanya ingin dibawa ke Indonesia, negara dengan pengguna Facebook terbesar kedua dunia dan memiliki pertumbuhan pengguna Twitter paling aktif. Craig Gledhill,Vice President, Asia Pacific and Japan Cisco Consumer Producs, mengungkap potensi pasar Indonesia yang sangat besar dan disebutnya cocok dengan target marketFlip Video.

Meski muncul sebagai pemain baru, Craig mengaku optimistis, menargetkan menjadi pemain nomor satu di kategori handheld camcorder. ”Tantangan terbesar kami bukan dari kompetitor, tapi bagaimana menciptakan awareness masyarakat akan kehadiran Flip Video terbaru ini,” katanya percaya diri. Jika pasar di Indonesia bisa mengikuti, lanjut Craig, bukan tidak mungkin Flip Video bisa menggantikan kamera tradisional.

Untuk tahap awal, ada dua model Flip Video yang dipasarkan, yakni Flip UltraHD dan MinoHD. Keduanya sudah dilengkapi image stabilization. MinoHD hadir dalam dua ukuran,yakni 8GB (2 jam) dan 4GB (1 jam) .Desainnya sederhana, ringan,dan muat di kantong.Untuk merekam,pengguna tinggal menekan tombol Record warna merah di tengah yang berukuran besar.

Soal kualitas gambar,memang jangan dibandingkan dengan camcorder biasa.Tapi jika untuk mengunggah berbagai momen istimewa yang muncul tiba-tiba, maka Mino ataupun UltraHD sudah lebih dari cukup. Sesuai fungsinya sebagai aksesori sosial bagi generasi saat ini yang sudah sangat bergantung pada internet. Kualitas hasil rekam Flip Video juga belum full HD.

Flip UltraHD misalnya, hanya dapat merekam maksimal 720p (1.280 x 720) dalam 30 frame per second (fps). Bandingkan dengan kompetitor Sony Bloggie yang sudah bisa merekam full HD 1080 p di 30 fps, serta 720p dalam 50 fps. Namun, baik MinoHD maupun UltraHD sudah dibekali perlengkapan lifestyle cukup lengkap.

Melalui aksesori seperti power adapter, kabel HDMI, hingga tripod. Bahkan, di Amerika ada banyak kontes untuk membuat desain coverFlip Video yang atraktif. Muncul juga istilah flipper untuk menyebut pengguna Flip Video, serta Flipping,yakni kegiatan untuk mengunggah video dari Flip Video.

Oke, katakan Anda sudah selesai memvideokan liburan yang luar biasa menyenangkan. Lalu, apa langkah selanjutnya? Mudah saja.Tinggal koneksikan USB yang ada di Flip Video Anda ke laptop. Kemudian softwareFlipShare akan aktif dan terinstal dengan sendirinya, baik di komputer bersistem operasi Windows maupun Mac.

Nah, melalui aplikasi ini, pengguna bisa lebih mudah untuk memindah hasil rekam ke PC, juga menggunggahnya ke jejaring sosial seperti YouTube, Facebook, atau Twitter, hanya dengan satu klik.“Caranya sangat mudah,”kata Craig Gledhill. Pengguna juga bisa memilih mengunggah videonya ke Cloud Data Center milik Flip.

Pengguna tinggal mengirimkan videonya ke teman dan keluarga dalam bentuk link yang lebih gampang dibuka. ”Cara kedua ini bisa digunakan oleh mereka yang ingin men-share videonya untuk kalangan terbatas saja, misalnya teman atau keluarga,” papar Craig. Tak hanya itu, melalui aplikasi tersebut pengguna juga dapat melakukan editing sederhana. Bahkan jika ingin cepat,ada fasilitas Movie Magic yang akan memilah momen terbaik dalam video.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Sundanese Attack Free Blogspot Templates Designed by sYah_ ID RAP for smashing my Life | | Free Wordpress Templates. Cell Numbers Phone Tracking, Lyrics Song Chords © 2010