Minggu, 21 November 2010

Makan Teratur & Tidak Stres untuk Lambung Sehat






IBU rumah tangga merangkap wanita bekerja, bukan pekerjaan mudah. Dan tak sedikit dijumpai moms yang menyepelekan urusan makan; yang telat makan lah, makan tidak teratur lah atau lupa makan sama sekali. Jika kebiasaan ini dibiarkan terus, bukan tidak mungkin kesehatan lambung terganggu -orang awam menyebutnya sakit maag.

Nah, kalau sakit maag sudah menyerang, konsentrasi pun bisa hilang. Alhasil, pekerjaan kantor tidak selesai tepat waktu, keluarga di rumah pun kena imbasnya. Enggak mau kan? Sudah saatnya moms lebih aware terhadap kesehatan lambung.

Untuk membuat lambung selalu sehat, berikut pemaparan DR Dr Murdani Abdullah, SpPD-KGEH dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM:

Lambung, setia menemani seumur hidup

Seperti kita ketahui, lambung dalam tubuh berfungsi untuk menyimpan makanan, mencerna dan kemudian mengalirkan ke usus kecil. Dan di dalamnya terdapat enzim-enzim pencernaan seperti pepsin, asam lambung dan mucus untuk melindungi dinding lambung sendiri. Nah, bila terjadi ketidakseimbangan antara asam yang berlebih atau mucus yang berkurang, maka dapat mengiritasi dinding lambung sehingga terjadi proses peradangan (gastritis).

Penyakit lambung ini sendiri ada dua kelompok, yakni:

1. Penyakit lambung fungsional, dimana ketika dilakukan endoscopy (peneropongan) tidak ditemukan kelainan pada saluran cerna. Hal ini berhubungan dengan pola makan yang tidak teratur atau tidak konsisten.
Misalnya, hari ini makan pagi pukul 07.00 WIB, makan siang tepat pukul 12.00 WIB dan makan malam pukul 19.00 WIB. Sementara keesokan harinya, karena ada meeting pagi, pola makan berubah menjadi; pagi tidak sempat sarapan, dan baru makan pukul 11.00 WIB, dirangkap menjadi makan siang.

Dan karena kerjaaan menumpuk, begitu sampai rumah sudah lelah sampai lupa makan. Selain karena pola makan, penyakit lambung fungsional juga terjadi karena stres, kurang istirahat, kurang tidur, pekerjaan, kondisi di jalanan –karena macet-, sampai masalah keluarga.

2. Penyakit lambung organik, dimana ada kelainan pada organ pencernaan, seperti luka pada lambung atau kerongkongan.

Sakit Maag, Jangan Dianggap Remeh

Untuk kasus kronis, biasanya sakit maag tanpa gejala. Kalaupun ada keluhan, hanya rasa sakit ringan pada perut bagian atas, perut terasa penuh dan hilang nafsu makan.

Kenalilah gejala sakit maag, seperti; nyeri ulu hati, mual, muntah, kembung, perut terasa sangat penuh, berat badan menurun, perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk ketika makan. Bahkan bisa terjadi perdarahan pada saluran cerna.

Rasa kembung –adanya udara yang terperangkap dalam saluran pencernaan- menjadi salah satu gejala sakit maag, tapi sering tidak dipedulikan. Kembung bisa disebabkan antara lain oleh faktor makanan/minuman dan faktor cuaca dalam perjalanan (misal: haji atau umroh). Simethicone merupakan zat aktif yang mampu menyerap udara yang terperangkap.

Minum Obat Sampai Antibiotik

Jangan sembarang mengobati sakit maag! Apalagi obat yang dapat mengiritasi lambung. Untuk mengurangi asam lambung, minum obat pereda sakit maag sudah cukup bermanfaat. Perlu diperhatikan adalah formulanya dibanding bentuk obatnya. Formula terunggul saat ini memiliki kemampuan bekerja cepat menetralkan asam lambung serta mampu melindungi lambung dari iritasi lebih lama.

Antibiotik hanya digunakan bila ada indikasi infeksi bakteri. Sedangkan pengobatan lain perlukan jika timbul komplikasi atau akibat lain dari gastritis. Jadi, "Jaga lambung sehat agar aktivitas tetap semangat."

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Sundanese Attack Free Blogspot Templates Designed by sYah_ ID RAP for smashing my Life | | Free Wordpress Templates. Cell Numbers Phone Tracking, Lyrics Song Chords © 2010